– Kementerian Luar Negeri RI mengonfirmasi jumlah Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban meninggal dalam kebakaran besar di kompleks hunian Wang Fuk Court, Tai Po, Hong Kong, kembali bertambah. Hingga Minggu , total 9 WNI dinyatakan tewas.“Jumlah WNI korban meninggal dunia bertambah 2 orang dan korban luka-luka bertambah 1 orang,” demikian isi keterangan tertulis Kemlu RI yang diterima di Jakarta, Ahad.Data terbaru itu merujuk pada rilis resmi Kepolisian Hong Kong (HKPF) yang diumumkan pada Minggu pukul 12.20 waktu setempat atau 11.20 WIB. Dengan pembaruan ini, total WNI yang selamat namun mengalami cedera tercatat berjumlah 3 orang.Baca juga: G-Dragon Hingga Super Junior Berdonasi untuk Bantu Pemulihan Kebakaran Hong KongKebakaran besar yang mengguncang kompleks perumahan Wang Fuk Court pada Rabu disebut sebagai salah satu tragedi paling mematikan di Hong Kong.Sedikitnya 128 orang tewas, 79 orang luka-luka, dan ratusan lainnya dinyatakan hilang. Hingga kini, pihak berwenang telah menahan 11 orang terkait penyelidikan awal kasus tersebut.Bagi Indonesia, tragedi ini meninggalkan luka mendalam. Menurut Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hong Kong, terdapat 140 WNI, seluruhnya pekerja migran sektor domestik (PMI), yang bekerja di area Wang Fuk Court. Hampir setengah dari jumlah itu sudah terkonfirmasi kondisinya.Baca juga: Dua PMI Asal Ponorogo Diduga Terdampak Kebakaran Hong Kong, Jejaknya Belum DitemukanJuru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, memastikan KJRI Hong Kong telah membentuk Tim Family Engagement untuk membantu proses komunikasi hingga pemulangan jenazah WNI ke Indonesia.“Tim Family Engagement ini tugasnya untuk repatriasi jenazah, menyampaikan penjelasan kapan kepulangan jenazah, dan detail-detail lain agar para keluarga memperoleh informasi,” ujar Yvonne di Jakarta, Minggu.Ia menegaskan bahwa tim tersebut menjadi penghubung utama antara otoritas Hong Kong dan keluarga korban di Indonesia, terutama terkait informasi kondisi kerabat mereka serta proses administratif yang harus ditempuh.“Komunikasi oleh KJRI Hong Kong masih intensif lewat panggilan video, panggilan telepon, semuanya masih terus dilakukan,” katanya.Baca juga: Warga Malang Jadi Salah Satu Korban Kebakaran di Apartemen Tai Po Hong KongHingga kini, sebagian jenazah WNI telah berhasil diidentifikasi. Namun, Yvonne mengatakan proses identifikasi sejumlah korban lain masih terkendala tingkat keparahan kondisi jenazah.Untuk itu, pihak berwenang memperkirakan sampel DNA dari keluarga di Indonesia mungkin diperlukan guna mempercepat dan memastikan akurasi identifikasi.Mengingat proses identifikasi dan koordinasi dengan otoritas Hong Kong masih berjalan, Yvonne menuturkan waktu pemulangan jenazah ke Indonesia belum dapat dipastikan.Hingga Sabtu , KJRI Hong Kong melaporkan 7 WNI telah dipastikan meninggal, sebelum kemudian angka itu bertambah menjadi 9 pada Minggu.Dari total 140 WNI yang bekerja di Wang Fuk Court, sebanyak 61 orang sudah terkonfirmasi kondisinya, sementara sisanya masih dalam proses pencarian dan pemastian.Baca juga: Seorang WNI Dirawat di RS Imbas Kebakaran Apartemen Hong Kong, 7 Orang Meninggal DuniaTragedi kebakaran Wang Fuk Court menjadi pukulan besar bagi komunitas PMI di Hong Kong.Pemerintah Indonesia melalui Kemlu RI dan KJRI Hong Kong berkomitmen melakukan pendampingan penuh hingga seluruh proses identifikasi dan repatriasi selesai.Upaya pendataan, pencarian, dan pemulihan terus dilakukan, termasuk koordinasi lintas otoritas demi memastikan hak dan kebutuhan para korban serta keluarga terpenuhi.
(prf/ega)
Jumlah WNI Tewas dalam Kebakaran Besar Wang Fuk Court Hong Kong Bertambah Jadi 9 Orang
2026-01-11 03:38:53
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 04:05
| 2026-01-11 02:43
| 2026-01-11 02:40
| 2026-01-11 02:34
| 2026-01-11 01:37










































