Layanan Kesehatan Mulai Dibuka di RSUD Aceh Tamiang Pascabanjir Bandang

2026-01-11 04:12:15
Layanan Kesehatan Mulai Dibuka di RSUD Aceh Tamiang Pascabanjir Bandang
ACEH TAMIANG, - RSUD Aceh Tamiang di Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, mulai bangkit usai terdampak banjir bandang pada akhir November 2025. "Kalau memungkinkan, per awal Februari 2026 sudah bisa sepenuhnya beroperasi mandiri," ungkap Direktur Utama RSUD Aceh Tamiang, dr. Andika Putra, SpPD, kepada Kompas.com di lokasi, Minggu . Adapun RSUD Aceh Tamiang adalah salah satu dari dua rumah sakit di Kabupaten Aceh Tamiang yang terdampak banjir bandang. Namun, baru rumah sakit ini yang mulai kembali membuka pelayanan kesehatan.Baca juga: ILUNI FKUI Turun Langsung Membantu Pemulihan Layanan Kesehatan di RSUD Aceh TamiangSebagai rumah sakit yang menjadi rujukan bagi sebagian besar masyarakat Kabupaten Aceh Tamiang, sangat krusial bagi fasilitas kesehatan ini untuk lekas pulih. "Kami sudah berhasil membuka kembali UGD (Unit Gawat Darurat), kamar OKA (ruang operasi), dan laboratorium. Tiga hari lalu, kami sudah mengembangkan pelayanan rawat inap, sehingga tidak ada lagi penumpukan di UGD," ungkap dr. Andika.Meskipun masih jauh dari kata "optimal", pelayanan kesehatan yang sudah kembali berjalan setidaknya bisa kembali membantu masyarakat yang membutuhkan. Bahkan, dr. Andika tidak menyangka rumah sakit tersebut bisa kembali beroperasi secepat ini, dan pelayanan yang dibuka kembali. Meskipun, saat ini masih ada beberapa kendala, di antaranya adalah lumpur yang masih menutupi banyak area di rumah sakit, dan sistem pembuangan limbah yang belum memadai. "Tapi alhamdulillah luar biasa perkembangan di rumah sakit. Kami tidak menyangka bisa membuka kembali pelayanan kesehatan secepat ini, kami bayangannya tiga bulan baru bisa buka UGD," tutur dr. Andika. Namun, RSUD Aceh Tamiang sudah mulai beroperasi secara perlahan sejak 9 Desember berkat bantuan dari beberapa pihak, salah satunya Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (ILUNI FKUI).Baca juga: Di Balik Kisah Anak Korban Tsunami Aceh yang Sukses, Pentingnya PendampinganAdapun ILUNI FKUI tidak hanya membantu dari segi obat-obatan dan alat kesehatan, tetapi juga menurunkan langsung dokter relawan yang bakal bertugas sampai RSUD Aceh Tamiang bisa beroperasi secara mandiri. "Mudah-mudahan bantuan dari semua bisa bermanfaat bagi masyarakat. Bagi kami, ini sangat membantu karena seluruh tenaga organik masih belum bisa maksimal karena memamg masih tahap pemulihan masing-masing," ungkap dr. Andika. Pasalnya, sebagian besar tenaga kesehatan di rumah sakit ini turut menjadi korban bencana. Mereka masih harus berkutat dengan tempat tinggal yang belum bisa ditinggali lantaran masih berlumpur. "Bantuan dari sejawat merupakan bantuan yang luar biasa," sambung dr. Andika. Pada pertengahan Januari tahun depan, pihak rumah sakit bakal mengupayakan untuk mengembalikan semua tenaga organik, supaya rumah sakit bisa lekas mandiri sesuai perkiraan, yaitu awal Februari.


(prf/ega)