Cerita Polantas Angkat Ban Pemotor Ngeyel Lawan Arah di Cibinong

2026-01-17 08:20:50
Cerita Polantas Angkat Ban Pemotor Ngeyel Lawan Arah di Cibinong
Aksi polisi lalu lintas (polantas) yang mengangkat ban motor pemotor ngeyel maksa melawan arah viral di media sosial (medsos). Peristiwa tersebut terjadi jalur satu arah belakang Pasar Cibinong, Bogor, Jawa Barat (Jabar).Sosok polisi dalam video viral adalah Bripka Nanda Rizwan, anggota patwal Satlantas Polres Bogor. Pria kelahiran Bogor ini menyebut momen itu terjadi ketika sedang patroli rutin, pada Senin (24/11) pagi."Jadi kita memang arahan dari pimpinan, dari Pak Kapolres, dari Pak Kasat Lantas, kita ada patroli rutin dilaksanakan dengan tujuan salah satunya untuk mengurangi pelanggaran-pelanggaran kasat mata seperti lawan arah, nggak pakai helm. Jadi untuk mengurangi juga angka kecelakaan di wilayah Kabupaten Bogor," kata Bripka Nanda ketika dihubungi detikcom, Selasa (2/12/2025).Ketika tiba di lokasi, kata Nanda, ia mendapati sejumlah pemotor melawan arah dan langsung menghalau. Beberapa pemotor memutar balik setelah diberi aba-aba menggunakan tangan, tetapi satu pemotor tampak tetap ngeyel memaksa melawan arah."(Pemotor) Yang lain tuh berhenti, menepi, ada yang muterin motor segala macem. Nah, motor merah ini malah nge-gas, otomatis saya turun. Makanya sebelum dia lewat samping motor saya, saya langsung turun tuh. Saya pikir dia bakal berhenti, ternyata nggak," kata lulusan Pendidikan Bintara 2006 ini."Dia malah ngegas kan, makanya saya tahan tuh depannya tuh, pakai tangan. Saya minta putar motor, malah ketawa-ketawa itu orangnya. Makanya saya angkat itu ban depannya, refleks saya angkat (ban depan motor), saya putar ke arah yang benar," lanjutnya.Nanda mengaku menaruh perhatian terhadap pelanggar yang melawan arah di jalan raya. Jenis pelanggaran ini, kata Nanda, paling banyak dikeluhkan masyarakat karena membahayakan diri sendiri, orang lain hingga menimbulkan kecelakaan."Karena kan pelawan arah ini sekarang agak meresahkan masyarakat juga nih. Kalau misalkan orang lain nggak pakai helm atau istilahnya bonceng tiga atau apa, mereka (masyarakat) tidak terlalu peduli lah, cuma kalau sudah lawan arah, masyarakat agak concern ya, karena kan itu bisa ngebahayakan orang lain juga," kata Nanda."Makanya sekarang kita juga, terutama saya, concern untuk yang lawan arah-lawan arah ini. Minimal dengan adanya video-video saya itu minimal orang mengurangi lah yang tadinya mau lawan arah," imbuhnya. Nanda menyebutkan, banyak terekam dalam video pelanggar lalu lintas mau mengurungkan niatnya karena melihat petugas. Nanda berharap masyarakat mau tertib berlalu lintas bukan alasan takut ditilang, melainkan menghindari kecelakaan bagi diri sendiri dan orang lain."Keinginan kami, ya terutama saya, kalau bisa masyarakat itu jangan takut ditilang, tapi takut kecelakaan. Karena kalau takut ditilang atau takut polisi, di mana nggak ada polisi, mereka akan melakukan pelanggaran," kata Nanda."Tapi kalau masyarakat ini sudah berpikir, saya kalau lawan arah nanti tiba-tiba kecelakaan, saya ketabrak, saya cacat, saya meninggal, ah mendingan nggak jadi deh lawan arah. Lebih jauh sedikit nggak apa-apa, tapi lebih aman, kan begitu kan prinsipnya," imbuhnya.Diberitakan sebelumnya, aksi pemotor ngeyel viral karena memaksa melawan arah meskipun ada petugas kepolisian yang sedang berpatroli. Pemotor tanpa helm itu dioutar paksa dengan cara diangkat ban depan motornya ke arah yang benar.Peristiwa tersebut terjadi di belakang Pasar Cibinong, Bogor pada Senin (24/12) lalu. Jalur tersebut merupakan jalur satu arah untuk pengendara. Tonton juga video "Viral Pelatih Taekwondo Dipukul Pemotor Lawan Arah di Jaksel"[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Kondisi di Indonesia sangat berbeda. Sejumlah perguruan tinggi besar masih sangat bergantung pada dana mahasiswa. Struktur pendapatan beberapa kampus besar menggambarkan pola yang jelas:Data ini memperlihatkan satu persoalan utama: mahasiswa masih menjadi “mesin pendapatan” kampus-kampus di Indonesia. Padahal di universitas top dunia, tuition hanya berkontribusi sekitar 20–25 persen terhadap total pemasukan.Ketergantungan ini menimbulkan tiga risiko besar. Pertama, membebani keluarga mahasiswa ketika terjadi kenaikan UKT. Kedua, membatasi ruang gerak universitas untuk berinvestasi dalam riset atau membangun ekosistem inovasi. Ketiga, membuat perguruan tinggi sangat rentan terhadap tekanan sosial, ekonomi, dan politik.Universitas yang sehat tidak boleh berdiri di atas beban biaya mahasiswa. Fondasi keuangannya harus bertumpu pada riset, industri, layanan kesehatan, dan endowment.Baca juga: Biaya Kuliah 2 Kampus Terbaik di di Indonesia dan Malaysia, Mana yang Lebih Terjangkau?Agar perguruan tinggi Indonesia mampu keluar dari jebakan pendanaan yang timpang, perlu dilakukan pembenahan strategis pada sejumlah aspek kunci.1. Penguatan Endowment Fund Endowment fund di Indonesia masih lemah. Banyak kampus memahaminya sebatas donasi alumni tahunan. Padahal, di universitas besar dunia, endowment adalah instrumen investasi jangka panjang yang hasilnya mendanai beasiswa, riset, hingga infrastruktur akademik. Untuk memperkuat endowment di Indonesia, diperlukan insentif pajak bagi donatur, regulasi yang lebih fleksibel, dan strategi pengembangan dana abadi yang profesional serta transparan.2. Optimalisasi Teaching Hospital dan Medical Hospitality

| 2026-01-17 07:33