SURABAYA, - Tim Tanggap Darurat Bencana gabungan Universitas Airlangga (Unair) mulai memikirkan solusi air bersih dan sumber energi untuk para korban bencana di daerah terisolasi di Sumatera.Tim tersebut terdiri dari relawan gabungan Fakultas Sains dan Teknologi (FST), Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM), Sekolah Pascasarjana (SPS), dan Lembaga Pengabdian Masyarakat Berkelanjutan (LPMB).Koordinator Pengabdian Masyarakat LPMB, Ikhsan Rosyid menjelaskan bahwa sebagian anggota tim melakukan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam terkait data daerah terdampak pada Minggu, 14 Desember 2025.Sementara itu, sebagian lainnya melakukan survei lokasi untuk pemasangan instalasi filter air, panel surya, dan starlink di Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam.Baca juga: 3 Pekan Pascabanjir, Warga Aceh Tamiang Masih Bergulat Krisis Air Bersih: MCK Sulit, Gimana Mau Masak?“Setelah melalui sekitar dua jam perjalanan dari basecamp di Lubuk Basung ke Kecamatan Malalak, tim sampai di lokasi survei tepatnya di Malalak Timur, di mana akses jembatan penghubung antarkawasan terputus,” kata Ikhsan melalui siaran pers, Selasa .Oleh karenanya, tim harus melalui jembatan darurat yang dibangun di atas aliran sungai berbatu.Selain itu, tim Unair juga turut membantu penyaluran bahan makanan pokok melalui jembatan darurat.“Bersama dengan salah seorang wali jorong (dusun), sebagian tim melakukan survei, dan sebagian lagi berdiskusi dengan masyarakat setempat. Menurut penuturan masyarakat setempat, beberapa kawasan di Kecamatan Malalak masih terkendala air bersih,” ujarnya.Untuk kebutuhan sehari-hari, masyarakat di Kecamatan Malalak biasanya mengandalkan mata air di pegunungan.Namun, karena galodo (banjir bandang dalam istilah Minang), sumber mata air tersebut menjadi terganggu.“Tapi, untuk pasokan listrik terbilang masih aman meski belum pulih sepenuhnya,” kata Ikhsan.Baca juga: PMI: Kebutuhan Mendesak Pengungsi, Air Bersih dan Operasional Dapur UmumBerdasarkan pertimbangan atas masalah-masalah yang ada tersebut, tim relawan Unair berencana untuk memasang instalasi penjernih air di sekitar lokasi tersebut.“Kami sudah ada tim di Malalak, yaitu dari tim Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga (RSKKA). Sehingga bisa lebih memudahkan untuk koordinasi di lokasi. Alhamdulillah, tim survei juga mendapatkan bantuan petunjuk dan arahan dari warga setempat,” ujarnya.Usai melakukan survei dan berdiskusi dengan masyarakat Malalak, tim relawan Unair juga melakukan diskusi dengan relawan Universitas Brawijaya terkait Water, Sanitation, and Hygiene (WASH).“Diskusi tersebut bertujuan untuk saling jajak pendapat terkait titik-titik pemasangan instalasi penjernih air dari kedua belah pihak,” kata Ikhsan.Baca juga: Bantuan Logistik Mulai Masuk ke Pemukiman Kota Lintang Aceh Tamiang tapi Air Bersih Minim
(prf/ega)
Unair Siapkan Solusi Air Bersih dan Sumber Energi di Daerah Terisolasi Bencana Sumatera
2026-01-12 06:27:03
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 17:37
| 2026-01-12 17:37
| 2026-01-12 15:12










































