YOGYAKARTA, - Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta menyebut Automated External Defibrillator (AED) atau alat kejut jantung yang ditempatkan di Malioboro mudah dioperasikan.Alat yang dipasang saat momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) itu untuk mengantisipasi apabila ada wisatawan yang mengalami serangan jantung.Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Public Safety Center (PSC) 119 YES Yogyakarta, Dadan Andrianto, mengatakan alat kejut jantung itu ditempatkan di lokasi-lokasi strategis seperti Teras Malioboro 1, Plaza Malioboro, Teras Malioboro 2, atau Ketandan.Ia menjelaskan, jika alat kejut jantung itu dilengkapi dengan panduan suara.Baca juga: Pemkot Yogyakarta Siapkan 5 Alat Kejut Jantung, Antisipasi Wisatawan Kena Serangan Jantung"Jadi, siapapun yang sudah pernah dilatih bisa menggunakannya, dan alat kejut jantung otomatis itu dilengkapi dengan panduan suara. Itu konsepnya seperti APAR. Jadi, ditempatkan di lokasi strategis, gratis," katanya, Kamis .Ia menambahkan alat tersebut bisa diakses oleh siapapun yang mengalami serangan jantung.Jika alat tersebut digunakan oleh seseorang yang tidak terkena serangan jantung, AED milik Pemkot ini tidak dapat bekerja.Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, mengatakan kepadatan pengunjung, khususnya di kawasan Malioboro, berpotensi memicu kondisi darurat kesehatan seperti serangan jantung.“Kalau di Malioboro crowded sekali, pernah kejadian serangan jantung. Maka alat pacu jantung itu adanya tidak di posko (kesehatan) tapi di titik yang mudah diakses,” ujar Hasto, Rabu .Penempatan AED akan disiapkan di lima titik keramaian yang mudah dijangkau masyarakat. Meliputi Teras Malioboro 1, Plaza Malioboro, Taman Malioboro, serta Teras Malioboro 2.Baca juga: Malioboro Full Pedestrian Tak Berlaku saat Periode Libur NataruSelain menyiapkan AED, Pemkot Yogyakarta juga menyiapkan jalur khusus kegawatdaruratan, terutama di kawasan Malioboro.Jalur ini disiapkan agar ambulans tetap dapat melintas apabila terjadi kondisi darurat, seperti pengunjung yang mengalami serangan jantung.Hasto menjelaskan, AED milik Pemkot Yogyakarta dilengkapi panduan suara dan sistem pendeteksi otomatis. Alat tersebut hanya akan bekerja apabila mendeteksi korban mengalami henti jantung.Baca juga: Wali Kota Yogyakarta Sebut Parkir Liar Kronis, Siapkan 3 Kantong Tambahan Jelang Nataru“Jika ditempelkan pada orang yang sehat, alat ini tidak akan bekerja,” jelasnya.
(prf/ega)
Alat Kejut Jantung Dipasang di Malioboro saat Nataru, Dinkes: Mudah Dioperasikan
2026-01-12 05:12:28
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 05:49
| 2026-01-12 05:29
| 2026-01-12 05:15
| 2026-01-12 04:00










































