Syarat Masuk Sekolah Kedinasan STMKG, Kini Berkacamata dan Tinggi 150cm Bisa

2026-01-11 04:09:54
Syarat Masuk Sekolah Kedinasan STMKG, Kini Berkacamata dan Tinggi 150cm Bisa
- Di antara sejumlah sekolah kedinasan di Indonesia, syarat masuk Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG) cukup unik daripada yang lain.Tak seperti sekolah kedinasan yang mengutamakan kondisi fisik yang dapat dikatakan hampir sempurna, STMKG menerima calon taruna/taruninya yang memakai kacamata hingga berpostur tubuh rata-rata.Dalam syarat pendaftaran STMKG calon taruna/taruni pengguna kacamata diizinkan mendaftar dengan ketentuan lensa spheris maksimal minus (-) 4D dan lensa silindris maksimal minus (-) 2D. Apabila calon taruna/taruni berhasil lolos, nantinya mereka juga diperbolehkan melakukan tindakan lasik dengan biaya pribadi jika memang mau.Kemudian perihal syarat tinggi badan, STMKG menetapkan minimal berpostur 155 centimeter untuk pria dan 150 centimeter untuk wanita.Sementara syarat sekolah kedinasan lain umumnya lebih tinggi yakni 160 hingga 165 centimeter.Baca juga: Kenalan dengan STMKG, Sekolah Kedinasan Pencetak Penjaga Cuaca IndonesiaKetua STMKG, Deni Septiadi membeberkan alasan kedua syarat tersebut diterapkan.Deni menuturkan karena STMKG menganut sistem ketarunaan maka mau tidak mau ada syarat tinggi badan."Cuma di tahun ini, kami agak turunkan sedikit (syarat) tinggi badannya. Jadi tidak setinggi yang kemarin karena kami mulai sedikit melakukan transformasi, bahwa anak-anak ini kami bekali keilmuan sains, terutama fisis MKGI, supaya mereka betul-betul menjadi orang yang memiliki kemampuan untuk menganalisis, atau bahkan menjadi pakar dalam bidangnya nanti," jelas Deni, ditemui Kompas.com di STMKG, Senin . STMKG lebih mementingkan kemampuan analisis dalam sains sehingga tidak ada keterkaitan dengan tinggi badan minimal.Perubahan ini diterapkan setelah Deni yang merupakan alumni menjabat sebagai Ketua STMKG sejak Oktober 2024. Ia tak menampik penurunan standar tinggi badan taruna/taruni dalam proses pendaftaran masuk tersebut sempat dipertanyakan."Yang pertama, kita mencari orang-orang yang memiliki kemampuan analisis, kemudian wawasan terkait bidang sains. Berarti kan dari sisi apapun tidak relevan kalau kita menggunakan persyaratan tinggi. Kita kan bukan akan menjadi TNI aktif, misalnya, ataupun polisi aktif," ucap Deni.Deni menegaskan calon taruna/taruni yang memakai kacamata dapat membuktikan minus dan silinder yang mereka alami dengan surat pemeriksaan dari dokter.Selama memenuhi syarat dan tidak mengalami buta warna, mereka tetap boleh mendaftar.


(prf/ega)