Gubernur Mualem soal Bantuan Luar Negeri: "Mereka Tolong Kita, Masak Dipersulit?"

2026-01-12 07:32:37
Gubernur Mualem soal Bantuan Luar Negeri:
BANDA ACEH, - Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem memastikan bahwa bantuan baik dari dalam maupun luar negeri yang sudah masuk ke Aceh tersalurkan dengan tepat sasaran.Mualem mencontohkan bantuan dari kenalannya (kerabat) asal Malaysia, yang memberikan obat-obatan.Semuanya kini telah disalurkan untuk membantu warga korban terdampak banjir di Aceh."Tersalurkan semuanya bahkan tidak cukup, dan mereka bahkan dalam beberapa hari ini, hari Rabu akan datang membawa obat sebanyak 3 ton lagi, bersamaan dengan dokter," katanya saat diwawancarai awak media usai rapat terbatas bersama Presiden di Posko Pangkalan TNI AU Sultan Iskandar Muda, (Minggu 7/12/2025) malam.Baca juga: Dampak Bencana Aceh Memprihatinkan, Mualem Khawatir Warganya Meninggal KelaparanMenyikapi soal Aceh yang tetap menerima bantuan dari luar negeri, Mualem menyebut hal itu sah-sah saja dan tidak ada larangan.Seperti tim pendeteksi mayat yang berasal dari China. Mereka saat ini sudah berada di lapangan untuk mengevakuasi jenazah tertimbun lumpur.Kedatangan mereka juga tidak dipersulit, meski sebelumnya Mualem mengakui sempat menerima kabar adanya dugaan intervensi terkait kedatangan mereka."Semuanya sudah saya kroscek tidak ada, semua lancar. Mereka tolong kita, masak kita persulit, kan bodoh. Saya rasa itu saja," ujarnya.Menurut Mualem, tim pendeteksi mayat tersebut bukan atas nama pemerintahan negara setempat, tetapi mereka seperti Lemanga Swadaya Masyarakat (LSM)."Ya, mereka sedang evakuasi sekarang di tempat-tempat yang berat terkena banjir. Sedang mengevakuasi mayat-mayat tertanam dengan lumpur. Itu pekerjaan mereka, tugas mereka datang ke mari. Mereka bukan dari pemerintah China, tetapi seperti LSM," tuturnya.Baca juga: Gubernur Aceh Datangkan Tim dari China untuk Melacak Mayat Korban BanjirSaat mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo, Mualem menyampaikan beberapa kebutuhan paling mendesak yang harus segera diintervensi oleh pemerintah pusat."Paling urgent sekarang adalah masalah kesehatan. Kebutuhan obat-obatan harus segera dipenuhi karena sudah mulai terjadi gatal-gatal di kalangan pengungsi," kata dia. Selain itu, pengungsi juga sangat membutuhkan pakaian. Sebab, pakaian mereka saat ini hanya yang tersisa di badan."Semua terbawa lumpur, begitu pula dengan alat ibadah. Terakhir, pasokan gas 3 kilogram sangat mendesak untuk kebutuhan memasak di dapur umum,” ucapnya.Gubernur Mualem juga menyampaikan keprihatinan mendalam mengenai gejolak harga kebutuhan pokok yang terjadi di tengah bencana.Mualem menegaskan komitmen Pemerintah Aceh menjaga stabilitas ekonomi rakyat.“Kepada Bapak Mendagri, saya sampaikan bahwa ini saya lihat harga sembako naik sesuka hati. Telur satu papan bisa mencapai Rp 100.000. Saya sudah memberikan tamparan keras kepada Indomaret, Alfamart, dan pedagang lainnya, bahwa jika terbukti ada penimbunan atau penentuan harga yang tidak wajar, saya akan copot izin mereka,” kata Mualem. 


(prf/ega)