Jemput Astronaut yang Masih Terdampar di Luar Angkasa, China Luncurkan Roket

2026-02-03 21:26:57
Jemput Astronaut yang Masih Terdampar di Luar Angkasa, China Luncurkan Roket
BEIJING, - China melakukan peluncuran darurat pesawat antariksa tanpa awak pada Selasa untuk memastikan tiga astronaut yang masih berada di Stasiun Luar Angkasa Tiangong memiliki opsi pulang yang aman, setelah kapsul Shenzhou-20 rusak akibat puing antariksa.Peluncuran ini merupakan percepatan dari jadwal resmi yang seharusnya baru berlangsung dua tahun lagi. Situasi darurat muncul setelah kapsul kembali Shenzhou-20 rusak diduga akibat hantaman puing antariksa, membuat wahana Shenzhou-21 harus dikirim guna menjemput para astronaut yang gagal pulang ke bumi.Baca juga: 3 Astronaut China Gagal Pulang ke Bumi, Kapsul Tabrak Puing AntariksaNamun, misi itu membuat astronaut pengganti dari Shenzhou-21 masih berada di Stasiun Tiangong.Roket Long March-2F yang membawa wahana Shenzhou-22 lepas landas pada Selasa  siang waktu setempat dari Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan di barat laut China, sebagaimana ditayangkan oleh Televisi Nasional CCTV. Selama ini, rangkaian misi Shenzhou digunakan untuk mengangkut dan mengganti kru Stasiun Luar Angkasa Tiangong setiap enam bulan sekali.Awalnya, Shenzhou-22 dijadwalkan sebagai misi berawak pada 2026. Namun, peluncuran dipercepat setelah adanya dugaan hantaman puing orbit terhadap kapsul kembali Shenzhou-20, yang menjadikannya tidak aman untuk proses kepulangan ke Bumi. PEDRO PARDO/AFP Para astronot misi luar angkasa Shenzhou-20 China (dari kiri ke kanan) Wang Jie, Chen Zhongrui, dan Chen Dong, melambaikan tangan saat upacara keberangkatan sebelum menaiki bus menuju pesawat luar angkasa Shenzhou-20 di Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan di Gurun Gobi, China barat laut, pada 24 April 2025. China mengirimkan tim astronot baru ke stasiun luar angkasanya pada 24 April, seiring langkah negara tersebut menuju ambisinya untuk menjadi kekuatan luar angkasa yang menyaingi dominasi Amerika Serikat.Insiden tersebut sempat membuat kru Shenzhou-20 terdampar di orbit lebih lama daripada jadwal resmi.Baca juga: 3 Astronot China yang Tertahan akibat Kapsul Rusak Akhirnya Kembali ke BumiSetelah terdampar di luar angkas, tim Shenzhou-20 akhirnya dapat kembali ke Bumi pada 14 November menggunakan wahana Shenzhou-21, sembilan hari lebih lambat dari rencana awal. Namun, kondisi itu meninggalkan kru pengganti tanpa kendaraan pulang yang dapat diandalkan. Peluncuran Shenzhou-22 memastikan tiga astronaut yang kini berada di Tiangong — Zhang Lu, Wu Fei, dan Zhang Hongzhang — memiliki opsi kembali yang aman.Menurut China Manned Space Agency pada Senin sebelum peluncuran, ketiga astronaut tersebut berada dalam kondisi baik dan “bekerja secara normal”.China menjadi negara ketiga yang berhasil mengirim manusia ke orbit setelah Amerika Serikat dan Uni Soviet. Namun sejak 2011, negara itu dikeluarkan dari program Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) akibat larangan pemerintah AS terhadap NASA untuk bekerja sama dengan Beijing. Sebagai langkah memperluas kolaborasi global, China menandatangani kesepakatan dengan Pakistan pada Februari lalu untuk merekrut “taikonaut” asing pertama yang akan bergabung dalam program antariksa nasionalnya.Baca juga: Nasib 3 Astronaut China Usai Gagal Pulang ke Bumi


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Irwan mengaku bersyukur atas penghargaan yang telah diraih. Ia menekankan bahwa fokus utama perusahaan dimulai dari internal, yaitu kebahagiaan dan kesehatan karyawan, sebelum meluas ke masyarakat.“Ketika saya ditanya dewan juri, saya sampaikan bahwa fokus utama kami adalah membahagiakan dan menjaga kesehatan karyawan terlebih dahulu. Kalau karyawan yang dekat dengan kami saja tidak sehat dan bahagia, bagaimana kami bisa mengurus masyarakat yang lebih luas.” ujar Irwan kepada Kompas.com, Rabu.Irwan menambahkan, penghargaan yang diraih pihaknya  merupakan kerja kolektif seluruh karyawan dan tim.“Persyaratannya sangat banyak, ada 17 goals dan 169 target. Mustahil dicapai tanpa komitmen bersama,” kata Irwan.Pihaknya pun senantiasa mendorong seluruh elemen perusahaan berpartisipasi dalam berbagai upaya pencapaian SDGs, terutama terkait kesejahteraan sosial dan pengentasan kemiskinan.Baca juga: Anggota Komisi IX DPR Kagumi Standar Produksi Sido MunculSido Muncul juga menegaskan komitmennya untuk membantu program nasional, melalui program penanganan stunting dan tidak mengambil bagian dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).“Kami memilih memberikan bantuan berupa dana agar ibu-ibu bisa membeli kebutuhan gizi yang sesuai. Tahun depan kontribusi kami akan ditingkatkan,” katanya./Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat memegang piala penghargaan Terbaik I kategori Badan Usaha Besar Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 berkat keberhasilan program Smartani. Program Smartani yang mengantarkan Sido Muncul meraih juara pertama merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat yang mencakup sektor hulu hingga hilir. Program ini telah diinisiasi sejak 2021 dan menyasar kelompok tani di wilayah Semarang.Saat ini, sedikitnya 3.000 petani dan peternak telah mendapat pendampingan dari Sido Muncul.“Di tingkat hilir, kami membina karyawan untuk menjadi distributor. Sekarang ada sekitar 60 hingga 70 distributor yang dulunya karyawan kami dan kini sudah mandiri,” ungkap Irwan.Baca juga: Hadirkan Terang, Sido Muncul Gelar Operasi Katarak GratisManajer Lingkungan Sido Muncul, Amri Cahyono, menegaskan bahwa komitmen perusahaan terhadap SDGs diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.Ia menyampaikan bahwa perusahaan secara konsisten memperkuat kontribusi terhadap 17 tujuan SDGs.“Program Smartani kami gagas untuk mewujudkan visi perusahaan, yaitu memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Hingga saat ini, Sido Muncul telah memenuhi seluruh 17 tujuan SDGs,” ujarnya.Amri menjelaskan bahwa Smartani di Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Semarang, dikembangkan dengan pendekatan nature-based solution. Implementasinya dimulai dengan social mapping untuk memetakan potensi lokal.“Di desa ini ada kelompok petani alpukat, peternak sapi perah, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ‘Mbok Jajan’ yang sebelumnya terdampak Covid-19. Kami memberikan pelatihan agar mereka dapat kembali produktif, dan kini produk mereka sudah memasok ke Sido Muncul,” terang Amri.Baca juga: Konsisten Bantu Tangani Katarak, Sido Muncul Kembali Raih Perdami Award/Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat bersama tim dalam ajang Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 di Jakarta, Rabu .

| 2026-02-03 19:10