— Tahun 2025 menjadi periode luar biasa sibuk bagi dunia penjelajahan luar angkasa. Berbagai pencapaian besar berhasil diukir, mulai dari pendaratan bulan swasta pertama yang sukses hingga debut roket kelas berat New Glenn milik Blue Origin.Namun, terselip catatan kelam berupa serangkaian kegagalan yang dramatis.Sepanjang tahun ini, tercatat ada 12 peristiwa roket dan pesawat luar angkasa yang mengalami kecelakaan, hancur, atau gagal mencapai tujuan.Meski terdengar mengerikan, dunia sains melihat kegagalan ini sebagai bagian dari proses pembelajaran yang tak terhindarkan.Baca juga: Tembakan Roket China ke Selat Taiwan Kagetkan Warga, Terdengar Suara KerasBerikut 12 peristiwa roket dan pesawat luar angkasa yang mengalami kegagalan seperti dikutip Space.com.ISRO via Space.com India berupaya meluncurkan satelit radar pengamat Bumi pada 17 Mei 2025, namun kendala pada roket misi tersebut mengakibatkan peluncuran gagal.Roket PSLV-XL milik India meluncur dari Satish Dhawan Space Centre pada 17 Mei 2025, mengemban misi membawa satelit radar pengamat Bumi, EOS-09, untuk Organisasi Penelitian Luar Angkasa India (ISRO).Namun, EOS-09 gagal mencapai tujuannya: roket PSLV-XL mengalami kendala pada tahap ketiganya sekitar enam menit setelah terbang, yang mengakibatkan satelit tersebut hilang.Firefly segera mendiagnosis masalah tersebut dan bersiap untuk menerbangkan kembali Alpha. Namun, perusahaan tersebut justru kembali tertimpa musibah pada 29 September: pendorong tahap pertama untuk Penerbangan 7 meledak di landasan saat menjalani pengujian.Perusahaan melacak penyebab masalah tersebut pada sebuah "kesalahan proses" selama integrasi. Firefly kini menargetkan untuk meluncurkan Penerbangan 7 (dengan tahap pertama yang berbeda) pada awal tahun 2026.Baca juga: Roket SpaceX Meledak di Udara, Pesawat Sipil Nyaris CelakaVCG via Space.com Roket Zhuque-2 milik Landspace meluncur dalam misi debutnya yang sukses pada tahun 2023. Roket ini mengalami kegagalan peluncuran pada 14 Agustus 2025. Zhuque-2, roket dua tahap yang dioperasikan oleh perusahaan rintisan (startup) asal China, Landspace, gagal dalam misi keenamnya yang diluncurkan pada 14 Agustus dari Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan di barat laut China.Pihak perusahaan tidak mengungkapkan muatan apa saja yang dibawa oleh roket tersebut.Ini merupakan kegagalan kedua bagi Zhuque-2, yang mesinnya menggunakan bahan bakar metana cair dan oksigen cair, serupa dengan mesin Raptor milik SpaceX yang menjadi tenaga bagi roket raksasa Starship.Galactic Energy Peluncuran roket berbahan bakar padat Ceres-1 kedua milik Galactic Energy dari Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan di Gurun Gobi pada 7 Desember 2021. Peluncuran roket yang ke-22, pada 9 November 2025, gagal. Hampir tiga bulan kemudian, roket China lainnya berakhir dengan kobaran api—yakni Ceres-1, yang dibangun oleh perusahaan berbasis di Beijing, Galactic Energy.Ceres-1 meluncur pada 9 November dari Jiuquan dengan membawa dua satelit pengamat Bumi komersial dan satu wahana antariksa milik sebuah universitas di China.Menurut laporan media, tiga tahap pertama roket berfungsi dengan baik, namun tahap keempat atau tahap terakhir mengalami anomali yang menggagalkan seluruh misi tersebut.
(prf/ega)
12 Kegagalan Misi Luar Angkasa Sepanjang 2025, dari India hingga Australia
2026-01-12 03:58:14
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 04:15
| 2026-01-12 03:35
| 2026-01-12 03:09
| 2026-01-12 01:44










































