Viral Video Kayu Gelondongan Terbawa Arus Banjir, Walhi Soroti Kerusakan Hutan Batang Toru

2026-02-01 17:29:22
Viral Video Kayu Gelondongan Terbawa Arus Banjir, Walhi Soroti Kerusakan Hutan Batang Toru
- Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumatera Utara menyoroti penyebab banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumut dalam beberapa hari terakhir.Menurut Walhi, bencana tersebut bukan semata dipicu curah hujan tinggi, melainkan kerusakan hutan yang semakin parah.Bencana banjir besar diketahui menghantam Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Tapanuli Tengah (Tapteng), Mandailing Natal, dan Kota Sibolga pada Selasa .Video yang menunjukkan kayu gelondongan terbawa arus deras juga viral di media sosial dan memicu banyak respons publik.Manajer Advokasi dan Kampanye Walhi Sumut, Jaka Kelana Damanik, menyebut kerusakan ekosistem Hutan Batang Toru menjadi faktor utama. Hutan tersebut berada di wilayah Tapsel, Tapteng, dan Tapanuli Utara (Taput)."Fakta di lapangan menunjukkan adanya campur tangan manusia yang signifikan. Padahal saat banjir tiba, terlihat banyak kayu-kayu terbawa air. Dan jika dilihat dari citra satelit, tampak kondisi hutan yang gundul di sekitar lokasi bencana," ujar Jaka, Rabu, dikutip dari Tribun Medan.Baca juga: Update Banjir dan Longsor di Humbahas : 4 Tewas, 9 Rumah Hanyut, 70 KK Dievakuasi ke Gereja Ia mengatakan Walhi sudah berulang kali mengingatkan pentingnya menjaga kawasan hutan tropis Batang Toru yang merupakan habitat berbagai spesies langka, termasuk Orangutan Tapanuli yang disebut paling langka di dunia.Menurut Jaka, kerusakan ekosistem di kawasan tersebut tidak lepas dari kebijakan pemerintah yang memberikan izin kepada perusahaan untuk beroperasi di area hutan.Jaka juga menyoroti pernyataan pemerintah yang menyebut curah hujan ekstrem sebagai penyebab utama bencana."Laju deforestasi di wilayah ini sulit dibendung karena perusahaan-perusahaan yang beraktivitas di ekosistem Batang Toru melakukan penebangan pohon dengan berlindung dibalik izin yang dikeluarkan pemerintah," tegasnya.Sementara itu, hingga Rabu , jumlah korban meninggal dunia akibat banjir dan longsor naik menjadi 24 orang.Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Ferry Walintukan, menyebut masih ada korban yang dinyatakan hilang.Baca juga: Banjir Aceh, Lhokseumawe Lumpuh Total, 27 Desa Terendam"Jumlah korban 72 korban. Meninggal dunia 24 orang, luka ringan 37, luka berat 6 orang, serta dalam pencarian 5 orang," ujar Ferry, dikutip dari Tribun Medan.Selain korban jiwa, data kepolisian mencatat sebanyak 11 kabupaten/kota terdampak bencana banjir, longsor, dan pohon tumbang.Wilayah terdampak meliputi Mandailing Natal, Nias, Nias Selatan, Pakpak Bharat, Serdang Bedagai, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Kota Sibolga, Kabupaten Humbang Hasundutan, dan Kota Padangsidimpuan.Artikel ini tayang di Tribunnews.com dengan judul Walhi: Banjir dan Longsor di Sumut karena Kerusakan Hutan Batang Toru


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#5

Pada hari penerapan, ganjil genap berlaku dalam dua sesi, yakni pagi pukul 06.00–10.00 WIB dan sore pukul 16.00–21.00 WIB. Pengendara yang melintas di akses tol yang terhubung langsung dengan jalan ganjil genap tetap wajib menyesuaikan pelat nomor kendaraan.Baca juga: Wisatawan Menuju Gunungkidul Diimbau Gunakan Jalur AlternatifAdapun 28 akses gerbang tol di Jakarta yang terkena ganjil genap pada pekan ini sebagai berikut:1. Jalan Anggrek Neli Murni sampai akses masuk Tol Jakarta-Tangerang2. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai Jalan Brigjen Katamso3. Jalan Brigjen Katamso sampai Gerbang Tol Slipi 24. Off ramp Tol Tomang/Grogol sampai Jalan Kemanggisan Utama5. Simpang Jalan Palmerah Utara-Jalan KS Tubun sampai Gerbang Tol Slipi 16. Jalan Pejompongan Raya sampai Gerbang Tol Pejompongan7. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai akses masuk Jalan Tentara Pelajar8. Off ramp Tol Benhil/Senayan/Kebayoran sampai akses masuk Jalan Gerbang Pemuda9. Off ramp Tol Kuningan/Mampang/Menteng sampai simpang Kuningan10. Jalan Taman Patra sampai Gerbang Tol Kuningan 211. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai simpang Pancoran12. Simpang Pancoran sampai Gerbang Tol Tebet13. Jalan Tebet Barat Dalam Raya sampai Gerbang Tol Tebet 214. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai Jalan Pancoran Timur II15. Off ramp Tol Cawang/Halim/Kampung Melayu sampai simpang Jalan Otto Iskandardinata-Jalan Dewi Sartika16. Simpang Jalan Dewi Sartika-Jalan Otto Iskandardinata sampai Gerbang Tol Cawang17. Off ramp Tol Halim/Kalimalang sampai Jalan Inspeksi Saluran Kalimalang18. Jalan Cipinang Cempedak IV sampai Gerbang Tol Kebon Nanas19. Jalan Bekasi Timur Raya sampai Gerbang Tol Pedati20. Off ramp Tol Pisangan/Jatinegara sampai Jalan Bekasi Barat21. Off ramp Tol Jatinegara/Klender/Buaran sampai Jalan Bekasi Timur Raya22. Jalan Bekasi Barat sampai Gerbang Tol Jatinegara23. Simpang Jalan Rawamangun Muka Raya-Jalan Utan Kayu Raya sampai Gerbang Tol Rawamangun24. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan Utan Kayu Raya-Jalan Rawamangun Muka Raya25. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan H Ten Raya-Jalan Rawasari Selatan26. Simpang Jalan Rawasari Selatan-Jalan H Ten Raya sampai Gerbang Tol Pulomas27. Off ramp Tol Cempaka Putih/Senen/Pulogadung sampai simpang Jalan Letjend Suprapto-Jalan Perintis Kemerdekaan28. Simpang Jalan Pulomas sampai Gerbang Tol Cempaka Putih

| 2026-02-01 15:34