JAYAPURA, - Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Yowari, drg Maryen Braweri, menyampaikan duka cita mendalam sekaligus mengklarifikasi insiden meninggalnya Irine Sokoy dan sang bayi karena diabaikan empat rumah sakit di Kota dan Kabupaten Jayapura.Ia menyebut, pihaknya sudah melaksanakan tugas sesuai prosedur yakni menerima pasien, melakukan penanganan awal, memberikan rujukan hingga menurunkan tenaga medis untuk mengantar pasien bersama keluarganya.Maryen mengatakan, insiden meninggalnya Irine dan bayinya menjadi pembelaran bagi seluruh tenaga medis di RSUD Yowari untuk lebih meningkatkan pelayanan sehingga ke depan tak ada lagi korban lainnya karena diabaikan rumah sakit.Baca juga: Insiden Ibu dan Bayi Meninggal, Pemkab Jayapura Gratiskan Melahirkan di RSUD Yowari“Ini menjadi pembelajaran berharga bagi kami untuk ke depan harus melakukan perbaikan terhadap layanan kesehatan di RSUD Yowari ini." "Dari kejadian ini juga kami akan berupaya untuk tidak menolak pasien, jika bisa ditangani maka kami akan tangani,” katanya kepada wartawan saat ditemui di RSUD Yowari, Senin .Selain itu, RSUD Yowari akan bekerja sama dengan enam rumah sakit di Kota Jayapura untuk proses rujukan sehingga ke depan pasien yang dirujuk bisa ditangani dengan maksimal.“Kami akan kerja sama dengan beberapa rumah sakit di Kota Jayapura untuk menangani kondisi darurat. Jadi ketika kami rujuk, maka pasien akan mendapatkan pelayanan maksimal tanpa ada penolakan seperti yang sudah terjadi,” ujarnya.Di samping itu, RSUD Yowari akan meningkatkan pelayanan kesehatan dengan menambah dokter kandungan dan dokter spesialis sehingga bisa melayani seluruh pasien yang datang.Baca juga: Klarifikasi 3 Rumah Sakit Jayapura atas Kematian Ibu dan Bayinya Setelah Dioper Sana-sini“Kita juga akan menambah dokter spesialis kandungan 5 orang sehingga tidak ada lagi kekosongan seperti kejadian kemarin. Saat ini kami sudah mulai mencari dokter yang siap untuk ditugaskan di sini,” imbuhnya.Rumah Sakit Umum Daerah Yowari merupakan rumah sakit pertama yang menangani pasien Irine Sokoy pada Minggau sore.Sejak pasien datang sekitar pukul 16.00 WIT, pasien ditangani dan sempat dibawa ke ruang khusus bersalin.Namun karena kondisi bayi yang cukup besar hingga 4 kilogram dan tak ada dokter kandungan di tempat, pasien akhirnya dirujuk ke RS Dian Harapan.
(prf/ega)
Kasus Ibu dan Bayi Meninggal Jadi Pembelajaran untuk RSUD Yowari
2026-01-11 22:30:51
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 22:46
| 2026-01-11 22:32
| 2026-01-11 22:21
| 2026-01-11 21:14
| 2026-01-11 20:47










































