KLB ISPA di Suku Talang Mamak: 5 Anak Meninggal, Influenza A Jadi Penyebab

2026-01-12 05:58:11
KLB ISPA di Suku Talang Mamak: 5 Anak Meninggal, Influenza A Jadi Penyebab
PEKANBARU, - Warga Suku Talang Mamak di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, diserang penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).Pemerintah Kabupaten Inhu, telah menetapkan wabah itu sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Hal ini menyusul adanya lima orang warga yang meninggal dunia akibat wabah di wilayah Dusun Datai, Desa Rantau Langsat, Kecamatan Batang Gansal.Kepala Dinas Kesehatan Inhu, Sandra mengungkapkan, penyakit yang menyerang warga di pedalaman itu adalah Influenza Tipe A.Baca juga: KLB ISPA di Inhu Riau: 5 Anak Suku Talang Mamak Meninggal, Ratusan Orang Terjangkit"Hasil pemeriksaan laboratorium memastikan bahwa KLB ini disebabkan oleh Influenza Tipe A, yaitu jenis influenza musiman yang umum meningkat pada masa pancaroba dan awal musim penghujan," kata Sandra kepada Kompas.com melalui pesan WhatsApp, Senin .Dia menyebut, pada dasarnya influenza jenis ini termasuk penyakit self-limiting disease atau penyakit yang dapat sembuh dengan sendirinya apabila kondisi daya tahan tubuh baik.Sandra mengatakan, Kementerian Kesehatan telah menurunkan tim respons cepat untuk membantu menangani kasus ini.Kehadiran tim pusat bertujuan melakukan penyelidikan epidemiologi lanjutan, pemberian makanan tambahan (PMT) bagi kelompok rentan seperti balita dan ibu hamil."Selain itu, pengambilan 21 spesimen dari kontak erat dan kasus baru guna memperkuat analisis rantai penularan dan memastikan tidak adanya pathogen lain yang terlibat," kata Sandra.Pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik. Mengingat influenza Tipe A dapat pulih dengan istirahat cukup, asupan gizi baik, dan imunitas yang terjaga.Meski demikian, kewaspadaan harus tetap ditingkatkan.Baca juga: Keracunan Massal di Festival Literasi Indragiri Hulu Ditetapkan KLB, Pemkab Tanggung Biaya KorbanWarga diminta menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).Seperti menjaga kebersihan lingkungan, memastikan sirkulasi udara di dalam rumah baik, menerapkan etika batuk, serta segera memeriksakan diri apabila muncul gejala demam, batuk, pilek, atau sesak napas.Selain itu, petugas kesehatan juga terus mengedukasi dari rumah ke rumah, pemantauan kasus aktif, serta memastikan ketersediaan obat-obatan dan fasilitas layanan kesehatan di wilayah terdampak."Upaya kolaboratif lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, aparatur desa, tenaga kesehatan, hingga tokoh masyarakat telah didorong guna mempercepat pemulihan kondisi kesehatan warga Dusun Datai," ujar Sandra.Pihaknya juga menegaskan komitmennya untuk terus mengendalikan KLB ini, hingga dinyatakan selesai dan memastikan masyarakat memperoleh perlindungan optimal dari risiko penyakit menular.


(prf/ega)