Usut Dugaan Bullying di SMPN 1 Blora, Polisi Agendakan Klarifikasi Wali Murid

2026-01-12 04:38:26
Usut Dugaan Bullying di SMPN 1 Blora, Polisi Agendakan Klarifikasi Wali Murid
BLORA, – Kepolisian Resor (Polres) Blora terus melakukan penyelidikan terkait dugaan aksi perundungan antar siswa di lingkungan SMPN 1 Blora. Proses klarifikasi sudah dilakukan terhadap siswa, guru, serta pihak sekolah.Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Blora, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Zaenul Arifin, mengatakan, pihaknya kini juga mulai meminta keterangan dari para wali murid."Agenda minggu ini kita melaksanakan klarifikasi atau minta keterangan terhadap wali murid siswa yang korban maupun saksi-saksi khususnya yang ada kaitannya tentang peristiwa," ucap dia saat ditemui wartawan di Mapolres Blora, Jawa Tengah, Selasa .Baca juga: 4 Pelaku Bully di SMPN 1 Blora Pindah Sekolah, Disebut atas Kesepakatan OrangtuaArifin menjelaskan bahwa setelah proses klarifikasi selesai, pihaknya akan masuk ke tahap pengumpulan alat bukti serta menunggu hasil visum dari rumah sakit."Dan kita akan gelar perkara bersama," ujar dia.Meski sebelumnya kedua belah pihak telah melakukan mediasi, kepolisian menegaskan tetap mengikuti prosedur hukum yang berlaku."Ya ini kita sesuai dengan tahapan-tahapan kita di kepolisian ya di penyelidik maupun penyidik harus kita lalui ya," jelas dia.Apabila selama proses penyelidikan ditemukan unsur pidana, kasus akan dilanjutkan hingga tahap pengadilan."Ya kalau anak-anak itu ada peradilan khusus anak-anak ya. Di situ harus didampingi oleh selain orang tua harus didampingi dari Bapas (balai pemasyarakatan) ya dan juga dari Dinas Sosial nanti dalam hal tindak lanjutnya," terang dia.Sebelumnya, pihak kepolisian telah meminta keterangan terhadap 37 siswa, masing-masing didampingi oleh orang tua mereka. Selain itu, beberapa guru di sekolah juga telah diperiksa.Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, dugaan perundungan ini disinyalir berawal dari kesalahpahaman."Diduga salah paham antara korban DF dengan GB, salah paham karena dituduh pernah berkelahi padahal tidak," kata Arifin saat ditemui wartawan di kantornya, Kamis .Hingga kini, kepolisian masih terus mengumpulkan bukti-bukti tambahan."Langkah-langkah kepolisian yaitu ya mengumpulkan bukti-bukti yang ada sesuai dengan olah TKP," ujar dia.Berdasarkan video berdurasi 25 detik yang beredar, tampak sekelompok siswa berseragam pramuka mengerubungi seorang siswa yang mengenakan kaos olahraga. Salah satu siswa terlihat memukul dan menendang korban, sementara siswa lain tidak mencoba melerai.Aksi ini terjadi di kamar mandi sekolah saat jam istirahat pada Jumat, 7 November 2025. Setelah kejadian, pihak sekolah telah mempertemukan kedua belah pihak untuk proses mediasi.


(prf/ega)