Jeruk Madu Yichang, Bukti Keberhasilan Mengubah Kawasan Transmigrasi Jadi Sentra Ekonomi Dunia

2026-01-17 02:46:29
Jeruk Madu Yichang, Bukti Keberhasilan Mengubah Kawasan Transmigrasi Jadi Sentra Ekonomi Dunia
- Keberhasilan Kota Yichang di Provinsi Hubei, China, mengembangkan komoditas jeruk madu menjadi bukti bahwa kawasan transmigrasi dapat tumbuh menjadi pusat ekonomi baru yang berdaya saing global.Hal tersebut disampaikan Menteri Transmigrasi (Mentrans) M Iftitah Sulaiman Suryanagara saat berkunjung ke Desa Guan­Zhuang di Kota Yichang, salah satu kawasan transmigrasi modern yang sukses memberdayakan masyarakat melalui pendekatan kawasan dan industrialisasi.“Jeruk madu Yichang menjadi salah satu contoh nyata keberhasilan tersebut. Awalnya, sejak 1978, masyarakat lokal mengelola perkebunan jeruk dengan cara tradisional dan hasil yang masih terbatas. Namun sejak 2000, Pemerintah China memberikan dukungan menyeluruh melalui pelatihan, transfer teknologi, dan kolaborasi antara transmigran dan warga lokal,” katanya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Selasa .Hasilnya terlihat signifikan. Pendapatan petani jeruk di Yichang kini mencapai rata-rata 30.000 dollar Amerika Serikat (AS) per tahun, atau lebih dari dua kali lipat pendapatan rata-rata nasional China yang sekitar 13.000 dollar AS per tahun.Baca juga: Pemerintah Indonesia Ajak Mahasiswa China Ikut Bangun Kawasan Transmigrasi PapuaJeruk madu Yichang kini tidak hanya memenuhi pasar domestik, tetapi juga menjadi komoditas ekspor unggulan ke Rusia serta sejumlah negara Asia, termasuk Indonesia (Lampung).“Yichang bukan kota besar, tetapi mampu tumbuh pesat karena perhatian serius pemerintah dalam menata ulang kehidupan masyarakat hasil relokasi. Dari sini kita belajar bahwa transmigrasi bisa menjadi penggerak ekonomi jika dibarengi pendidikan, pelatihan, dan pendampingan teknologi,” ujar Iftitah.Keberhasilan jeruk madu Yichang menjadi simbol bahwa transmigrasi bukan sekadar program relokasi penduduk, melainkan proses transformasi sosial-ekonomi yang mampu mengangkat masyarakat dari kemiskinan menuju kemandirian berbasis potensi wilayah.Model pemberdayaan seperti di Yichang ini menunjukkan bagaimana transmigrasi dapat meningkatkan kesejahteraan jika diarahkan pada pengembangan komoditas unggulan lokal dengan dukungan industrialisasi dan konektivitas kawasan.Baca juga: Pemerintah Indonesia Ajak Mahasiswa China Ikut Bangun Kawasan Transmigrasi PapuaKementerian Transmigrasi (Kementrans) berencana mengadopsi model tersebut untuk diterapkan di sejumlah kawasan transmigrasi Indonesia, khususnya di Papua dan Indonesia Timur, melalui kemitraan antara investor asing, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dan masyarakat lokal.“Pendekatannya bukan hanya investasi fisik, tetapi juga pembangunan manusia. Modal dan teknologi boleh datang dari luar, tetapi tenaga kerja dan keberlanjutan tetap menjadi milik masyarakat kita,” imbuh Iftitah.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Irwan mengaku bersyukur atas penghargaan yang telah diraih. Ia menekankan bahwa fokus utama perusahaan dimulai dari internal, yaitu kebahagiaan dan kesehatan karyawan, sebelum meluas ke masyarakat.“Ketika saya ditanya dewan juri, saya sampaikan bahwa fokus utama kami adalah membahagiakan dan menjaga kesehatan karyawan terlebih dahulu. Kalau karyawan yang dekat dengan kami saja tidak sehat dan bahagia, bagaimana kami bisa mengurus masyarakat yang lebih luas.” ujar Irwan kepada Kompas.com, Rabu.Irwan menambahkan, penghargaan yang diraih pihaknya  merupakan kerja kolektif seluruh karyawan dan tim.“Persyaratannya sangat banyak, ada 17 goals dan 169 target. Mustahil dicapai tanpa komitmen bersama,” kata Irwan.Pihaknya pun senantiasa mendorong seluruh elemen perusahaan berpartisipasi dalam berbagai upaya pencapaian SDGs, terutama terkait kesejahteraan sosial dan pengentasan kemiskinan.Baca juga: Anggota Komisi IX DPR Kagumi Standar Produksi Sido MunculSido Muncul juga menegaskan komitmennya untuk membantu program nasional, melalui program penanganan stunting dan tidak mengambil bagian dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).“Kami memilih memberikan bantuan berupa dana agar ibu-ibu bisa membeli kebutuhan gizi yang sesuai. Tahun depan kontribusi kami akan ditingkatkan,” katanya./Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat memegang piala penghargaan Terbaik I kategori Badan Usaha Besar Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 berkat keberhasilan program Smartani. Program Smartani yang mengantarkan Sido Muncul meraih juara pertama merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat yang mencakup sektor hulu hingga hilir. Program ini telah diinisiasi sejak 2021 dan menyasar kelompok tani di wilayah Semarang.Saat ini, sedikitnya 3.000 petani dan peternak telah mendapat pendampingan dari Sido Muncul.“Di tingkat hilir, kami membina karyawan untuk menjadi distributor. Sekarang ada sekitar 60 hingga 70 distributor yang dulunya karyawan kami dan kini sudah mandiri,” ungkap Irwan.Baca juga: Hadirkan Terang, Sido Muncul Gelar Operasi Katarak GratisManajer Lingkungan Sido Muncul, Amri Cahyono, menegaskan bahwa komitmen perusahaan terhadap SDGs diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.Ia menyampaikan bahwa perusahaan secara konsisten memperkuat kontribusi terhadap 17 tujuan SDGs.“Program Smartani kami gagas untuk mewujudkan visi perusahaan, yaitu memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Hingga saat ini, Sido Muncul telah memenuhi seluruh 17 tujuan SDGs,” ujarnya.Amri menjelaskan bahwa Smartani di Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Semarang, dikembangkan dengan pendekatan nature-based solution. Implementasinya dimulai dengan social mapping untuk memetakan potensi lokal.“Di desa ini ada kelompok petani alpukat, peternak sapi perah, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ‘Mbok Jajan’ yang sebelumnya terdampak Covid-19. Kami memberikan pelatihan agar mereka dapat kembali produktif, dan kini produk mereka sudah memasok ke Sido Muncul,” terang Amri.Baca juga: Konsisten Bantu Tangani Katarak, Sido Muncul Kembali Raih Perdami Award/Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat bersama tim dalam ajang Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 di Jakarta, Rabu .

| 2026-01-17 01:55