Anggaran Darurat Daerah Bencana Kritis, Usul Bantuan Rp 2 Miliar per Kabupaten/Kota

2026-02-08 14:09:50
Anggaran Darurat Daerah Bencana Kritis, Usul Bantuan Rp 2 Miliar per Kabupaten/Kota
- Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa anggaran belanja tidak terduga (BTT) di sejumlah daerah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat kini berada dalam kondisi kritis.Laporan tersebut disampaikan Tito dalam rapat penanganan bencana yang dipimpin Presiden di Banda Aceh, Minggu malam.“Anggaran mereka yang diandalkan dalam keadaan krisis namanya belanja tidak terduga pak, tapi karena akhir tahun sangat tipis, ada yang cuma Rp 75 juta, ada yang Rp 300 juta,” kata Tito.Mendagri menjelaskan bahwa meski pemerintah pusat telah menyalurkan bantuan pangan, BBM, dan beras, terdapat kebutuhan-kebutuhan kecil di lapangan yang tidak dapat ditutup oleh anggaran daerah.“Misalnya popok bayi, kebutuhan perempuan, dan hal-hal kecil lain yang biasanya membuat mereka meminta bantuan tambahan,” katanya.Baca juga: BNPB: Butuh Anggaran 25,41 Triliun untuk Biaya Pemulihan Provinsi AcehTito menyebutkan bahwa Kemendagri telah meminta provinsi dan kabupaten/kota lain yang masih memiliki simpanan anggaran untuk membantu daerah terdampak.Hingga kini, sekitar Rp 34 miliar bantuan telah tersalurkan, termasuk Rp 3 miliar untuk Kabupaten Lhokseumawe yang dikirim dari daerah lain.Meski demikian, Tito mengusulkan agar pemerintah pusat turut memberikan bantuan langsung guna memperkuat kemampuan daerah dalam menangani kebutuhan mendesak warga.“Kalau Bapak berkenan, kondisi 52 kabupaten/kota ini sangat tipis. Mungkin bisa dibantu Rp 2 miliar per kabupaten/kota sebagai pegangan untuk membantu masyarakat dalam kebutuhan kecil yang mendesak,” ujarnya.Baca juga: Update BNPB: Korban Meninggal Banjir Sumatera 921 Orang, Hilang 392 OrangPresiden Prabowo kemudian menanyakan rincian usulan tersebut. “Itu apa? Per kabupaten?” tanya Presiden.“Per kabupaten, Pak. Dikalikan 52,” jawab Tito.Presiden Prabowo menyetujui usulan itu dan meminta agar proses penyaluran bantuan dilakukan dengan cepat.“Baik, kita segera, ya,” kata Presiden.Baca juga: 4 Penyakit Utama yang Kini Menyerang Pengungsi Banjir SumateraSementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, menyampaikan bahwa Provinsi Aceh memerlukan anggaran sebesar Rp 25,41 triliun untuk pemulihan pascabencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah tersebut.“Tadi dari Bapak Menteri PU (Pekerjaan Umum), khusus untuk Aceh saja, pemulihan sampai dengan saat ini kondisi seperti semula membutuhkan anggaran Rp 25,41 triliun,” ungkap Suhartoyo.Hingga Minggu pukul 19.00 WIB, tercatat sebanyak 37.546 rumah warga di Provinsi Aceh mengalami kerusakan. Kerusakan ini terbagi dalam beberapa kategori, mulai dari rusak ringan, rusak sedang, hingga rusak berat.“Rusak berat ini termasuk yang hilang, tersapu banjir,” tegas Suharyanto.Baca juga: Komunikasi di Aceh Sudah Pulih, Warga Bisa Terhubung ke KeluargaSelain rumah warga, kerusakan juga meluas ke berbagai fasilitas umum, termasuk jembatan, jalan, tempat ibadah, sekolah, pondok pesantren, rumah sakit, dan puskesmas.Pemerintah juga telah mendata kerugian sektor pertanian, mencakup lahan tanaman pangan, ternak, sawah, kebun, tambak, serta kantor perkantoran yang terdampak bencana.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#1

Pada hari penerapan, ganjil genap berlaku dalam dua sesi, yakni pagi pukul 06.00–10.00 WIB dan sore pukul 16.00–21.00 WIB. Pengendara yang melintas di akses tol yang terhubung langsung dengan jalan ganjil genap tetap wajib menyesuaikan pelat nomor kendaraan.Baca juga: Wisatawan Menuju Gunungkidul Diimbau Gunakan Jalur AlternatifAdapun 28 akses gerbang tol di Jakarta yang terkena ganjil genap pada pekan ini sebagai berikut:1. Jalan Anggrek Neli Murni sampai akses masuk Tol Jakarta-Tangerang2. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai Jalan Brigjen Katamso3. Jalan Brigjen Katamso sampai Gerbang Tol Slipi 24. Off ramp Tol Tomang/Grogol sampai Jalan Kemanggisan Utama5. Simpang Jalan Palmerah Utara-Jalan KS Tubun sampai Gerbang Tol Slipi 16. Jalan Pejompongan Raya sampai Gerbang Tol Pejompongan7. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai akses masuk Jalan Tentara Pelajar8. Off ramp Tol Benhil/Senayan/Kebayoran sampai akses masuk Jalan Gerbang Pemuda9. Off ramp Tol Kuningan/Mampang/Menteng sampai simpang Kuningan10. Jalan Taman Patra sampai Gerbang Tol Kuningan 211. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai simpang Pancoran12. Simpang Pancoran sampai Gerbang Tol Tebet13. Jalan Tebet Barat Dalam Raya sampai Gerbang Tol Tebet 214. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai Jalan Pancoran Timur II15. Off ramp Tol Cawang/Halim/Kampung Melayu sampai simpang Jalan Otto Iskandardinata-Jalan Dewi Sartika16. Simpang Jalan Dewi Sartika-Jalan Otto Iskandardinata sampai Gerbang Tol Cawang17. Off ramp Tol Halim/Kalimalang sampai Jalan Inspeksi Saluran Kalimalang18. Jalan Cipinang Cempedak IV sampai Gerbang Tol Kebon Nanas19. Jalan Bekasi Timur Raya sampai Gerbang Tol Pedati20. Off ramp Tol Pisangan/Jatinegara sampai Jalan Bekasi Barat21. Off ramp Tol Jatinegara/Klender/Buaran sampai Jalan Bekasi Timur Raya22. Jalan Bekasi Barat sampai Gerbang Tol Jatinegara23. Simpang Jalan Rawamangun Muka Raya-Jalan Utan Kayu Raya sampai Gerbang Tol Rawamangun24. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan Utan Kayu Raya-Jalan Rawamangun Muka Raya25. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan H Ten Raya-Jalan Rawasari Selatan26. Simpang Jalan Rawasari Selatan-Jalan H Ten Raya sampai Gerbang Tol Pulomas27. Off ramp Tol Cempaka Putih/Senen/Pulogadung sampai simpang Jalan Letjend Suprapto-Jalan Perintis Kemerdekaan28. Simpang Jalan Pulomas sampai Gerbang Tol Cempaka Putih

| 2026-02-08 14:40