- Kabar duka menyelimuti umat Islam dan jemaah Masjid Jogokariyan. Muhammad Jazir, Ketua Dewan Syuro Masjid Jogokariyan sekaligus figur sentral di balik pengelolaannya, wafat pada Senin .Almarhum yang dikenal sebagai Ustaz Jazir mengembuskan napas terakhir pada dini hari sekitar pukul 03.00 WIB di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta.“Setiap langkah beliau adalah dakwah, setiap ucapan beliau adalah ilmu. Kami sangat kehilangan sosok inspiratif yang selama ini menjadi arsitek perjuangan pergerakan Masjid Jogokariyan, Yogyakarta, Indonesia, dan akhirnya menginspirasi puluhan ribu masjid di seluruh dunia,” tulis Masjid Jogokariyan melalui akun Instagram resminya @masjidjogokariyan, Senin .Baca juga: Bayi Meninggal Kedinginan di Gaza, Bantuan Kemanusiaan Masih Diblokade IsraelUcapan belasungkawa disertai doa mengalir, agar almarhum Ustaz Jazir mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan, seluruh amal kebaikannya diterima, dan segala khilafnya diampuni.Pihak keluarga juga memohon doa agar perjalanan akhir Muhammad Jazir dilapangkan dan dimuliakan di alam barzakh.Jenazah disemayamkan di rumah duka di kawasan Jogokariyan, Yogyakarta, sebelum dimakamkan.Muhammad Jazir dikenal luas sebagai tokoh penggerak manajemen masjid berbasis pemberdayaan umat. Lantas, seperti apa sosoknya?Baca juga: Pria di AS Meninggal Usai Mendapat Donor Ginjal dari Penderita RabiesKOMPAS.COM/WISANG SETO PANGARIBOWO Petugas dari Masjid Jogokariyan saat menyiapkan ribuan porsi takjil, Senin Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Kyai Muhammad Jazir ASP, Ketua Dewan Syuro Masjid Jogokariyan sekaligus Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Jogokariyan.Menurut Haedar, almarhum merupakan kader Persyarikatan yang teguh, tekun, dan konsisten menggerakkan dakwah, khususnya di level akar rumput.“Almarhum memiliki etos pengabdian yang luar biasa, membangun dan mengembangkan Masjid Jogokariyan sebagai pusat ibadah, dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan umat. Kiprahnya menjadi teladan bagi gerakan masjid di Indonesia,” ujar Haedar sebagaimajna dikutip dari Kompas.com, Senin .Baca juga: Media Asing Soroti Perusahaan Terra Drone di Jakarta Terbakar: Evakuasi Sulit, 22 MeninggalMenurutnya, dedikasi almarhum tercermin dari upaya membangun Masjid Jogokariyan bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan umat.Kiprah tersebut dinilai menjadi contoh konkret bagi pengelolaan masjid di berbagai daerah.Lebih lanjut, Haedar menilai kontribusi Muhammad Jazir dalam memakmurkan masjid berdampak luas, melampaui aktivitas ritual keagamaan.Peran sosial, pendidikan, hingga penguatan ekonomi masyarakat tumbuh seiring dengan visi Muhammadiyah menjadikan masjid sebagai poros pembinaan umat dan transformasi sosial.
(prf/ega)
Ustaz Muhammad Jazir Wafat, Sosok Penggerak Masjid Jogokariyan Menjadi Pusat Peradaban Umat
2026-01-11 04:01:54
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 03:41
| 2026-01-11 03:08
| 2026-01-11 02:20
| 2026-01-11 01:30
| 2026-01-11 01:30










































