PYONGYANG, - Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un meninjau langsung pabrik sistem peluncur roket multi-laras terbaru, dan memuji kekuatannya yang diklaim mampu memusnahkan musuh, demikian laporan media Pemerintah Korea Utara, Selasa .Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) menyebutkan, kunjungan Kim dilakukan sehari setelah Korea Utara mengumumkan uji tembak dua rudal jelajah jarak jauh strategis sebagai unjuk kesiapan tempur menghadapi ancaman luar negeri.Didampingi oleh para pejabat tinggi dari program rudal Korea Utara, Kim menyebut bahwa sistem roket multi-laras terbaru ini akan menjadi senjata utama dalam kekuatan militernya.Baca juga: Kim Jong Un Perintahkan Produksi Massal Rudal, Sinyal Perang Jangka Panjang?“Sistem senjata super-kuat ini mampu memusnahkan musuh lewat serangan mendadak yang presisi dengan akurasi tinggi dan daya hancur luar biasa,” kata KCNA mengutip pernyataan Kim, dikutip dari kantor berita AFP.KCNA juga melaporkan, sistem roket tersebut akan dikerahkan besar-besaran untuk mendukung serangan terkonsentrasi dalam operasi militer mendatang.KCNA/KNS via AFP Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un saat mengecek langsung produksi roket pemusnah musuh di pabrik senjata yang tak disebutkan lokasinya, Jumat .Dalam foto-foto yang dirilis media pemerintah, Kim tampak berdiri di dalam pabrik luas, dikelilingi roket-roket besar, dengan latar belakang dinding yang penuh propaganda militer.Kunjungan ini menjadi sinyal kuat dari ambisi Pyongyang untuk memperkuat kapabilitas serangan artileri, yang selama ini menjadi tulang punggung strategi militernya jika konflik kembali meletus di Semenanjung Korea.Baca juga: Timnas Putri Korea Utara 7 Kali Juara Piala Dunia, Kenapa Bisa Sangat Kuat?Korea Utara secara teknis masih berperang dengan Korea Selatan sejak Perang Korea 1950-1953 berakhir tanpa perjanjian damai.Studi oleh lembaga think tank RAND Corporation pada 2020 memperkirakan, sistem artileri Korea Utara dapat menimbulkan hingga 10.000 korban jiwa hanya dalam satu jam jika diarahkan ke pusat populasi seperti Seoul, ibu kota Korea Selatan.Dalam beberapa tahun terakhir, Korea Utara juga secara signifikan meningkatkan frekuensi dan kompleksitas uji coba rudal mereka.Para analis menilai, pengembangan sistem senjata ini tidak hanya bertujuan memperkuat kemampuan serangan presisi Pyongyang, tetapi juga menantang Amerika Serikat dan Korea Selatan.Selain itu, ada dugaan bahwa senjata-senjata tersebut sedang disiapkan untuk diekspor ke Rusia sebagai bagian kerja sama militer kedua negara yang semakin erat.Baca juga: Media Korea Utara Tiba-tiba Lupakan Hari Lahir Nenek Kim Jong Un, Ada Apa?
(prf/ega)
Korea Utara "Panen" Roket Pemusnah Musuh, Daya Hancur Luar Biasa
2026-01-12 07:26:36
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 07:38
| 2026-01-12 07:08
| 2026-01-12 05:57
| 2026-01-12 05:53










































