YOGYAKARTA, - Sejumlah elemen masyarakat yang tergabung dalam Forum Cik Di Tiro menggelar Rapat Oemoem Meluruskan Sejarah Indonesia, sebagai bentuk penolakan terhadap penetapan Presiden Soeharto dan Sarwo Edhie Wibowo sebagai pahlawan nasional.Koordinator acara, Marsinah, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan respons atas kembalinya narasi militerisme dan pengaburan sejarah yang semakin masif.“Untuk pertemuan ini, dilatarbelakangi kegelisahan kita. Ini kegelisahan berulang menjelang Hari Pahlawan, selalu bertanya-tanya siapa yang akan diberi gelar pahlawan,” ujar Marsinah, Selasa .Baca juga: Menuai Kritik, Bisakah Gelar Pahlawan Soeharto Dicabut atau Dibatalkan?Menurut Marsinah, sebelum penetapan Soeharto sebagai pahlawan nasional, sudah muncul narasi-narasi di publik yang menyebut Soeharto lebih baik daripada Jokowi.“Penyebaran narasi tentang Soeharto jauh lebih baik daripada Jokowi itu bukan sekadar perbandingan tokoh, tapi bagian dari pembentukan narasi pengaburan sejarah,” jelasnya.Ia menyebut, forum ini menjadi ruang bagi kelompok yang selama ini termarjinalkan untuk menyuarakan pandangannya.“Tepat 10 November, Soeharto ditetapkan, termasuk Sarwo Edhie, yang darahnya berlumuran di mana-mana,” kata Marsinah.Menanggapi pernyataan Fadli Zon yang menyebut tidak ada bukti keterlibatan Soeharto dalam peristiwa 1965-1966, Marsinah menyatakan penolakan.“Hari ini ibu-ibu korban 65 menyatakan, ‘kami korban nyata berpuluh-puluh tahun hidup di penjara karena kejahatan kemanusiaan yang dilakukan Soeharto’,” ujarnya.Baca juga: Pakar Hukum Unair Tolak Penetapan Gelar Pahlawan Soeharto: Integritasnya Patut DipertanyakanSelama hidup, para penyintas peristiwa 1965 disebut kerap dicap sebagai komunis karena melakukan perlawanan terhadap rezim Orde Baru.“Rapat umum ini juga menjadi bentuk perlawanan atas upaya mengaburkan sejarah ketidakadilan dan kekejaman Soeharto terhadap korban 65,” tegasnya.Sebelumnya, Menteri Kebudayaan sekaligus Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK), Fadli Zon, menyatakan tidak pernah ada bukti keterlibatan Soeharto dalam genosida 1965-1966.“Enggak pernah ada buktinya kan? Enggak pernah terbukti. Pelaku genosida apa? Enggak ada,” kata Fadli Zon di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu .
(prf/ega)
Forum Cik Di Tiro Gelar Rapat Umum, Tolak Soeharto Jadi Pahlawan Nasional
2026-01-13 06:21:52
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-13 06:07
| 2026-01-13 05:54
| 2026-01-13 04:53
| 2026-01-13 04:36










































