Bingung Tertinggal Kereta di Rangkasbitung, Tak Mampu Bayar Rp 500 Ribu, Agung Habiskan Malam di Stasiun

2026-01-17 04:05:54
Bingung Tertinggal Kereta di Rangkasbitung, Tak Mampu Bayar Rp 500 Ribu, Agung Habiskan Malam di Stasiun
LEBAK, – Agung (33) duduk dengan gelisah di kursi ruang tunggu Stasiun Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Selasa malam.Ponsel di tangannya terus menempel di telinga, nada bicaranya cepat, sayup terdengar mengabarkan kepada seseorang bahwa dia tertinggal kereta di Stasiun Rangkasbitung.Sesekali dia berjalan ke arah petugas, memastikan apakah benar tidak ada kereta lagi yang menuju Jakarta malam ini.Jawabannya membuat dia kecewa;KRL terakhir dari Rangkasbitung ke Tanah Abang berangkat pukul 22.02 WIB.Sementara saat itu waktu menunjukkan pukul 23.15. Dia baru saja turun dari kereta lokal Merak.Rencananya, dia hendak ke Kebayoran dengan naik KRL transit di Rangkasbitung.Baca juga: Penataan Stasiun, Perlintasan Sebidang di Pasar Rangkasbitung Ditutup Desember 2025"Enggak tahu kalau sudah tidak ada kereta ke Kebayoran, adanya ke Parungpanjang, tetapi masih jauh sekali ke tujuan saya," kata Agung saat berbincang dengan Kompas.com di Stasiun Rangkasbitung, Selasa malam.Agung berasal dari Kalianda, Lampung, dan hendak berkunjung ke rumah kerabatnya di Kebayoran.Dia mengaku ini adalah kali pertama mencoba naik kereta dari Merak karena merupakan yang paling murah.Saat mengetahui bahwa dia tertinggal kereta terakhir ke Jakarta, Agung sempat mencari tahu transportasi alternatif, tetapi tidak ada selain taksi online."Bus sudah tidak ada, ada taksi online tadi dibilang tarifnya Rp 500.000 ke Jakarta, enggak mampu saya bayar," kata dia.Agung akhirnya memutuskan untuk menginap di Stasiun Rangkasbitung malam itu.Menurut dia, kursi ruang tunggu bisa jadi tempat istirahat untuk menunggu keberangkatan KRL ke Kebayoran besok pagi pukul 04.00 WIB.Baca juga: Wagub Banten Segel Tambang Ilegal di Depan Tol Rangkasbitung: Kami Kira LegalDi ruang tunggu tersebut, juga terdapat sejumlah penumpang lain yang bernasib sama seperti Agung, tertinggal KRL maupun KA Lokal Merak.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Bodinya juga dibuat ringan, hanya 29 gram tanpa strap, dengan rangka aluminium alloy dan satu tombol crown stainless steel untuk navigasi.Honor membekali Watch X5 dengan sertifikasi IP68 + 5ATM, sehingga aman untuk berenang maupun dipakai aktivitas outdoor.Di sektor fitur, Honor Watch X5 membawa sensor lengkap mulai dari PPG heart-rate monitor, SpO2, kompas, gyroscope, barometer, hingga accelerometer.Jam tangan ini mendukung lebih dari 120 mode olahraga, lengkap dengan fitur route recording, panduan stretching, dan voice coaching saat pengguna berlatih.Untuk kesehatan, Watch X5 menyediakan pemantauan detak jantung 24 jam, saturasi oksigen, stres, analisis tidur, hingga pelacakan kesehatan wanita. Semua data dapat dipantau melalui aplikasi Honor Health.Navigasi outdoor makin akurat berkat dukungan GNSS lima sistem (BeiDou, GPS, GLONASS, GALILEO, QZSS). Konektivitasnya didukung Bluetooth 5.3 untuk panggilan telepon, serta NFC yang dapat dipakai untuk akses pintu atau pembayaran offline di wilayah tertentu.Honor Fitur lengkap Honor Watch X5.Daya tahan baterainya juga cukup panjang. Honor mengeklaim Watch X5 bisa bertahan hingga 14 hari dalam pemakaian normal, atau sekitar 5 hari jika fitur Always-On Display aktif. Pengisian daya dilakukan lewat konektor magnetik pogo-pin.Baca juga: Ini Dia Coros Pace 4, Smartwatch Ringan untuk Pelari dengan GPS Lebih AkuratFitur tambahan lainnya mencakup remote camera shutter, pemutar musik, mode Do Not Disturb, hingga mini-games.Honor Watch X5 kompatibel dihubungkan dengan smartphone Android 9.0 ke atas dan iPhone yang menjalankan iOS 13 ke atas.Jam tangan ini tersedia dalam dua warna, yaitu Phantom Black dan Moonlight White dengan tali silikon, seperti dihimpun KompasTekno dari GizmoChina.

| 2026-01-17 03:31