NEW YORK, - Seperti emas, harga perak mencatatkan kenaikan signifikan sepanjang 2025 dan menarik perhatian investor, baik yang telah lama berkecimpung di pasar logam mulia maupun investor pemula yang mencari alternatif investasi di tengah volatilitas pasar ekuitas global.Meski harga perak tidak menyentuh level ribuan dollar AS per ons seperti emas, kenaikan persentasenya dinilai luar biasa.Perak mengawali 2025 di kisaran 30 dollar AS per ons dan melonjak hingga sekitar 70 dollar AS per ons troy pada akhir Desember 2025. Dengan demikian, nilainya meningkat lebih dari dua kali lipat sepanjang tahun.Baca juga: Harga Perak Melonjak 9 Persen, Cetak Rekor TertinggiPIXABAY/PAUL (PWLPL) Ilustrasi perak, harga perak, investasi perak. Harga perak melonjak 143 persen dalam setahun dan melampaui kenaikan emas. Lonjakan ini dipicu faktor investasi hingga kebutuhan industri.Kenaikan tajam tersebut tidak semata-mata didorong oleh sentimen investor. Tekanan inflasi, kendala pasokan, ketidakpastian geopolitik, serta meningkatnya permintaan industri turut berkontribusi terhadap lonjakan harga perak.Di sisi lain, pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve pada akhir 2025 juga memperkuat minat investor terhadap aset berharga, termasuk perak.Dengan posisi harga yang kini mendekati level tertinggi sepanjang sejarah, muncul pertanyaan di kalangan pelaku pasar: apakah harga perak masih memiliki ruang untuk melanjutkan penguatan atau justru berpotensi mengalami koreksi pada 2026.Untuk menjawab hal tersebut, sejumlah analis dan pelaku industri logam mulia memberikan pandangan mereka mengenai faktor yang berpotensi mendorong kenaikan, penurunan, maupun stabilitas harga perak pada tahun depan.Baca juga: Saat Emas dan Perak Cetak Rekor, Bitcoin Masih TertatihTekanan inflasi dinilai masih menjadi salah satu pendorong utama harga perak.Peter Reagan, ahli strategi pasar keuangan di Birch Gold Group, menyebutkan bahwa inflasi yang tinggi atau kembali meningkat umumnya akan mendorong kenaikan harga logam mulia.PEXELS/MERWAK.RAW Ilustrasi perak, investasi perak.“Inflasi memang sempat mendingin, tetapi tingkat inflasi saat ini masih berada di atas target 2 persen, sehingga ketidakpastian inflasi masih membayangi saat kita memasuki 2026,” ujar Reagan, dikutip dari CBS News, Minggu . Ia menambahkan, kondisi tersebut dapat berdampak langsung pada perencanaan keuangan masyarakat, termasuk dana pensiun.Baca juga: Harga Emas dan Perak Meroket, Prospek Logam 2026 Semakin Cerah“Tekanan inflasi kemungkinan akan terus meningkat, sehingga semakin sulit bagi masyarakat untuk merencanakan pensiun,” kata Reagan.“Khusus untuk perak, meskipun tidak ada yang dijamin, meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan inflasi yang berkelanjutan menunjukkan bahwa kita dapat melihat harga yang lebih tinggi dan permintaan yang lebih kuat di tahun baru," imbuhnya. Pandangan serupa disampaikan Joshua D Glawson, manajer konten di Money Metals Exchange. Ia menilai permintaan terhadap instrumen investasi berbasis perak, seperti exchange traded fund (ETF) logam mulia, masih akan menjadi faktor pengerek harga.“ETF menciptakan lebih banyak ‘permintaan’ dibandingkan jumlah logam fisik yang benar-benar tersedia di atas tanah. Bahkan, beberapa pemerintah kini turut mempromosikan ETF perak, yang pada akhirnya mendorong kenaikan harga perak berjangka dan harga spot,” ungkap Glawson.Baca juga: Harga Emas dan Perak Melesat, Tanda Investor Tinggalkan Pola Lama
(prf/ega)
Harga Perak Melonjak di 2025, Investor Cermati Arah 2026
2026-01-12 04:19:55
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 04:43
| 2026-01-12 03:55
| 2026-01-12 03:04
| 2026-01-12 02:27










































