Telan Rp 8,6 Miliar, Proyek Embung Karangjati Blora Molor dari Target

2026-01-11 14:35:52
Telan Rp 8,6 Miliar, Proyek Embung Karangjati Blora Molor dari Target
BLORA, – Proyek pembangunan Embung Karangjati yang berada di Kelurahan Karangjati, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, tidak selesai sesuai target pelaksanaan.Proyek tersebut masih dikerjakan hingga Rabu , meski seharusnya telah rampung jauh hari sebelumnya.Proyek pembangunan Embung Karangjati dimulai sejak 4 Juli 2025. Namun, berdasarkan papan informasi proyek di lokasi, jangka waktu pelaksanaan tercatat selama 145 hari kalender.Baca juga: 10 Embung di Jateng Digelontor Rp 118 Miliar, Ditarget Rampung 2025Dalam papan proyek itu disebutkan, CV Mitra Karya Mandiri – Yogyakarta bertindak sebagai penyedia jasa Perbaikan dan Pembangunan Prasarana dan Sarana Air Baku Embung Karangjati Blora.Nilai kontrak pembangunan embung tersebut mencapai Rp 8.596.495.000 atau sekitar Rp 8,6 miliar yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Tengah Tahun Anggaran 2025.Adapun pengawasan pekerjaan dilakukan oleh PT Duta Bhuana Jaya – Yogyakarta.Lurah Karangjati, Akhmad Jati Waluyo, menyebut molornya pelaksanaan pembangunan embung disebabkan oleh sejumlah alasan teknis.“Kami berharap agar pekerjaan segera selesai dan memberi nilai manfaat untuk masyarakat. Walaupun sudah diberikan penambahan waktu, kami berharap tidak mengurangi kualitas. Terkait keterlambatan bisa dikomunikasikan dengan pelaksana pekerjaan,” ucapnya saat dimintai tanggapan oleh Kompas.com, Rabu .Sementara itu, Site Engineer CV Mitra Karya Mandiri, Alie Ardlinie, mengakui proyek pembangunan Embung Karangjati tidak selesai sesuai target kontrak.“Kalau sesuai kontrak ya selesai 29 November, tapi ini malah molor tiga minggu,” ucapnya saat ditemui wartawan di lokasi proyek, Sabtu .Baca juga: Tiga Santriwati Belum Ditemukan di Sungai Lusi, Polisi Pasang Jaring di Embung JetisIa menjelaskan, keterlambatan tersebut dipengaruhi oleh waktu mulai pekerjaan yang mundur serta kondisi cuaca.“Pertama mungkin ya kalau secara kontrak kan ini kan harusnya start di tanggal 4 Juli. Sementara kita kan startnya di 24 Juli. Oh. Itu kan sudah kebuang 3 minggu. Terus posisi juga pekerjaan itu pasti musim penghujan yang dimana pekerjaan kita itu kan bukan pekerjaan gedung. Melainkan pekerjaan terbuka,” jelasnya.Selain itu, akses awal menuju lokasi proyek belum tertata rapi sehingga membutuhkan pekerjaan tambahan untuk membuka akses ke area pembangunan.Meski mengalami keterlambatan, Alie menyebut progres pekerjaan saat ini telah mencapai sekitar 96 persen dan ditargetkan rampung pada 20 Desember 2025.“Tinggal ngecor akses dinding itu. dinding sini sama sana, sama saluran air. Cuman yang berkaitan dengan alat berat kan tak selesaikan dulu,” katanya.Baca juga: Tampung Air Irigasi Dataran Tinggi Dieng, Dua Embung Beres Dibangun


(prf/ega)