AI: Alat Vs Candu

2026-01-13 18:20:16
AI: Alat Vs Candu
SUATU malam di Seoul, seorang mahasiswa bernama Min-jun (bukan nama sebenarnya, tapi merupakan kisah nyata) mengalami serangan panik ketika aplikasi ChatGPT-nya tiba-tiba error.Tangannya gemetar, keringat dingin membasahi dahinya. Selama enam bulan terakhir, ia tak bisa membuat keputusan apa pun tanpa berkonsultasi dengan AI (Akal Imitasi): memilih menu sarapan, merespons pesan teman, bahkan menentukan baju yang akan dipakai.Ketika teknologi itu tak bisa diakses, Min-jun merasa seperti kehilangan sebagian dirinya.Kisah ini bukan fiksi, ia adalah salah satu dari ribuan kasus ketergantungan parah pada AI yang kini mulai mengkhawatirkan para psikiater di seluruh dunia.Di Indonesia, kegelisahan serupa mencuat ke permukaan. Survei kami, Sharing Vision, yang melibatkan lebih dari 5.000 responden secara nasional mengungkap fakta mengejutkan.Lebih dari 70 persen masyarakat Indonesia cemas terhadap potensi ketergantungan berlebihan pada AI.Angka ini bukan sekadar cerminan teknofobia belaka, melainkan intuisi kolektif yang ternyata didukung oleh deretan bukti ilmiah dari berbagai belahan dunia.Kurang dari tiga tahun sejak ChatGPT diluncurkan November 2022, dunia menyaksikan pergeseran fundamental dalam cara manusia berinteraksi dengan teknologi.Namun, apa yang tampak sebagai kemajuan revolusioner ternyata menyimpan sisi gelap yang mengingatkan pada mekanisme hypnosis, kondisi di mana seseorang secara bertahap menyerahkan kontrol dan kehendak mereka kepada kekuatan eksternal.Baca juga: Kiamat Pencitraan: Warganet Kini Vs Pemimpin Tipu-tipuPenelitian terbaru Nature Human Behaviour mengungkap temuan yang mencengangkan: GPT-4 memiliki kemampuan persuasi yang mengungguli manusia dalam 64 persen kasus debat online.Lebih mengkhawatirkan lagi, studi dalam jurnal Scientific Reports menemukan, orang-orang menganggap AI sebagai sumber yang lebih tidak bias dan lebih informatif dibandingkan manusia. Justru ketika mereka menerima pesan yang bertentangan dengan keyakinan mereka.Kondisi ini menciptakan apa yang para ahli sebut sebagai situational hypersuggestibility atau keadaan di mana seseorang menjadi sangat mudah menerima informasi dan sugesti tanpa kritis.Bagaimana AI bisa seperkasa itu? Para peneliti dari Stanford dan MIT menemukan bahwa AI modern mengeksploitasi sistem reward di otak manusia dengan cara yang sangat sistematis.Setiap kali kita mendapat jawaban memuaskan dari AI, otak melepaskan dopamine, zat kimia sama yang terlibat dalam kecanduan narkoba, judi, dan media sosial.Perbedaannya, AI menyajikan "hadiah" ini dengan personalisasi yang begitu canggih sehingga terasa seperti dibuat khusus untuk kita.Di Amerika Serikat, seorang eksekutif perusahaan teknologi bernama Sarah mengaku tak bisa lagi menulis email tanpa bantuan AI."Awalnya hanya untuk menghemat waktu," ungkapnya dalam wawancara dengan Psychology Today."Tapi sekarang, ketika saya mencoba menulis sendiri, rasanya kata-kata saya terdengar janggal dan tidak cukup baik. Saya kehilangan kepercayaan diri pada kemampuan komunikasi saya sendiri," tambah dia.Sarah bukan kasus tunggal. Laporan dari MIT Media Lab mencatat bahwa 43 persen profesional muda di AS mengalami fenomena serupa, apa yang mereka sebut sebagai cognitive atrophy atau kemunduran kemampuan kognitif akibat terlalu bergantung AI.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#5

Pada hari penerapan, ganjil genap berlaku dalam dua sesi, yakni pagi pukul 06.00–10.00 WIB dan sore pukul 16.00–21.00 WIB. Pengendara yang melintas di akses tol yang terhubung langsung dengan jalan ganjil genap tetap wajib menyesuaikan pelat nomor kendaraan.Baca juga: Wisatawan Menuju Gunungkidul Diimbau Gunakan Jalur AlternatifAdapun 28 akses gerbang tol di Jakarta yang terkena ganjil genap pada pekan ini sebagai berikut:1. Jalan Anggrek Neli Murni sampai akses masuk Tol Jakarta-Tangerang2. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai Jalan Brigjen Katamso3. Jalan Brigjen Katamso sampai Gerbang Tol Slipi 24. Off ramp Tol Tomang/Grogol sampai Jalan Kemanggisan Utama5. Simpang Jalan Palmerah Utara-Jalan KS Tubun sampai Gerbang Tol Slipi 16. Jalan Pejompongan Raya sampai Gerbang Tol Pejompongan7. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai akses masuk Jalan Tentara Pelajar8. Off ramp Tol Benhil/Senayan/Kebayoran sampai akses masuk Jalan Gerbang Pemuda9. Off ramp Tol Kuningan/Mampang/Menteng sampai simpang Kuningan10. Jalan Taman Patra sampai Gerbang Tol Kuningan 211. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai simpang Pancoran12. Simpang Pancoran sampai Gerbang Tol Tebet13. Jalan Tebet Barat Dalam Raya sampai Gerbang Tol Tebet 214. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai Jalan Pancoran Timur II15. Off ramp Tol Cawang/Halim/Kampung Melayu sampai simpang Jalan Otto Iskandardinata-Jalan Dewi Sartika16. Simpang Jalan Dewi Sartika-Jalan Otto Iskandardinata sampai Gerbang Tol Cawang17. Off ramp Tol Halim/Kalimalang sampai Jalan Inspeksi Saluran Kalimalang18. Jalan Cipinang Cempedak IV sampai Gerbang Tol Kebon Nanas19. Jalan Bekasi Timur Raya sampai Gerbang Tol Pedati20. Off ramp Tol Pisangan/Jatinegara sampai Jalan Bekasi Barat21. Off ramp Tol Jatinegara/Klender/Buaran sampai Jalan Bekasi Timur Raya22. Jalan Bekasi Barat sampai Gerbang Tol Jatinegara23. Simpang Jalan Rawamangun Muka Raya-Jalan Utan Kayu Raya sampai Gerbang Tol Rawamangun24. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan Utan Kayu Raya-Jalan Rawamangun Muka Raya25. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan H Ten Raya-Jalan Rawasari Selatan26. Simpang Jalan Rawasari Selatan-Jalan H Ten Raya sampai Gerbang Tol Pulomas27. Off ramp Tol Cempaka Putih/Senen/Pulogadung sampai simpang Jalan Letjend Suprapto-Jalan Perintis Kemerdekaan28. Simpang Jalan Pulomas sampai Gerbang Tol Cempaka Putih

| 2026-01-13 16:04