Warga Garoga Tetap Ingin Pulang Meski Rumah Disapu Banjir: Ke Mana Lagi Awak Pulang?

2026-01-12 03:30:02
Warga Garoga Tetap Ingin Pulang Meski Rumah Disapu Banjir: Ke Mana Lagi Awak Pulang?
TAPANULI SELATAN, – Tangan Nurbaiti masih erat memegang sekop. Bersama suaminya, dia mencoba menyendok gundukan pasir tebal yang menimbun ruang tengah rumahnya di Desa Garoga, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.Wajahnya lelah, namun tangan Nurbaiti tak berhenti menyendok gundukan tanah. Padahal, rumah yang sedang dibersihkan itu sudah tidak lagi utuh.Separuh bangunan rumah tersebut, termasuk dua kamar tidur dan halaman rumahnya, telah hilang disapu banjir bandang yang membawa ribuan gelondongan kayu raksasa."Kamar dua hilang di depan. Depannya lagi, halaman itu (juga hilang)," ujar Nurbaiti sembari menunjuk area depan rumahnya yang kini berubah menjadi hamparan tanah lumpur, Sabtu .Baca juga: ITS Beri Keringanan Biaya UKT Hingga Semester 8 Bagi Mahasiswa Terdampak Bencana di SumateraMeski kondisi rumahnya sangat memprihatinkan dan wilayah tersebut masih rawan bencana susulan, Nurbaiti mengaku tidak memiliki rencana untuk pindah.Dia bertekad untuk tetap tinggal di rumahnya setelah proses pembersihan tanah dan puing selesai."Insya Allah memang (tinggal di sini lagi). Ke mana lagi awak pergi?" ujar Nurbaiti pasrah.Bagi Nurbaiti, yang terpenting saat ini adalah memiliki tempat berteduh, meskipun kondisinya jauh dari kata sempurna.Bahkan, meski rumahnya dinilai tidak layak huni oleh orang lain."Ya yang dibutuhkan tempat tinggal lah. Yang penting bisa lah ditempatin buat tidur," katanya.Baca juga: UNS Solo Verifikasi 70 Mahasiswa Terdampak Bencana Sumatera dan AcehKeinginan Nurbaiti untuk bangkit di tanah kelahirannya juga menemui jalan terjal lainnya.Selain rumah rusak berat, dia juga kehilangan aset yang menjadi penopang ekonomi keluarga.Banjir bandang turut menghanyutkan satu unit becak motor (bentor), serta satu unit sepeda motor pribadi. Kedua kendaraan itu terseret arus sangat jauh hingga ke desa tetangga."Hanyut ke sana, masjid sana jauh. Ke masjid Huta Godang sana, ke pasar sana," ujar Nurbaiti.Meski kendaraan tersebut akhirnya ditemukan tertumpuk di antara puing-puing, kondisinya sudah rusak total dan sulit diperbaiki.


(prf/ega)