Kesalahan Pengemudi yang Sering Picu Kecelakaan di Jalan Tol

2026-01-12 06:08:02
Kesalahan Pengemudi yang Sering Picu Kecelakaan di Jalan Tol
JAKARTA, – Kecelakaan lalu lintas di jalan tol masih kerap terjadi, terutama saat volume kendaraan meningkat seperti pada periode libur panjang. Padahal, sebagian besar insiden tersebut dipicu oleh kesalahan pengemudi yang sebenarnya dapat dihindari.Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Wilan Oktavian, mengatakan ada sejumlah kesalahan yang paling sering dilakukan pengemudi dan menjadi faktor dominan terjadinya kecelakaan, baik kecelakaan tunggal maupun tabrakan dengan kendaraan lain.Salah satu kesalahan paling berbahaya adalah mengemudi dalam kondisi mengantuk atau kelelahan akibat kurang istirahat.Wilan menegaskan, fenomena micro sleep kerap menjadi pemicu kecelakaan fatal di jalan tol.Baca juga: Biaya Kepemilikan Aprilia SR-GT 200: Apa yang Perlu Diketahui?“Mengemudi dalam kondisi mengantuk, lelah, kurang istirahat atau micro sleep atau kelelahan," kata Wilan, kepada Kompas.com, belum lama ini.Fenomena micro sleep kerap menjadi pemicu kecelakaan fatal di jalan tol. Fenomena ini adalah kondisi berbahaya di mana seseorang tertidur selama beberapa detik tanpa disadari.Bisa terjadi karena faktor lelah, jenuh, atau lainnya yang memengaruhi kinerja fisik dan psikis manusia.Kompas.com Ilustrasi mengemudi mobil matik.Untuk itu pengemudi untuk beristirahat secara berkala dan tidak ragu masuk rest area jika mulai merasa lelah.Kesalahan lain yang masih sering dilakukan adalah mengemudi dengan kecepatan tinggi atau overspeed, tanpa mempertimbangkan kondisi jalan dan cuaca.Menurut Wilan, kecepatan berlebih membuat pengemudi memiliki waktu reaksi yang lebih singkat ketika menghadapi situasi darurat. Risiko kecelakaan juga semakin besar saat kondisi hujan atau jarak pandang terbatas.Kondisi kendaraan juga menjadi faktor penting yang kerap diabaikan pengemudi. Wilan menyoroti masih banyak kendaraan yang melintas di jalan tol dengan kondisi tidak laik."Kondisi tidak laik misalnya ban gundul atau vulkanisir, muatan berlebihan atau over-dimension atau overload," kata Wilan.Kesalahan berikutnya adalah kurangnya kewaspadaan terhadap kondisi jalan dan fasilitas jalan tol, seperti marka jalan, rambu lalu lintas, maupun perubahan kondisi permukaan jalan setelah hujan.Dok. Kementerian PU Ilustrasi jalan tol.Rambu dan marka sudah disediakan untuk membantu pengemudi. Jika diabaikan, maka potensi kecelakaan akan meningkat."Kesalahan lainnya, tidak menjaga jarak aman dengan kendaraan lain, dan kurang fokus atau konsentrasi saat mengemudi seperti menggunakan ponsel," ucap Wilan.Fokus penuh saat mengemudi menjadi kunci utama keselamatan, terutama di jalan tol dengan kecepatan kendaraan yang relatif tinggi.Baca juga: Aldeguer Sebut Masuk Tim Pabrikan Bukan JaminanMaka dari itu keselamatan berkendara di jalan tol tidak hanya bergantung pada infrastruktur, tetapi juga pada kedisiplinan dan kesadaran pengemudi.Dengan menghindari kesalahan-kesalahan tersebut, risiko kecelakaan dapat ditekan, sekaligus menciptakan perjalanan yang lebih aman dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan.


(prf/ega)