Indonesia Dapat Sindiran sebagai 'Fossil of the Day' di COP30 Brasil, Kok Bisa?

2026-01-11 22:52:12
Indonesia Dapat Sindiran sebagai 'Fossil of the Day' di COP30 Brasil, Kok Bisa?
- Indonesia meraih penghargaan Fossil of the Day di acara konferensi perubahan iklim COP30 di Brasil pada Sabtu .Sayangnya, penghargaan ini bukan sebuah capaian karena merupakan sindiran dan teguran.Dikutip dari Climate Network, Indonesia mendapat penghargaan Fossil of the Day karena dianggap sebagai contoh paling buruk lantaran membawa 46 pelobi energi fosil dalam rombongan delegasinya.Penghargaan itu sejatinya diberikan saban hari oleh Jaringan Aksi Iklim (CAN) Internasional, sebuah koalisi lebih dari 1.900 kelompok masyarakat sipil.Baca juga: 7 Negara dengan Tingkat Kepercayaan Tertinggi terhadap Pemerintah 2025, Indonesia Raih 75 PersenDalam forum COP30 di Brasil, 46 pelobi Indonesia dari perusahaan bahan bakar fosil itu bernegosiasi mengenai Pasal 6.4 Perjanjian Paris.Pasal 6.4 adalah perjanjian yang dirancang sebagai mekanisme pasar karbon terpusat yang diawasi PBB dengan maksud untuk mencegah jenis kompensasi berintegritas rendah yang telah lama mengganggu pasar sukarela.Namun, selama sesi Pasal 6.4 pada laporan tahunan Badan Pengawas, intervensi Indonesia hanya terdiri dari poin-poin pembicaraan yang sama dengan surat pelobi yang menyerukan aturan permanen yang lebih lemah, perlakukan lebih lunak terhadap pembalikan, dan perlindungan lebih longgar untuk offset berbasis alam berisiko tinggi.Seruan-seruan ini secara langsung bertentangan dengan sains dan merusak integritas lingkungan. Padahal, mekanisme 6.4 seharusnya melindungi lingkungan.Baca juga: Indonesia Akan Terlibat dalam Pasukan Perdamaian Gaza, Apa Itu?Dikutip dari Mongabay, hal ini membuat para pengamat bertanya-tanya tentang kredibilitas Indonesia dan perannya di antara negara-negara berkembang.Mereka juga mempertanyakan integritas kredit karbon yang diharapkan dapat dijual secara internasional.Padahal, Indonesia di COP30 mengirimkan 46 delegasi individu dari perusahaan bahan bakar fosil.Jumlah tersebut menempatkan Indonesia sebagai salah satu kelompok yang mengirimkan delegasi terbesar dibandingkan negara berkembang lainnya.Mereka yang dikirimkan termasuk pejabat dari perusahaan minyak dan gas milik negara, konglomerat batubara dan pertambangan, produsen pupuk yang bergantung pada gas, serta perusahaan industri berat yang merupakan lintas sektor industri.Baca juga: Malaysia Klaim jadi Negara dengan Internet Termurah, Internet Indonesia Justru Paling Mahal di ASEANPara kritikus menilai, delegasi perusahaan industri berat itu lebih menyerupai blok bahan bakar fosil nasional yang terkoordinasi daripada segelintir pengamat insidental.Direktur Greenpeace Indonesia, Leonard Simanjuntak mengatakan, hal ini mencerminkan realitas politik yang sudah berlangsung lama.


(prf/ega)