Ratu Belanda Tiba di Jakarta Hari Ini, Bakal Bertemu Presiden Prabowo

2026-01-15 18:27:56
Ratu Belanda Tiba di Jakarta Hari Ini, Bakal Bertemu Presiden Prabowo
Ratu Belanda Maxima bakal mengunjungi Jakarta. Dia akan berada di Indonesia selama 3 hari ke depan dengan berbagai agenda termasuk bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto.Dilansir laman Royal House of the Netherlands, Senin (24/11/2025), Ratu Maxima akan tiba di Indonesia sore nanti. Dia akan berada di Indonesia hingga 27 November 2025.Ratu Maxima berkunjung ke Indonesia dalam kapasitasnya sebagai Advokat Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Kesehatan Keuangan (UNSGSA). Selama di Indonesia, dia akan berdiskusi dengan berbagai pihak, mulai pengguna jasa keuangan, perwakilan pemerintah, lembaga keuangan, hingga pelaku usaha di sektor fintech dan lainnya.Ratu Maxima akan berkunjung ke beberapa tempat di Solo pada Selasa (25/11). Dia akan berkunjung ke pabrik garmen, pusat pembuatan batik tradisional, serta bertemu dengan anak-anak muda.Pada Rabu (26/11), Ratu Maxima akan mengunjungi kantor PBB untuk berdiskusi dengan organisasi-organisasi pembangunan. Dia juga akan mengunjungi International Finance Corporation. "Beliau akan melakukan kunjungan lapangan di luar Jakarta ke Perumahan Gran Harmoni Cluster, sebuah proyek pembangunan perumahan yang menyediakan rumah rendah emisi bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan menengah," demikian keterangan tersebut.Ratu Maxima akan menghadiri diskusi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan membahas pencegahan penipuan dan penggunaan layanan keuangan yang aman pada Kamis (27/11). Dia juga akan bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Keuangan Purbawa Yudhi Sadewa."Selama di Indonesia, Ratu juga akan bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto untuk membahas temuan-temuan dari kunjungannya," ujar keterangan tersebut.Ratu Maxima sebelumnya telah mengunjungi Indonesia dalam kapasitasnya sebagai Advokat Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Keuangan Inklusif bagi Pembangunan pada tahun 2012, 2016, dan 2018. Ratu Maxima mempromosikan kesehatan keuangan di Belanda sebagai ketua kehormatan Koalisi Kesehatan Keuangan Nasional dan Platform Money Wise.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Secara medis, luka dapat dibedakan berdasarkan seberapa dalam jaringan tubuh yang rusak.Luka superfisial adalah jenis luka yang hanya mengenai sebagian lapisan kulit, seperti goresan atau lecet. Luka jenis ini biasanya tidak terlalu dalam dan dapat sembuh dalam waktu cepat.“Luka superfisial itu yang terputus kontinuitasnya hanya sebagian lapisan kulit,” kata dr. Heri.Berbeda dengan luka superfisial, luka dalam biasanya menembus lapisan kulit hingga mengenai jaringan otot, bahkan tulang. Kondisi ini dapat menyebabkan perdarahan dan risiko infeksi yang lebih tinggi.Umumnya, luka dalam memerlukan penanganan medis segera karena proses penyembuhannya lebih kompleks dibanding luka ringan.“Kalau dia luka dalam, itu tembus dari kulit bisa sampai ke otot. Bahkan kalau traumanya berat, bisa sampai ke tulang,” lanjut dr. Heri.Baca juga: SHUTTERSTOCK/NONGASIMO Beda jenis luka, beda penyebab dan cara penyembuhannya. Memahami jenis luka penting agar penanganannya tepat, simak penjelasan dokter.Selain dari kedalamannya, luka juga dapat dikategorikan berdasarkan waktu penyembuhannya menjadi luka akut dan kronis.Menurut dr. Heri, luka akut adalah luka yang sembuh melalui proses alami tubuh dan biasanya pulih dalam waktu beberapa minggu.“Luka juga bisa diklasifikasikan menurut waktu sembuhnya, itu menjadi luka yang akut dan luka yang kronis,” ucap dr. Heri.“Luka yang akut itu adalah luka yang sembuh dengan proses alamiah, yang seharusnya dia bisa sembuh sekitar empat sampai delapan minggu,” tambahnya.Ketika penyembuhan tidak berjalan semestinya, kategori luka bisa berubah menjadi luka kronis, artinya luka yang mengalami proses sembuh lebih lama.“Kalau proses sembuhnya mengalami gangguan, dia akan menjadi suatu luka yang kronis, yang bisa sampai berminggu-minggu, berbulan-bulan, sampai bertahun-tahun,” ujar dr. Heri.Faktor yang bisa menyebabkan luka menjadi kronis antara lain infeksi, kekebalan tubuh, hingga penyakit penyerta seperti diabetes.

| 2026-01-15 17:24