Waka Komisi I DPR Usul RUU ITE Atur Buzzer Provokatif Ditindak Tanpa Aduan

2026-02-05 07:00:35
Waka Komisi I DPR Usul RUU ITE Atur Buzzer Provokatif Ditindak Tanpa Aduan
Wakil Ketua Komisi I DPR Sukamta bicara peluang adanya revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Sukamta mengusulkan pendengung atau buzzer bisa ditindak tanpa adanya delik aduan.Hal itu disampaikan Sukamta dalam rapat kerja bersama Menkomdigi Meutya Hafid di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (8/12/2025). Sukamta menyoroti buzzer yang destruktif hingga menimbulkan ancaman terhadap negara."Harapan kami begini, ke depan mungkin barangkali perlu ada revisi UU ITE kembali Bu, terutama soal kewenangan mengenai moderasi konten terhadap buzzer yang terorganisir atau aktivitas buzzing destruktif yang terorganisir," kata Sukamta dalam rapat.Sukamta menyoroti ulah buzzer yang sampai menimbulkan kerusuhan hingga ancaman terhadap bangsa. Politikus PKS itu menilai perlu ada satu pasal di UU ITE yang mengatur itu."Nah ini kan perlu ada penguatan 1 pasal tertentu soal itu. Nah di kita itu belum ada. Jadi pidananya masih ancaman pidana umum, delik umum gitu," ujar Sukamta.Sukamta menilai kondisi darurat tak bisa mengganggu proses birokrasi. Sementara itu, di sisi lain, Sukamta menilai sulit menurunkan konten yang sifatnya provokatif di media sosial."Sementara kemarin, Pak Ketua berkali-kali mengatakan bahwa kondisi darurat itu tidak bisa menunggu birokrasi kan. Dalam posisi yang sudah jelas ada ancaman pada pejabat negara, orang-orang pengambil keputusan kita masih menunggu delik aduan, menunggu aduan untuk menurunkan konten yang sifatnya provokatif tersebut," ujar Sukamta.Legislator bidang pertahanan hingga komunikasi-informasi ini menilai penting adanya regulasi yang mengatur soal itu. Sukamta berharap adanya penindakan terhadap buzzer destruktif tanpa harus ada delik aduan."Nah saya kira ini maksud saya pentingnya barangkali ya kita pikirkan apakah di UU ITE, khusus untuk hal yang terkait dengan aktivitas buzzing yang destruktif dan yang terorganisir itu bisa dilakukan penindakan yang dikecualikan dari delik aduan," ucapnya. Dalam kesempatan yang sama, Meutya Hafid, mendukung adanya revisi untuk memberikan kejelasan. Kendati demikian, Meutya berharap akan ada masukan terkait pasal tersebut sebelum ditetapkan lebih jauh."Terkait revisi UU ITE kita juga mendukung, memang ada ranah yang ini mungkin juga bagus karena ada masukan dari mana-mana bahwa ada ranah yang mungkin memerlukan lebih kejelasan lagi, dari apa sih yang dinamakan gangguan ketertiban hukum, mana yang kemudian ada ancaman negara dan sebagainya," ujar Meutya."Jadi kalau memang ini lebih detail lagi saya rasa akan mendapatkan dukungan dari banyak pihak sehingga pasalnya menjadi jelas," imbuhnya.Simak juga Video 'Ciri-ciri Akun Buzzer Gimana, Sih? Ini Kata Founder Drone Emprit':[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#5

Sementara Samsung Music Studio 5 hadir dengan ukuran lebih ringkas. Speaker ini ditujukan bagi pengguna yang menginginkan kualitas audio mumpuni tanpa mengganggu tampilan ruangan. Music Studio 5 mendukung koneksi WiFi dan Bluetooth, layanan streaming, serta kontrol suara.Kedua speaker WiFi Music Studio juga dirancang agar mudah diintegrasikan dengan soundbar dan TV Samsung, sebagai bagian dari ekosistem audio terpadu.Samsung juga meningkatkan teknologi Q-Symphony, yang memungkinkan TV, soundbar, dan speaker WiFi bekerja sebagai satu sistem audio. Pengguna dapat menghubungkan hingga lima perangkat audio sekaligus, dengan sistem yang menyesuaikan suara berdasarkan tata letak ruangan.Selain itu, Samsung juga memperkenalkan jajaran ekosistem audio terbaru mereka dari lini soundbar Q Series.Selama lebih dari satu dekade, Samsung telah membentuk evolusi audio rumah melalui teknologi akustik canggih, fitur cerdas, dan desain yang dipikirkan secara matang, ungkap Hun Lee, Executive Vice President Visual Display Business Samsung Electronics, dikutip KompasTekno dari halaman resmi Samsung. Kami melanjutkan warisan tersebut dengan perangkat audio generasi terbaru yang dirancang untuk menghadirkan performa suara yang kaya dan ekspresif di setiap ruang dan momen, lanjut dia. Salah satu produk utama dalam ekosistem audio terbaru ini adalah soundbar flagship HW-Q990H.Baca juga: Ketika HP Lipat Tiga Samsung Galaxy Z TriFold Dibuka-Tutup Barbar 200.000 Kali...Soundbar ini hadir dengan sistem 11.1.4-channel yang menggabungkan soundbar utama, speaker belakang, dan subwoofer aktif. Samsung juga menambahkan teknologi Sound Elevation agar terdengar lebih natural, serta fitur Auto Volume untuk menjaga konsistensi suara di berbagai jenis konten.Soundbar ini juga dibekali fitur berbasis AI untuk memperluas bidang suara. Lewat fitur ini, Samsung mengeklaim pengalaman audio yang dihadirkan setara dengan sistem home theater profesional, tetapi tetap ringkas untuk penggunaan di rumah.Selain itu, Samsung memperkenalkan All-in-One Soundbar HW-QS90H. Soundbar ini bisa dipasang di dinding atau diletakkan di atas meja. Sensor di dalamnya akan menyesuaikan arah suara secara otomatis sesuai posisi perangkat. Dengan sistem 7.1.2-channel dan 13 speaker, soundbar ini mampu menghasilkan bass yang dalam tanpa perlu subwoofer tambahan.

| 2026-02-05 06:12