Rilis 2026, Apa Itu BBM Pertamina Biosolar Performance buat Industri?

2026-01-12 06:44:54
Rilis 2026, Apa Itu BBM Pertamina Biosolar Performance buat Industri?
JAKARTA, - PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Patra Niaga akan meluncurkan Biosolar Performance pada awal 2026 sebagai bahan bakar minyak (BBM) baru yang ditujukan bagi konsumen sektor industri. VP Business Development & Subsidiary Pertamina Patra Niaga Sigit Setiawan mengatakan, Biosolar Performance merupakan Biosolar B40 yang dilengkapi aditif tambahan guna meningkatkan kinerja serta keandalan mesin diesel di sektor industri. "Biosolar Performance ini adalah salah satu produk BBM Biosolar atau B40 yang saat ini sudah digunakan di kalangan konsumen industri, tentunya dengan fitur-fitur tambahan yang kami tambahkan di produk tersebut," ujar Sigit dalam konferensi pers di Kantor Pertamina Patra Niaga, Jakarta, Senin . Pengembangan Biosolar Performance tidak terlepas dari kebijakan mandatori pencampuran biodiesel atau fatty acid methyl ester (FAME) ke dalam solar yang telah berlangsung sejak 2008. Program tersebut dimulai dari kadar B2,5 hingga kini telah mencapai B40. Program mandatori tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam mendorong kemandirian energi nasional. Bahkan, pemerintah tengah mengkaji peningkatan campuran biodiesel menjadi B50 pada tahun depan.Baca juga: Jalur Darat Terputus, Pertamina Kirim 1.000 Liter Pertalite dan Biosolar Pakai Pesawat Perintis ke Aceh Meski begitu, kata Sigit, karakteristik FAME memiliki perbedaan dibandingkan solar murni hasil pengolahan kilang. FAME bersifat higroskopis atau mudah menyerap air. Kondisi ini berpotensi meningkatkan kandungan air selama proses distribusi, penyimpanan, hingga penggunaan di mesin. Selain itu, residu monogliserida dari proses produksi FAME dapat memicu pembentukan endapan dan pertumbuhan bakteri, terutama jika bercampur dengan air. "Atas kondisi itu semua, konsumen industri ternyata juga memiliki tantangan dalam pengoperasian mesin mereka menggunakan B40 ini," ucap dia. Konsumen industri dalam pengoperasian mesin berbahan bakar B40 perlu melakukan pengurasan air secara berkala, selain itu ada potensi endapan dan deposit membentuk lapisan yang menutup permukaan filter sehingga fungsi filter dalam menyaring kotoran menjadi tidak optimal. Kondisi itu bisa menyebabkan aliran BBM yang seharusnya lancar menjadi terhambat, sehingga bisa membuat terjadi penurunan performa mesin (power loss) serta peningkatan k "Nah ini tantangan yang dihadapi oleh konsumen industri. Di satu sisi, kita Indonesia, pemerintah itu punya program yang sangat baik, kemandirian energi, tapi ada hal-hal teknis yang tentunya bisa kita pecahkan di sini," kata dia.Baca juga: Pertamina Jelaskan Ramai Isu Beli Pertalite dan Biosolar Wajib Tunjukkan STNK


(prf/ega)