BOGOR, - Areal perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Bogor tercatat bertambah sedikit sejak 2024, seiring munculnya lahan tanaman belum menghasilkan atau TBM seluas 57 hektare.Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Distanhorbun), menunjukkan, TBM tersebut merepresentasikan pengembangan atau penanaman baru dalam kawasan perkebunan sawit yang total luasnya telah mencapai 4.066,36 hektare.Berdasarkan data 2024, kebun sawit di Kabupaten Bogor tersebar di empat kecamatan wilayah Bagian Barat, yakni Cigudeg, Jasinga, Rancabungur, dan Sukajaya.Dari total luasan itu, tanaman menghasilkan (TM) tercatat seluas 4.009,36 hektare, sedangkan TBM seluas 57 hektare. Luasan TBM hanya tercatat muncul di Kecamatan Jasinga.Baca juga: Setelah Sukabumi, Bogor Miliki Kebun Sawit Terluas di Jabar: Mayoritas Berusia 20 TahunRinciannya, Kecamatan Cigudeg memiliki areal sawit seluas 1.778,93 hektare yang seluruhnya berupa tanaman menghasilkan.Jasinga mencatat total 1.043,94 hektare, terdiri dari 986,94 hektare TM dan 57 hektare TBM. Jasinga jadi satu-satunya wilayah yang areal perkebunan sawitnya bertambah.Rancabungur memiliki kebun sawit seluas 1.060,03 hektare dan Sukajaya 183,46 hektare, yang seluruhnya merupakan tanaman menghasilkan.Kabid Perlindungan dan Pelayanan Usaha Distanhorbun Kabupaten Bogor, Judi Rachmat mengatakan, kemunculan TBM tersebut menunjukkan adanya sedikit pengembangan areal meski secara umum luasan kebun sawit di Kabupaten Bogor relatif stagnan dalam dua tahun terakhir."Kalau dibandingkan dari sisi luasan, dari sekitar 2021 sampai sekarang relatif sama, bahkan kalau mungkin ada, cenderung berkurang yang biasanya ada yang digarap masyarakat, tapi kecil sekali," kata Judi kepada Kompas.com, Minggu . Menurut dia, perubahan yang lebih signifikan justru terjadi pada sisi produksi. Hal itu dipengaruhi oleh usia tanaman sawit yang sudah tua. Tanaman yang tidak menghasilkan, kata dia, sekarang jauh lebih banyak jumlahnya. Banyak pohon yang sudah tua dan harus direplanting kembali.Baca juga: KLH Segel Kebun Sawit di Tapanuli Tengah Imbas Banjir Sumatera UtaraJudi juga menegaskan, keberadaan areal perkebunan sawit itu tidak menggerus lahan pertanian pangan di wilayahnya.Sejak awal, lokasi kebun sawit tersebut memang berada di kawasan perkebunan dan tidak tercatat sebagai lahan pertanian pangan. “Dari dulu itu sudah lokasi perkebunan, bahkan mungkin sejak zaman Belanda,” ujarnya.Dari sisi tata ruang, seluruh areal sawit tersebut berada dalam zonasi perkebunan dan dinyatakan sesuai dengan rencana tata ruang wilayah.Ia menambahkan, kebun sawit di Bogor umumnya berusia lebih dari 20 tahun dan merupakan hasil konversi komoditas lama.“Sebelum sawit, itu kebun karet. Jadi bukan bukaan baru, apalagi berasal dari kawasan hutan. Dari dulu memang areal perkebunan,” kata dia.
(prf/ega)
Sebaran Kebun Sawit di Bogor yang Luasnya Terbesar Kedua di Jabar Setelah Sukabumi
2026-01-13 11:41:52
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-13 12:05
| 2026-01-13 11:56
| 2026-01-13 11:47
| 2026-01-13 11:34
| 2026-01-13 11:21










































