Bibit Siklon Tropis 93S Berpotensi Jadi Siklon Malam Ini, BMKG Ungkap Wilayah yang Terdampak Gelombang Tinggi

2026-01-12 03:56:54
Bibit Siklon Tropis 93S Berpotensi Jadi Siklon Malam Ini, BMKG Ungkap Wilayah yang Terdampak Gelombang Tinggi
- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) masih memantau Bibit Siklon Tropis 93S yang berada di sekitar wilayah Indonesia dan berpotensi berkembang menjadi siklon tropis dalam beberapa hari ke depan.Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani, menjelaskan bahwa bibit siklon ini memiliki peluang besar untuk menguat dalam rentang waktu 24 hingga 72 jam mendatang.Bibit Siklon Tropis 93S pertama kali terdeteksi pada 11 Desember 2025 pukul 07.00 WIB di Samudra Hindia, tepatnya di selatan wilayah Bali hingga Nusa Tenggara Barat.“Pada Senin pukul 07.00 WIB, pusat sirkulasi sistem ini berada di sekitar 12,3 derajat lintang selatan dan 102,6 derajat bujur timur, atau di Samudra Hindia barat daya Jawa Barat,” ujar Andri kepada Kompas.com.BMKG mencatat kecepatan angin maksimum di sekitar sistem ini mencapai 35 knot atau sekitar 65 kilometer per jam, dengan tekanan udara minimum 998 hPa.Selain itu, angin kencang dengan kategori gale force (cukup kuat untuk menyebabkan kondisi berbahaya, terutama di daerah laut dan pesisir), juga terpantau di sekitar bibit siklon, terutama di bagian timur laut dan tenggara pusat sirkulasi.Baca juga: BMKG: Bibit Siklon Tropis 93S Menguat, Berpotensi Jadi Siklon Aktif pada 21 Desember 2025BMKG menjelaskan bahwa dalam 12 jam terakhir, aktivitas awan hujan pada Bibit Siklon Tropis 93S memang sempat naik dan turun.Pada Minggu malam hingga Senin pagi, terlihat penurunan awan tebal dan hujan lebat di sekitar pusat sistem, namun kondisi ini tidak menghilangkan potensi penguatan secara keseluruhan.Menurut Andri, pola angin dari lapisan bawah hingga ketinggian sekitar 500 hPa menunjukkan sirkulasi tertutup yang tersusun rapi, yang menjadi salah satu ciri sistem mulai terorganisasi dengan baik.Di lapisan atas atmosfer, angin terpantau relatif lemah, yang justru mendukung terbentuknya aliran udara keluar (outflow) yang kuat.“Outflow channel masih terlihat di sisi utara sistem, ini menandakan bahwa meskipun awan hujannya fluktuatif, bibit siklon ini tetap memiliki potensi tinggi untuk berkembang menjadi siklon tropis,” jelas Andri.Faktor lain yang memperkuat sistem ini adalah suhu permukaan laut yang hangat, berkisar antara 28 hingga 30 derajat Celsius, serta kelembapan udara yang tinggi di lapisan bawah atmosfer.Selain itu, pengaruh gelombang Kelvin dan fenomena Madden–Julian Oscillation (MJO) yang dikenal sebagai pemicu cuaca ekstrem di wilayah tropis, juga ikut mendorong penguatan sistem ini.BMKG memprakirakan Bibit Siklon Tropis 93S akan kembali menguat secara perlahan setelah sempat melemah sementara.Dalam 24 jam ke depan, kecepatan angin maksimum diperkirakan meningkat hingga sekitar 50 knot atau setara 92 kilometer per jam.


(prf/ega)