Menko Airlangga: Negara Hadir, Penanganan Bencana Sumatera Harus Cepat dan Terukur

2026-01-12 04:42:56
Menko Airlangga: Negara Hadir, Penanganan Bencana Sumatera Harus Cepat dan Terukur
JAKARTA, - Pemerintah mempercepat penanganan bencana banjir dan longsor yang melanda Sumatera, seiring dengan pelepasan bantuan logistik yang dilakukan sebanyak kurang lebih 40 ton, yang terdiri dari makanan, minuman, dan alat kesehatan.Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai bahwa pengiriman bantuan ini bukan hanya operasi rutin, tetapi bentuk nyata kehadiran negara untuk memastikan keselamatan masyarakat di atas segalanya.Airlangga mengatakan, kolaborasi lintas kementerian dan lembaga menjadi kunci agar penanganan darurat berlangsung cepat, terutama karena dampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat tergolong parah, termasuk korban meninggal, hilang, dan kerusakan infrastruktur.“Bencana kali ini membutuhkan respons yang terkoordinasi dan terukur. Pemerintah bergerak bersama TNI, Polri, BNPB, hingga pemerintah daerah untuk memastikan bantuan cepat sampai ke masyarakat,” ujarnya dalam acara pelepasan bantuan di Jakarta pada Selasa .Airlangga mengatakan, bantuan yang dikirim meliputi paket logistik darurat, perlengkapan sanitasi, obat-obatan, hingga bahan makanan siap konsumsi.Pengiriman dilakukan menggunakan pesawat Hercules untuk mempercepat distribusi ke titik-titik yang akses jalannya terputus.Selain upaya darurat, Airlangga menyoroti pentingnya stabilitas kebutuhan dasar masyarakat, terutama pangan, agar tidak terjadi gejolak harga di wilayah terdampak.Pemerintah juga menginstruksikan percepatan pemulihan jalur logistik, termasuk pembukaan akses jalan utama dan penyediaan sarana transportasi untuk distribusi bantuan lanjutan.Airlangga menegaskan bahwa penanganan bencana tidak boleh terjebak dalam prosedur panjang. “Di situasi seperti ini, yang terpenting adalah nyawa dan kebutuhan dasar masyarakat. Semua pihak harus bergerak cepat,” katanya.Ia juga meminta pemerintah daerah memperkuat pelaporan kebutuhan lapangan agar bantuan yang dikirim tepat sasaran.Pemerintah pusat, lanjutnya, siap menambah dukungan jika kondisi di lapangan masih mengkhawatirkan.Bantuan tersebut berasal dari kolaborasi antara Kemenko Perekonomian bersama berbagai mitra dan donatur, antara lain GAPMMI, API, APRINDO, Astra, dan Yayasan Matauli, serta sejumlah perusahaan yang telah menunjukkan solidaritas luar biasa.Airlangga turut mengapresiasi kontribusi dunia usaha dan BUMN yang ikut memperkuat rantai bantuan.Sebelumnya, pemerintah berkolaborasi dengan pihak swasta juga telah mengirimkan sebanyak 160 ton bantuan kebutuhan pokok, termasuk 50 unit Starlink hingga 22 ribu paket makanan TNI.


(prf/ega)