Di Depan Wapres Gibran, Menkes RI Ungkap Angka Stunting Turun Selama 10 Tahun Terakhir

2026-02-02 07:56:58
Di Depan Wapres Gibran, Menkes RI Ungkap Angka Stunting Turun Selama 10 Tahun Terakhir
JAKARTA, - Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa angka stunting turun selama 10 tahun terakhir.Hal ini dipaparkannya di hadapan Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Nasional Percepatan Penurunan Stunting di Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Jakarta, Rabu ."Pada hari ini kita juga merasa bangga karena angka stunting kita sejak tahun 2013, Bapak Wakil Presiden, yang angkanya 37 persen, untuk pertama kalinya tahun 2024 kemarin, sesudah 10 tahun akhirnya bisa turun pertama kali di bawah 20 persen, 19 persenan," papar Menkes RI.Baca juga: Kelakar Menkes, ASN Kemenkes yang Buncit Bakal Diajak LariBudi turut menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terkait, khususnya kepada seluruh tenaga medis dan tenaga kesehatan di seluruh Indonesia.Di Hari Kesehatan ini, ia juga mengingatkan agar semua pihak terkait terus mengupayakan menekan angka stunting hingga mencapai target yang ditetapkan pemerintah."Dan titip, jangan lupa targetnya 5 tahun ke depan harus mencapai 14 persen," ucap dia.Dia mengajak semua pihak, mulai dari tenaga kesehatan hingga pemerintah pusat dan daerah, untuk bersama-sama mengejar target angka 14 persen ini.Baca juga: Menkes Sebut Indonesia Masih Kekurangan Dokter Gigi dan Dokter Spesialis"Sehingga nanti anak-anak kita di tahun 2045 semuanya sehat, tidak ada yang stunting, pintar-pintar semua, sehingga bisa menjadi bangsa yang mencapai target Bapak Presiden, yaitu Indonesia emas tahun 2045," paparnya.Acara ini dihadiri jajaran kementerian/lembaga serta jajaran kepala daerah dari tingkat desa, kabupaten/kota, dan provinsi secara langsung maupun virtual.Selain Wapres RI, beberapa menteri lain yang hadir adalah Menteri Koordinator PMK Pratikno, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Wihaji, hingga Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Selain kecepatan internet mobile, DataReportal x Ookla ini juga mengungkap kecepatan internet kabel (fixed broadband) di Indonesia.Adapun median download speed internet kabel di Indonesia kini tercatat di 39,88 Mbps, naik 24,4 persen dari tahun lalu.Sementara median upload kini tercatat di angka 26,61 Mbps (naik 37,4 persen) dan latensi di angka 7 ms (turun 12,5 persen).Perlu dicatat, laporan ini menggunakan pengukuran median. Ini merujuk pada kecepatan rata-rata tengah ketika pengguna mengunduh data dari internet ke perangkat.Berbeda dengan rata-rata biasa (mean) yang bisa dipengaruhi oleh hasil pengukuran ekstrem, median menunjukkan angka tengah dari seluruh tes kecepatan.Artinya, setengah pengguna di Indonesia mendapatkan kecepatan unduh di bawah 45,01 Mbps, dan setengahnya lagi di atas angka tersebut, ketika menggunakan data seluler. Dengan cara ini, data dianggap lebih merepresentasikan pengalaman nyata pengguna sehari-hari.speedtest Dalam kategori internet seluler, Bekasi menempati posisi ke -118 (dari 148 kota) secara global, sekaligus menjadi yang tertinggi di Indonesia dengan kecepatan unduh (download speed) median 54,59 MbpsDalam laporan Ookla yang dipublikasi secara terpisah, Bekasi dan Jakarta Selatan (Jaksel) tercatat sebagai kota dengan internet tercepat di Indonesia, kecepatannya tembus di atas 50 Mbps untuk data seluler.Baca juga: Kecepatan Internet Indonesia Meningkat 10 Kali Lipat sejak 2014Laporan Speedtest merinci, dalam kategori internet seluler, Bekasi punya nilai tengah download speed 54,59 Mbps. Sementara Jaksel dengan 52,29 Mbps.Selain itu, Speedtest juga mengukur angka tengah kecepatan unggah (upload speed) dan latensi.Menurut laporan Speedtest, Bekasi punya kecepatan unggah 21,05 Mbps dan latensi 18 ms. Sementara, Jaksel punya kecepatan unggah 17,84 Mbps dan latensi 20 ms.Capaian ini menjadikan keduanya sebagai representasi kota dengan internet tercepat di Indonesia, meski secara global posisinya masih di papan bawah.

| 2026-02-02 07:06