Kaleidoskop 2025: Darurat Pencurian Besi Fasilitas Umum di Jakarta Utara

2026-01-13 09:13:53
Kaleidoskop 2025: Darurat Pencurian Besi Fasilitas Umum di Jakarta Utara
JAKARTA, – Sepanjang 2025, kasus pencurian besi fasilitas umum marak terjadi di wilayah Jakarta Utara.Aksi para pelaku menyasar berbagai infrastruktur publik yang vital bagi keselamatan warga, mulai dari Jembatan Penyeberangan Orang (JPO), pelat besi kolong tol, pagar pembatas jalan, hingga plang pemberhentian transportasi umum.Sejumlah peristiwa pencurian tersebut terekam kamera pengawas (CCTV) maupun video amatir warga, lalu menyebar luas di media sosial.Sebagian kasus diungkap kepolisian dan berujung penahanan pelaku, namun tak sedikit pula yang hingga kini belum jelas penanganannya karena tidak dilaporkan secara resmi.Berikut rangkuman sejumlah kasus pencurian besi fasilitas umum di Jakarta Utara sepanjang 2025:Baca juga: Pramono: JPO Pesanggrahan dan Pangkalan Jati Pakai Conwood, Tak Bisa DicuriPelat besi tangga JPO Kampung Bandan, Jakarta Utara, hilang dicuri maling pada Senin . Hilangnya pelat besi tersebut menjadi perbincangan publik setelah seorang warga membagikan kondisi tangga yang berlubang dan sulit dilintasi ke media sosial.Mirisnya, peristiwa ini bukan kali pertama terjadi di lokasi tersebut."Setahu saya tiga kali besinya hilang terus, terakhir baru dua hari lalu," ucap salah satu pemilik warung makan di bawah JPO Kampung Bandan bernama Holiso (40) saat diwawancarai Kompas.com di lokasi, Rabu .Holiso menduga pencurian terjadi pada malam hari ketika warung telah tutup dan aktivitas warga di sekitar jembatan sepi.Baca juga: Saat Maling Ketagihan Curi Besi JPO Kampung Bandan...Kasus serupa juga terjadi di JPO Jalan Bekasi Raya, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Pelat besi tangga jembatan ini dicuri pada Senin , mengakibatkan delapan anak tangga berlubang dan membahayakan pejalan kaki."Hasil pengecekan didapat adanya beberapa anak tangga yang hilang sebanyak delapan anak tangga," ucap Kapolsek Kelapa Gading Komisaris Seto Handoko saat dikonfirmasi Kompas.com, Senin.Menurut warga, pencurian besi di JPO tersebut sudah terjadi berulang kali dan kerap dilaporkan ke Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui aplikasi JAKI. Namun, karena tidak mendapat respons, warga akhirnya melapor ke pihak kepolisian.Setelah menerima laporan dan mengecek lokasi kejadian, polisi segera melakukan perbaikan sementara."Selanjutnya, dilakukan pemanggilan tukang las untuk diperbaiki, sementara dibuatkan anak tangga dari besi," sambung Seto.Baca juga: Nekatnya Pencuri Pelat Besi JPO Kelapa Gading: Beraksi Siang Hari dan Tak Takut Ditegur/ SHINTA DWI AYU Kolong tol yang pelat besinya dicuri maling di Tanjung Priok, Jakarta Utara.Hilangnya ratusan pelat besi penopang beton kolong tol di RT 10 RW 08, dekat Jakarta International Stadium (JIS), Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara, ramai diperbincangkan pada Selasa .


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Dampak kecelakaan tersebut dinilai sangat fatal. Sebanyak 16 penumpang dinyatakan meninggal dunia. Rinciannya, 15 korban tewas di lokasi kejadian, sementara satu korban lainnya meninggal dunia saat menjalani perawatan medis di RSUD dr. Adhyatma MPH (Tugurejo), Kota Semarang.Selain korban meninggal, sebanyak 17 penumpang lainnya mengalami luka-luka. Dari jumlah tersebut, sembilan korban harus menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Adhyatma MPH (Tugurejo), Kota Semarang.Fakta lain yang terungkap dalam penyelidikan awal adalah latar belakang pengemudi bus. Sopir PO Cahaya Trans tersebut diketahui masih tergolong baru mengemudikan rute Bogor–Yogyakarta.Pengemudi baru dua kali melakukan perjalanan pulang-pergi pada rute tersebut dan kini telah diamankan pihak kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dalam peristiwa kecelakaan maut di Tol Kota Semarang ini, pengemudi dilaporkan hanya mengalami luka ringan.Baca juga: Kecelakaan Bus di Tol Krapyak Semarang, Polisi Dalami Dugaan Sopir Minim Jam TerbangDok. SAR Semarang Kecelakaan maut terjadi di ruas simpang susun Exit Tol Krapyak Kota Semarang, Jawa Tengah terjadi pada Senin pukul 00.30 WIB dini hari. Salah satu korban selamat adalah kernet bus, Robi Sugianto (51), warga Bumiayu, Kabupaten Brebes.Robi mengalami patah tulang pada kaki kanan serta luka di bagian kepala. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kernet berada di bagian depan bus dan menyadari kendaraan tiba-tiba miring ke kanan sebelum akhirnya terguling dan menghantam pembatas jalan tol.Polda Jawa Tengah memastikan seluruh korban kecelakaan bus PO Cahaya Trans mendapatkan penanganan medis secara maksimal dan profesional.Hingga saat ini, penyebab pasti kecelakaan tunggal di Simpang Susun Krapyak tersebut masih dalam proses penyelidikan dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemeriksaan kondisi kendaraan, kontur dan kondisi jalan, hingga faktor pengemudi.Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Penampakan Bus Maut Kecelakaan di Tol Krapyak Semarang Akibatkan 16 Orang Meninggal

| 2026-01-13 09:07