Diresmikan Wapres Gibran, Ladang Jagung di Tangerang Kini Terbengkalai dan Dipenuhi Rumput Liar

2026-02-02 02:50:30
Diresmikan Wapres Gibran, Ladang Jagung di Tangerang Kini Terbengkalai dan Dipenuhi Rumput Liar
TANGERANG, – Ladang jagung di Desa Bantarpanjang, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten, tampak dipenuhi rumput liar.Ladang ini sebelumnya diresmikan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka pada Oktober 2025 sebagai bagian dari program Ketahanan Pangan Nasional.Pantauan Kompas.com di lokasi, Selasa siang, ribuan pohon jagung terlihat tumbuh dengan tinggi yang tidak merata.Baca juga: Gibran Bertolak ke Kaltim, Bakal Tinjau Langsung Proyek Strategis di IKNDi bagian depan ladang, sejumlah tanaman jagung telah berbuah dengan tinggi sekitar satu meter. Mayoritas batang dan daunnya tampak menguning.Sementara di bagian belakang ladang, kondisi tanaman lebih memprihatinkan. Banyak pohon jagung tumbuh lebih pendek, bahkan sebagian roboh.KOMPAS.COM/ACEP NAZMUDIN Ladang jagung program Ketahanan Pangan di Kabupaten Tangerang, Banten ditumbuhi rumput liar, Selasa .Di hampir seluruh area, rumput liar tumbuh lebat, sebagian lebih tinggi dan menutupi pohon jagung. Siang itu, tidak terlihat aktivitas penjagaan di ladang tersebut.Ada juga sejumlah warga yang berada di lokasi  sedang mencari rumput pakan ternak.“Enggak ada yang jaga, sudah lama. Awal-awal dulu ada, tapi belakangan enggak pernah lihat,” ujar Supriatna, salah satu warga yang tengah mencari rumput.Baca juga: Kapolresta Tangerang Bantah Ladang Jagung yang Diresmikan Gibran Gagal Panen, Sebut Sedang Tahap EvaluasiSepengetahuan dia, rumput liar di ladang tersebut tidak pernah dibersihkan sehingga tumbuh subur dan dimanfaatkan warga untuk pakan sapi.Sementara jagung yang telah berbuah, menurut dia, tidak pernah ada aktivitas panen.“Kalau lihat dari pohonnya, ini jagung hibrida, buat pakan ternak. Kondisinya juga enggak bagus,” kata Supriatna.KOMPAS.COM/ACEP NAZMUDIN Ladang jagung program Ketahanan Pangan di Kabupaten Tangerang, Banten ditumbuhi rumput liar, Selasa .Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada membantah anggapan bahwa ladang jagung tersebut mengalami gagal panen.Ia menyebut program budidaya jagung di Desa Bantarpanjang saat ini masih berada dalam tahap evaluasi teknis.“Program budidaya penanaman jagung ini merupakan bagian dari dukungan ketahanan pangan dan masih terus dimonitor untuk memastikan keberlanjutan serta perbaikan hasil tanam,” ujar Indra melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa.Baca juga: Gibran Kunjungi IKN Jelang Tahun Baru, Tinjau Infrastruktur dan Fasilitas PublikIa menjelaskan, program tersebut merupakan kerja sama Polda Banten dan Polresta Tangerang dengan PT MSD Corpora Internasional.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Lebih lanjut, Purwadi menyampaikan arahan terkait reformasi birokrasi dari Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan birokrasi harus semakin responsif dan tidak mempersulit masyarakat.Birokrasi juga diminta memiliki komitmen yang kuat terhadap efektivitas alokasi anggaran dan pemberantasan korupsi serta kebocoran anggaran.“Sebab, tanpa integritas, tidak mungkin kita membangun birokrasi yang dipercaya publik,” ungkapnya. Baca juga: Menteri PANRB Rini Raih Penghargaan Adibhakti Sanapati 2025 dari BSSNPerlu diketahui, mulai 2023, Kementerian PANRB mendorong pelaksanaan evaluasi Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) Mandiri di sejumlah kementerian/lembaga.Sampai saat ini, penilaian tersebut diperluas pada 19 kementerian/lembaga (K/L) dan lima pemerintah provinsi termasuk Mahkamah Agung (MA).Purwadi juga memberikan apresiasi kepada MA yang telah menunjukkan upaya memperkuat integritas ke tahap yang lebih matang. “Capaian ini merupakan buah dari kerja keras, komitmen dan keteladanan dalam menjaga integritas serta meningkatkan mutu layanan kepada masyarakat,” katanya.Dia menyampaikan, untuk menjaga keberlanjutan reformasi birokrasi, diperlukan upaya untuk memastikan langkah-langkah ke depan berjalan dengan konsisten, menyeluruh, dan semakin berdampak.Baca juga: Menteri PANRB Dukung Badan Narkotika Nasional Akselerasi Program P4GNPertama, pembangunan zona integritas harus terus diperluas. Kedua, pemanfaatan digitalisasi proses peradilan perlu ditingkatkan. Ketiga, memperkuat mekanisme pengawasan dan pencegahan korupsi. Keempat, kualitas sumber daya manusia (SDM) peradilan harus terus ditingkatkan secara berkelanjutan serta perlu kolaborasi yang berkelanjutan.Prestasi tersebut bukan hanya untuk keberhasilan administratif, tetapi wujud inspirasi bagi satuan kerja lain untuk terus melakukan perbaikan dan memperkuat budaya kerja yang berkualitas.“Saya berharap, upaya ini menjadi pemicu bagi lahirnya lebih banyak perubahan konkret yang memberi dampak nyata bagi masyarakat,” jelasnya. Baca juga: Target Penempatan 500.000 PMI pada 2026, Menteri PANRB Siap Dukung Penguatan Kelembagaan Kementerian P2MI

| 2026-02-02 00:12