43 Cagar Budaya Terdampak Banjir Sumatera, Terbanyak di Aceh

2026-01-12 06:33:53
43 Cagar Budaya Terdampak Banjir Sumatera, Terbanyak di Aceh
-Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengungkapkan bahwa sedikitnya 43 cagar budaya di tiga provinsi, terdampak serius akibat banjir dan longsor.Adapun cagar-cagar budaya itu tersebar di Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).“Total ada sekitar 43 yang terdampak,” dilansir dari Antara .Baca juga: Banjir Sumatera Jadi Alarm Pentingnya Wisata BerkelanjutanBerdasarkan pendataan terbaru, Aceh menjadi wilayah dengan kerusakan terbanyak, yakni 34 cagar budaya. Sejumlah situs bersejarah di provinsi ini mengalami kerusakan sedang hingga parah akibat terendam banjir atau terkena longsor.Beberapa di antaranya adalah:Rumah-rumah adat dan makam tua di Aceh Tengah juga turut tergenang banjir. Salah satu yang mengalami kerusakan berat adalah Rumah Adat Toweren, sementara Situs Loyang Ujung Karang terdampak longsor dengan kondisi cukup serius.Baca juga: Hotel Santika Medan Salurkan 1.000 Paket Linen untuk Korban Banjir SumateraDi Sumut, ada tujuh cagar budaya yang terdampak banjir dan longsor. Beberapa di antaranya merupakan ikon sejarah penting di provinsi tersebut, seperti:Selain itu, Situs Bongal dan Situs Jago-jago di Tapanuli Tengah sempat terendam banjir, meski kini air telah surut.Sementara di Sumbar, dua titik cagar budaya ikut terdampak, yaitu:Dok. KAI KA Wisata Mak Itam dan Jalur Sawahlunto-Muaro Kalaban di Sumatera Barat resmi kembali beroperasi.Keduanya merupakan situs penting dalam sejarah perjuangan dan perkembangan transportasi di ranah Minang.Fadli Zon juga menyampaikan bahwa bencana ini berdampak langsung pada 72 orang juru pelihara situs yang bekerja di garis depan pelestarian cagar budaya.Meskipun seluruhnya dalam kondisi sehat, banyak dari mereka mengalami kerusakan rumah dan kerugian akibat banjir.“Mereka ini yang menjaga situs dari hari ke hari. Rumahnya kebanjiran, rusak, dan lain-lain,” ujarnya.Baca juga: 4 Turis Malaysia Dilaporkan Hilang Imbas Banjir SumateraSebagai langkah awal penanganan, Kementerian Kebudayaan telah menggalang dana Rp1,5 miliar.Dana ini akan disalurkan melalui Balai Pelestarian Kebudayaan di Aceh, Sumut, dan Sumbar untuk membantu proses pemulihan situs-situs yang terdampak.Upaya selanjutnya akan difokuskan pada pendataan lanjutan, perbaikan struktur, serta penyelamatan artefak yang masih bisa dipertahankan.Pemerintah menekankan pentingnya pelestarian cagar budaya sebagai bagian dari identitas dan sejarah bangsa.


(prf/ega)