MEDAN, – Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, mendapat kritik tajam setelah video yang menunjukkan dirinya menjatuhkan bantuan kepada korban banjir di Tapanuli Tengah dari helikopter viral di media sosial.Banyak yang menilai cara tersebut berpotensi merusak bantuan pangan yang diberikan.Menanggapi kritik tersebut, Bobby menjelaskan, metode penyaluran bantuan tersebut terpaksa dilakukan karena daerah yang dikunjungi terisolasi dan tidak memiliki akses jalan akibat tertutup material longsor."Tadi sudah disampaikan daerah terisolir itu, artinya tidak bisa terjangkau. Kalau misalnya tidak bisa dijangkau, berarti kan ada bantuan dari udara. Untuk apa helikopter yang diberikan dari pemerintah pusat, dari Polri, dari TNI, tujuannya mempercepat bantuan," ungkapnya saat konferensi pers di Posko Tanggap Bencana di Jalan AH Nasution, Medan, Minggu malam.Baca juga: Bobby: Estimasi Kerugian Banjir dan Longsor di Sumut Rp 9,98 TriliunBobby menambahkan, video yang beredar telah diedit, sehingga mengubah konteks dari bantuan yang dijatuhkan."Walaupun diedit-edit, ya yang saya drop itu Indomie, tiba-tiba keluarnya jadi beras. Ini agak-agak aneh," jelasnya.Lebih lanjut, Bobby meminta masyarakat untuk fokus pada upaya membantu korban bencana alih-alih memperkeruh suasana dengan kritik."Jadi saya minta kepada semua masyarakat, apalagi yang tidak terkena bencana, ayo support, ayo dukung, bantu doa, jangan memperkeruh suasana. Artinya kita semua ini ingin mempercepat penanggulangan," tegasnya.Baca juga: Tinjau Banjir di Tanjung Pura, Gubernur Bobby Instruksikan Percepatan Perbaikan TanggulDia juga menyoroti kondisi masyarakat yang telah berhari-hari tidak mendapatkan makanan."Kita melihat langsung masyarakat yang sudah berhari-hari tidak makan. Kita melihat langsung masyarakat yang terisolir, bahkan banyak (info) dari Basarnas mayat-mayat yang belum bisa dievakuasi karena jalurnya belum terbuka. Ini menjadi fokus kita," tambahnya.Di sisi lain, Bobby mengakui pentingnya kritik untuk perbaikan di masa mendatang."Saya rasa itu mudah-mudahan menjadi kritik yang membangun," tutupnya.Sebelumnya, banjir dan longsor melanda 18 kabupaten/kota di Sumut sejak Senin , dengan Kabupaten Tapanuli Tengah menjadi salah satu wilayah terparah.Bobby sendiri berada di lokasi selama enam hari untuk menangani bencana.Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut hingga Minggu , jumlah korban meninggal akibat banjir dan longsor mencapai 330 orang, sementara 136 orang lainnya dinyatakan hilang.Di Tapanuli Tengah, jumlah korban meninggal mencapai 102 orang, dengan 91 orang hilang dan 524 orang mengalami luka-luka.
(prf/ega)
Dikritik Lempar Bantuan dari Helikopter, Bobby: Daerah Terisolir, Tak Bisa Terjangkau
2026-01-12 07:06:55
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 07:16
| 2026-01-12 07:06
| 2026-01-12 06:18
| 2026-01-12 06:11










































