JAKARTA, – Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2025 yang diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS) sebesar 5,04 persen (year on year/yoy) dinilai sedikit di atas ekspektasi banyak pihak. Namun, sejumlah ekonom menilai capaian ini masih menyisakan tanda tanya, terutama terkait konsistensi antara data sektoral dan indikator riil di lapangan. Ekonom Bright Institute, Awalil Rizky, menilai secara keseluruhan angka pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III 2025 yang dirilis BPS tampak lebih tinggi dari yang diperkirakan banyak analis.Baca juga: Sulawesi Jadi Jawara Pertumbuhan Ekonomi di Kuartal III-2025, Disusul Pulau Jawa FREEPIK/PIKISUPERSTAR Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, pertumbuhan industri pengolahan yang dilaporkan cukup tinggi belum sepenuhnya sejalan dengan data sektoral, sementara investasi dan konsumsi masyarakat justru menunjukkan dinamika berlawanan. “Jika memperhatikan indikator lainnya, pertumbuhan ekonomi riil pada kuartal III sejatinya berada di kisaran 4,85 persen, dan untuk setahun penuh 2025 sekitar 4,9 persen,” ujarnya kepada Kompas.com pada Rabu . Awalil menambahkan, apabila kecenderungan “memoles” angka pertumbuhan ini berlanjut, target 5,05 persen memang mungkin tercapai di atas kertas, namun laju ekonomi berisiko terkoreksi lebih dalam pada tahun-tahun mendatang. Menurutnya angka yang diumumkan BPS ini sejalan dengan sinyal dari Purbaya Yudhi Sadewa beberapa hari sebelumnya dan pernyataan Febrio Kacaribu, Dirjen Strategi Ekonomi dan Fiskal Kemenkeu, pada Oktober lalu. Baca juga: Pemerintah Geser Arah Pertumbuhan Ekonomi ke Investasi, Danantara Jadi Motor
(prf/ega)
Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III 2025 5,04 Persen, Ekonom: Terlalu Optimistis
2026-01-12 04:18:55
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 04:20
| 2026-01-12 02:54
| 2026-01-12 02:51
| 2026-01-12 02:29
| 2026-01-12 02:21










































