PURWOREJO, - Mantan Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengungkap pesan moral dan kebangsaan yang diwariskan mertuanya, Jenderal TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo, semasa hidupnya. Pesan tersebut menekankan pentingnya kesetiaan kepada negara dalam kondisi apa pun.SBY menjelaskan bahwa almarhum dikenal sebagai prajurit sejati yang memegang teguh prinsip cinta Tanah Air.Bahkan, ketika pernah diajak oleh pihak-pihak yang tidak puas terhadap pemerintah untuk terlibat dalam suatu gerakan, Sarwo Edhie dengan tegas menolaknya.“Jawaban beliau singkat dan tegas, apapun yang terjadi ini negara kita. Kalau ingin memberi masukan kepada pemerintah, sampaikan dengan cara yang baik, bukan dengan melawan,” tutur SBY saat ziarah di makam Jenderal Sarwo Edhie Wibowo pada Selasa .Baca juga: Gelar Pahlawan Nasional untuk Sarwo Edhie, SBY: Ini Kehormatan Besar bagi KeluargaMenurut SBY, Sarwo Edhie meyakini bahwa Indonesia dibangun melalui pengorbanan besar, termasuk darah dan air mata para pejuang.Karena itu, bangsa ini harus dijaga bersama, bukan dilawan dengan kekerasan atau pemberontakan.“Beliau berpesan, sekalipun suatu saat pemimpin dianggap tidak lurus, jangan pernah membenci negaramu. Dengan segala kekurangannya, ini adalah negara kita,” lanjutnya.SBY menegaskan bahwa sikap tersebut menjadi bukti mendalamnya kecintaan Sarwo Edhie terhadap bangsa dan negara.Meski kenyang pengalaman pertempuran dan menghadapi situasi sulit, almarhum tetap menjunjung kesetiaan pada konstitusi dan persatuan nasional.Pesan kebangsaan itu diharapkan dapat terus dipegang keluarga besar dan menjadi teladan bagi generasi muda Indonesia.“Beliau mengajarkan bahwa kritik itu boleh, nasihat itu perlu, tetapi jangan pernah mengkhianati negara yang kita dirikan dan kita perjuangkan bersama,” ungkap SBY.Selain pesan cinta Tanah Air, SBY juga mengungkap kembali peran penting Jenderal Sarwo Edhie dalam menjaga keutuhan NKRI, khususnya saat pelaksanaan jajak pendapat di Papua yang difasilitasi PBB.Momentum tersebut menentukan masa depan Papua: tetap bersama Indonesia atau berdiri sebagai negara sendiri.Pada periode tersebut, Sarwo Edhie menjabat sebagai Pangdam Cendrawasih dengan tugas utama menjaga stabilitas keamanan.“Waktu jajak pendapat di Papua yang diselenggarakan PBB, almarhum menjabat sebagai Pangdam Cendrawasih. Tugas beliau menjaga stabilitas dan kelancaran jalannya proses penentuan sikap rakyat Papua,” ujar SBY.
(prf/ega)
Pesan Jenderal Sarwo Edhie Wibowo Kepada SBY: Jangan Pernah Membenci Negaramu
2026-01-12 07:06:55
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 06:52
| 2026-01-12 06:43
| 2026-01-12 05:33
| 2026-01-12 05:02










































