Cerita di Balik Bocah SD Naik KRL dari Tangerang ke Jaktim Tiap Hari

2026-02-04 05:28:59
Cerita di Balik Bocah SD Naik KRL dari Tangerang ke Jaktim Tiap Hari
Viral siswa SD naik KRL dari stasiun dekat rumahnya di Parung Jaya, Kota Tangerang, untuk berangkat sekolah sendirian menuju Klender, Jakarta Timur. Bocah SD itu disebut harus berangkat subuh-subuh setiap hari.Dirangkum detikcom, Selasa (25/11/2025), bocah SD itu bernama Hafitar. Dalam video yang beredar, Hafitar berseragam merah-putih menaiki KRL dari Tangerang menuju Stasiun Klender untuk berangkat sekolah.Gelagatnya tak tampak seperti anak kecil pada umumnya. Dia terlihat seperti pekerja dewasa yang biasa pulang-pergi menggunakan KRL.Seragam merah-putih yang dipakainya begitu mencolok di antara para calon penumpang yang sedang menunggu kereta di peron stasiun.Untuk mencapai sekolahnya di Jakarta Timur, Hafitar harus berangkat subuh-subuh seperti orang dewasa yang hendak bekerja. Dari stasiun dekat rumahnya, Hafitar harus transit di Stasiun Tanah Abang lalu pindah KRL ke arah Stasiun Klender.Jika ditotal, Hafitar harus menghabiskan waktu hampir 2 jam di perjalanan untuk menuju sekolahnya setiap pagi. Kepala Satuan Pelaksana (Kasatlak) Pendidikan Kecamatan Duren Sawit, Farida Farhah, menjelaskan awal mula Hafitar harus menempuh perjalanan jauh untuk sekolah. Menurutnya, Hafitar sebelumnya tinggal bersama ibunya di Kampung Sumur, Klender, tak jauh dari sekolah.Namun, situasi berubah ketika ayahnya meninggal dunia dan ibunya mendapatkan pekerjaan sebagai asisten rumah tangga (ART) di wilayah Tangerang."Ayahnya meninggal lima tahun lalu, jadi ibunya harus bekerja. Pekerjaan itu baru dapat September kemarin. Karena mereka ngontrak di Klender, mau tidak mau anak ini ikut ibunya tinggal di Tangerang," kata Farida saat dihubungi, Senin (24/11).Di awal kepindahan, sang ibu masih mengantar-jemput Hafitar naik KRL setiap hari. Kemudian, setelah merasa anaknya cukup mandiri dan rute perjalanan sudah dipahami, Hafitar mulai dilepas naik KRL sendiri.Hafitar pun dibekali kartu Commuter Line dan JakLingko, bahkan sang ibu sudah berkoordinasi dengan petugas Stasiun Parung Panjang, Tanah Abang, hingga Buaran.Namun perjalanan pulang-pergi sejauh itu membuat pihak sekolah khawatir. Farida mengungkap, jauh sebelum kisah ini viral, pihaknya sudah menyarankan perpindahan sekolah pada semester kedua. Tapi Hafitar menolak karena sudah merasa nyaman."Dia nggak mau pindah sekolah. Katanya gurunya baik-baik, teman-temannya juga. Ibunya juga nyaman dengan lingkungan orang tua murid di sini," ucapnya.Tak hanya itu, sejumlah guru dan orang tua murid bahkan menawarkan tempat tinggal sementara bagi Hafitar. Namun, tawaran itu selalu ditolak sang ibu."Setelah viral, kami ambil inisiatif merawat Hafitar bersama. Hari Minggu kemarin dia akhirnya bersedia tinggal di rumah salah satu teman sekolahnya," ungkap Farida.Pemindahan itu dilakukan setelah diskusi panjang dengan orang tua Hafitar dan keluarga yang menampung. Farida juga menjelaskan Hafitar kini setiap hari diantar-jemput keluarga temannya. Lebih lanjut, Farida mengungkap Hafitar baru sekitar seminggu berangkat sekolah sendirian naik KRL dari Tangerang ke Jaktim. Belakangan, aksi berani Hafitar itu viral di media sosial."Sejak pindah ke Tangerang bulan September, ibunya masih mengantar-jemput naik KRL. Dilepas benar-benar jalan sendiri itu baru satu minggu, lalu viral," kata Farida.Menurut Farida, ibunya Hafitar sudah menyiapkan seluruh kebutuhan perjalanan anaknya yang menggunakan KRL, mulai dari kartu Commuter Line, kartu JakLingko, hingga berkoordinasi dengan petugas stasiun."Ibunya sudah punya kontak petugas di Parung Panjang, Tanah Abang, sampai Buaran. Semua sudah disiapkan supaya aman," ucapnya.Farida mengatakan Hafitar akan pindah sekolah setelah pembagian rapor. Menurutnya, keputusan itu diambil usai pihak sekolah dan ibunda Hafitar berdiskusi.Menurut Farida, pihak sekolah tak tega dengan kondisi Hafitar yang harus menempuh perjalanan jauh untuk pergi dan pulang sekolah setiap hari."Karena Hafitar ini kelas 1 dan belum ada penilaian serta rapor, maka pemutasian akan dilakukan setelah pembagian rapor. Itu sekitar dua minggu lagi," kata Farida.


(prf/ega)

Berita Lainnya

Berita Terpopuler

#4

Lalu ketiga, penguatan talenta keamanan siber ASN, baik di pusat maupun di daerah, dan terakhir, pendampingan intensif melalui Ekosistem Keamanan Siber Nasional.Dengan empat langkah strategis ini, keamanan siber tidak lagi bersifat reaktif, tetapi menjadi sistem pertahanan yang proaktif, terstandarisasi, dan terintegrasi untuk melindungi ruang digital Indonesia, jelasnya.Sementara itu, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Nugroho Sulistyo Budi mengatakan, sinergi, kolaborasi, kerja sama, persatuan, kerukunan, adalah rumus keberhasilan suatu bangsa dalam mewujudkan transformasi nasional.Menurutnya, BSSN dan Kementerian PANRB terus berupaya meningkatkan sinergi dan kolaborasi di berbagai bidang, termasuk dalam pelaksanaan program percepatan transformasi digital yang aman.Baca juga: Rapat bersama DPR, Menteri PANRB Sampaikan Progres dan Proyeksi Program Kerja Kementerian PANRBTentu saja percepatan transformasi itu untuk mendukung Asta Cita dan Program Prioritas Presiden menuju Indonesia Emas 2045.Kami sangat mengapreasiasi Kementerian PANRB yang telah memberikan arahan dan dukungan sehingga terbuka ruang kolaborasi yang kuat antar kedua institusi, kata Sulistyo.Kolaborasi itu, kata dia, diwujudkan dengan menempatkan keamanan siber dan sandi sebagai enabler dan trust builder, serta mengintegrasikan keamanan siber dan sandi dalam kebijakan serta peta jalan penyelenggaraan transformasi digital.Hal tersebut, dilakukan untuk meningkatkan aksesibilitas dan kualitas layanan kepada masyarakat.

| 2026-02-04 03:14