Massa Demo Buruh Bubar, Jalan Merdeka Selatan Kembali Dibuka

2026-01-12 16:25:19
Massa Demo Buruh Bubar, Jalan Merdeka Selatan Kembali Dibuka
JAKARTA, - Massa buruh Jawa Barat yang menggelar demonstrasi di Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa , membubarkan diri.Pengamatan Kompas.com di lokasi, massa aksi membubarkan diri setelah perwakilan buruh bertemu dengan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor dan Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Adriantoro di Istana Merdeka.Baca juga: Buruh Jabar Demo di Jakarta, Said Iqbal: Dedi Mulyadi Langgar Perintah PresidenSetelah penjelasan disampaikan perwakilan buruh, massa berjalan ke arah sisi Jalan Merdeka Selatan dekat Monas.Lagu mars Partai Buruh diputar dari mobil komando dan mengiringi massa yang membubarkan diri.Setelah lokasi aksi sepi, para petugas penanganan prasarana dan sarana umum (PPSU) mulai membersihkan lokasi tersebut.Mereka menyapu ruas jalan dan menenteng trashbag berwarna hitam untuk menaruh sampah-sampah yang mereka pungut di lokasi tersebut.Akses jalan di Jalan Merdeka Selatan menuju Patung Kuda yang sebelumnya ditutup polisi kini kembali dibuka.Baca juga: Buruh Ancam Demo Lagi dan Gugat ke PTUN jika Dedi Mulyadi Tak Ubah Nilai UMSKAkses jalan melalui Jalan Merdeka Selatan menuju Stasiun Gambir juga kembali dibuka.Sejumlah mobil dan motor terlihat sudah bisa melalui jalan tersebut.Kondisi lalu lintas di dua arah jalan tersebut terpantau ramai lancar.Ketua DPW Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia Jawa Barat, Suparno mengatakan, para buruh berjanji akan terus melakukan aksi jika revisi UMSK Jabar tidak sesuai dengan rekomendasi dari Kabupaten dan Kota."Kami pastikan, saya Suparno Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Jawa Barat, kami pastikan pasca liburan besok awal tahun kami akan melakukan aksi secara kontinu di Istana Negara," ungkapnya saat menemui media di lokasi aksi.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Namun, mengingat harga merupakan aspek yang sensitif bagi beberapa pasar berkembang, seperti Indonesia maupun India, vendor ponsel kabarnya bakal menggunakan strategi lain, selain kenaikan harga.Menurut bocoran yang dibagikan di blog Naver Korea Selatan, vendor ponsel kemungkinan memangkas RAM HP. Karena itu, beberapa ponsel dengan RAM 16 GB kemungkinan menjadi produk yang cukup langka.Sebaliknya, ponsel dengan RAM 4 GB justru akan lebih mendominasi ketimbang saat ini. Bocoran itu juga menyebutkan bahwa ponsel dengan RAM 12 GB bisa dipangkas hingga 40 persen, hingga menjadi 6 GB atau 8 GB. Sementara model yang biasanya dibekali RAM 8 GB, dipotong hingga 50 persen menjadi 4 GB atau 6 GB.Sayangnya, walaupun konfigurasi RAM beberapa ponsel tahun depan dipangkas, harganya tetap lebih mahal dibanding model sebelumnya, dilansir Gizmochina.Adapun kenaikan harga HP terjadi sebagian besar karena meningkatnya pemintaan memori di berbagai industri termasuk untuk data center kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), hingga menimbulkan kelangkaan pasokan.Hal tersebut juga diamini oleh Xiaomi, hingga menyatakan bahwa harga produknya tahun depan meningkat.Baca juga: Ini Sebab Harga Memori RAM di Indonesia NaikXiaomi sudah mengumumkan rencana kenaikkan harga smartphone baru mulai tahun depan. Pengumuman ini disampaikan oleh Presiden Xiaomi, Lu Weibing dalam konferensi pers terkait laporan pendapatan perusahaan pada November 2025 lalu.Ia mengataka bahwa keputusan ini diambil karena semakin mahalnya harga chip memori, akibat melonjaknya permintaan untuk server kecerdasan buatan (AI).Tingginya permintaan chip memori untuk server juga membuat perusahaan seperti Samsung, memangkas produksi chip memori termasuk untuk ponsel, dan mengalihkannya ke memori bandwidth tinggi (high bandwidth memory).Xiaomi Redmi Note 15 Pro 5G.

| 2026-01-12 15:16