Pentingnya Bijak Pilih Informasi agar Tak Terjebak Mom Guilt

2026-01-12 06:23:52
Pentingnya Bijak Pilih Informasi agar Tak Terjebak Mom Guilt
– Di tengah derasnya arus informasi tentang pengasuhan anak di media sosial, banyak ibu justru merasa semakin cemas dan diliputi rasa bersalah. Alih-alih merasa terbantu, paparan informasi yang berlebihan justru membuat ibu mempertanyakan kemampuan dirinya sendiri. Kondisi inilah yang kerap memicu mom guilt atau perasaan bersalah karena merasa tidak cukup baik dalam menjalankan peran sebagai ibu.“Kalau terlalu banyak informasi yang berulang, menurutku stop dulu, boleh di-unfollow dulu, walaupun terkadang informasi yang sangat berguna,” ucap Psikolog Anak, Remaja, dan Keluarga, Farraas Afiefah Muhdiar saat diwawancarai Kompas.com di Jakarta Selatan, .Baca juga: Saran Psikolog agar Media Sosial Tak Memicu Munculnya Mom Guilt Ia mengungkapkan, salah satu kunci agar ibu tidak terjebak dalam mom guilt berkepanjangan adalah dengan lebih selektif dalam memilah informasi, terutama yang berasal dari media sosial.Ketika informasi berubah menjadi sumber kecemasanFarraas menjelaskan, pada dasarnya informasi tentang tumbuh kembang anak memang penting. Namun, ketika informasi tersebut dikonsumsi secara berlebihan dan tanpa disaring, dampaknya justru bisa berlawanan.Ia mencontohkan pengalamannya sendiri saat menghadapi masalah berat badan anak. Paparan konten tertentu yang terus-menerus muncul di media sosial justru memperburuk kecemasan.“Misalnya, aku dulu punya masalah dengan berat badan anakku, yang aku lakukan adalah mute sementara Instagram ahli-ahli yang selalu bilang soal stunting bisa memengaruhi IQ anak,” ujar Farraas.Baca juga: Suka Membandingkan Diri dengan Orang Lain di Medsos? Ini Tips Mengatasinya!freepik Ilustrasi stres dan kehabisan energi.Langkah tersebut, lanjut Farraas, bukan berarti menutup diri dari ilmu yang benar. Justru, hal itu dilakukan sebagai bentuk perlindungan kesehatan mental agar ibu tidak terus-menerus berada dalam kondisi cemas.“Ini bukan menutup atau menolak ilmu yang benar, tetapi terkadang unggahan tersebut bikin ibu semakin khawatir,” lanjutnya.Baca juga: Remaja Mudah Stres karena Media Sosial? Psikolog Ungkap PemicunyaFokus pada masalah anak tapi tetap batasi paparan informasiFarraas menegaskan, menyadari adanya masalah pada anak bukan berarti ibu harus terus menerus terpapar informasi yang memicu rasa bersalah. Sebaliknya, ketika ibu sudah memahami kondisi anaknya, paparan informasi yang berlebihan sebaiknya dikurangi.“Jika ibu sudah tahu dan sadar kondisi anaknya bermasalah, silahkan di-stop sementara paparan informasi yang berlebih, tapi tetap fokus untuk memperbaiki kondisi anak,” jelas Farraas.


(prf/ega)