Akses Air Sulit, Komunitas Anak Muda di Ambon Terima Bantuan Pompa untuk Bertani Cabai

2026-01-12 03:53:04
Akses Air Sulit, Komunitas Anak Muda di Ambon Terima Bantuan Pompa untuk Bertani Cabai
AMBON,  - Komunitas anak muda di Ambon, Maluku Youth Creative Hub (MYCH), kini menambah lagi 1 hektar lahan untuk bertani cabai setelah sukses 10 kali panen cabai.Namun, kali ini tidak hanya cabai yang jadi unggulan, mereka menambah tanaman bawang merah. Lokasinya berada di Dusun Telaga Kodok Kabupaten Maluku Tengah Pulau Ambon."Katong (kami) sudah 10 Kali panen cabai ini, dan bisa juga lebih. Ada satu hektar lahan lagi yang akan kami garap untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus menekan inflasi," kata Ketua MYCH, David Rampisela kepada Kompas.com pada 20 Desember 2025.Usaha para anak muda untuk menekan inflasi di Kota Ambon dengan bertanam cabai ini mendapat dukungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku.Baca juga: Setelah 23 Tahun, Warga Pegunungan Ambon Akhirnya Dapat Akses Air Bersih"Pekan lalu, kami dapat bantuan dari Tani Merdeka melalui Dinas Partanian Provinsi Maluku. Kendala kami direspons. Kami terima bantuan bersama dua kelompok tani lain. Jadi satu-satunya komunitas yang dapat bantuan," ujar David.Kompas.com/Priska Birahy MYCH terima bantuan Pompa air dan selang untuk dua hektar lahan cabai dari Pemprov MalukuBantuan yang diterima tersebut antara lain mesin pompa air dan selang sepanjang 100 meter.David mengungkapkan, lahan yang sedang digarap saat ini memang berjarak 300 meter dari sumber air. Lalu, calon lahan kedua, hanya berjarak 70 meter atau 100 meter dari lahan sebelumnya.Dia pun menjelaskan bahwa 1 hektare lahan yang akan ditanami itu merupakan bagian dari 5 hektare lahan yang tersedia dan akan dikelola oleh komunitas MYCH.Baca juga: Antisipasi Lonjakan Penumpang Jelang Nataru, ASDP Operasikan 6 Kapal Jalur Ambon-Pulau SeramLebih lanjut, David mengaku bahwa dia dan anggota komunitas tidak menyangka upaya mereka berbuah manis.Sebab, dari lahan yang sudah digarap rata-rata menghasilkan sekitar 40 kilogram cabai sekali panen.Cabai merah tersebut lalu dipasarkan secara offline. Bahkan, menurut David, hasil panen tersebut biasanya telah habis dipesan para pelanggan untuk usaha kafe maupun rumah makan di Kota Ambon."Dalam waktu mendatang kami berencana ingin membentuk kelompok tani dan terus mengembangkan usaha bertani lebih maju," kata David.Baca juga: Jelang Nataru, Harga Cabai di Ambon Tembus Rp 120.000 Per Kilogram


(prf/ega)