SUBANG, - Hari Ibu bukan hanya tentang bunga dan ucapan, melainkan tentang penghormatan pada pengorbanan yang sering luput dari sorotan.Dari banyak kisah ketangguhan perempuan, kisah Dini Pertiwi, seorang ibu di Subang yang merawat empat anaknya, termasuk dua anak kembar siam, menjadi potret nyata makna keibuan.Dini Pertiwi (43) memiliki anak kembar siam bernama Muhamad Nurhidayah dan Nursyafaat yang kini usianya 7 tahun. Anak kembar siam tersebut lahir dengan kondisi dempet di perut, memiliki kaki 3, tetapi satu kaki sudah diamputasi.Mereka memiliki masing-masing 1 ginjal dan 1 jantung, termasuk 1 alat kelamin dan 1 anus.Baca juga: Apresiasi RSHS Sukses Pisahkan Bayi Kembar Siam, Dedi Mulyadi: Nangis Keras, Tandanya Sehat...Sementara itu, untuk tangan, kepala, wajah, mata, semua kondisinya normal seperti anak pada umumnya.Saat ini, anak kembar siam tersebut dalam kondisi sehat dan menanti tindakan operasi selanjutnya dari dokter RS Hasan Sadikin Bandung."Anak saya ini, dengan kondisi kembar siam perlu perhatian lebih dibandingkan dengan anak normal seusianya. Makanya, setiap waktu tidak bisa melepaskan diri dari mereka berdua," ujar Dini, saat ditemui Kompas.com di rumahnya, Kompleks Perumahan Surya Cigadung, Kelurahan Cigadung, Kecamatan/Kabupaten Subang, Senin sore.Dini mengatakan, merawat anak kembar tentu ada suka dan dukanya. Dia merasa bahagia kala melihat dua anaknya itu bertingkah lucu.Namun, di satu sisi, kedua anaknya itu memerlukan perhatian ekstra. "Dukanya kadang suka berantem juga dan saya bingung mendamaikannya. Kadang juga yang satu tidur yang satu tidak. Pokoknya butuh perhatian ekstra," katanya.Demi merawat buah hatinya yang kembar siam ini, Dini harus iklas tidak melanjutkan profesinya sebagai guru."Semenjak Syafaat dan Hidayah lahir 7 tahun lalu tepatnya tahun 2018, saya sudah berhenti kerja sebagai guru honor Bahasa Inggris di beberapa sekolah di Subang kota," ucapnya.Baca juga: Kisah Kembar Siam Abby dan Brittany, Punya Dua Gelar dan Dua Otak tapi Hanya Satu GajiDini berjanji, tak berhenti merawat anaknya yang memiliki keterbatasan fisik itu. "Anak adalah anugrah dan titipan dari Allah SWT, apa pun kondisinya, saya tetap bersyukur dan akan selalu menjaga dan merawatnya sepenuh hati hingga dewasa dan bahkan hingga akhir hayat saya," katanya.KOMPAS.COM/ AHYA NURDIN Di Subang, ada seorang Ibu bernama Dini Pertiwi (43) yang berjuang merawat anak kembar siamnya.
(prf/ega)
Cerita Ibu Dini di Subang, Tinggalkan Profesi Guru demi Rawat Anak Kembar Siam
2026-01-12 23:19:43
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 22:48
| 2026-01-12 22:43
| 2026-01-12 21:59
| 2026-01-12 21:27
| 2026-01-12 21:27










































