Solusi Baru Miliki Rumah, Skema Rent to Own Masih Dihitung

2026-01-11 03:30:02
Solusi Baru Miliki Rumah, Skema Rent to Own Masih Dihitung
JAKARTA, - Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) hingga saat ini masih menghitung skema rent to own (RTO) atau sewa beli pada kepemilikan rumah.Sejauh ini, dirinya masih secara intens membicarakan skema tersebut bersama dengan asosiasi pengembang perumahan.Heru memastikan hal ini usai penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan 43 bank penyalur Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) di kantornya, Jakarta, Selasa ."Ya, rent to own itu masih on-going (berlanjut), masih intens dengan teman-teman dari asosiasi juga yang sudah commit (komitmen sebenarnya. Namun untuk mengaktualisasikan itu, kita masih hitung kembali," tutur Heru.Baca juga: Konsep Rent to Own Buat MBR Punya Rumah Masih Tahap PematanganPerhitungan ini pun juga dilihat dari sisi dukungan likuiditas dari skema RTO. Sebab, memiliki jangka waktu tertentu.Sebagai contoh, masyarakat menggunakan RTO dalam kurun 2 tahun-3 tahun, lalu beralih menjadi KPR setelah ada kesepakatan dengan antara bank dengan calon konsumen agar tepat.Hal inilah yang menjadi kajian dari BP Tapera.RTO adalah sebuah skema pembiayaan perumahan di mana seseorang menyewa properti dengan opsi untuk membelinya di kemudian hari.Skema ini memiliki dua komponen utamaPembeli menyewa rumah selama periode waktu tertentu, misalnya 1-3 tahun. Sebagian dari uang sewa bulanan yang dibayarkan akan diakumulasikan sebagai tabungan uang muka (down payment) untuk pembelian di masa depan.Baca juga: Bukan Cuma KPR, Skema Rent to Own Siap Jadi Solusi Baru Miliki RumahPembeli memiliki hak eksklusif untuk membeli properti pada akhir periode sewa dengan harga yang telah disepakati di awal kontrak.Skema ini menawarkan beberapa keuntungan, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat kredit kurang baik atau tidak memiliki cukup dana untuk uang muka di awal.Dengan skema ini, mereka memiliki waktu untuk memperbaiki kondisi finansial sambil menabung untuk uang muka.Kehadiran RTO akan membuat pemerintah dan pengembang berupaya memperluas opsi pembiayaan perumahan, memberikan harapan baru bagi jutaan keluarga Indonesia untuk memiliki rumah sendiri. Skema ini dinilai bisa menjadi jawaban inovatif yang tepat sasaran, melengkapi program-program yang sudah ada dan mempercepat pencapaian target pembangunan perumahan nasional.


(prf/ega)