Hasil Urban Farming Kolong Tol Becakayu Mulai Dijual, Raup Ratusan Ribu

2026-02-05 12:50:46
Hasil Urban Farming Kolong Tol Becakayu Mulai Dijual, Raup Ratusan Ribu
JAKARTA, - Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Cipinang Melayu, Heru Setiawan (46), mengungkapkan bahwa hasil panen dari lahan urban farming di kolong Tol Bekasi–Cawang–Kampung Melayu (Becakayu) sudah mulai dijual.Ia menjelaskan bahwa penjualan hasil urban farming dilakukan melalui kelompok Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) serta dalam kegiatan Pasar Tumbuh yang diselenggarakan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Timur.Menurut Heru, Pasar Tumbuh perdana menghasilkan sekitar Rp 500.000 dari penjualan pisang."Jadi kita bawa itu, pisang itu, pisang tanduk, ada empat tandan. Terus pisang kepok itu juga sama, ada empat tandan. Jadi, alhamdulillah kita duluan, kurang lebih dapet Rp 500.000," ungkap Heru Setiawan saat ditemui, Kamis .Baca juga: Ketika Air Hujan Kolong Tol Becakayu Jadi Irigasi Kebun Sayur"Kemarin itu laku per satu tandan Rp 60.000 sama Rp 50.000. Itu cuma dua sisir, berat 10 kg itu cuma dua sisir. Cuma sisirannya itu segini-gini gedenya," ungkapnya./Febryan Kevin PPSU sedang melakukan pembersihan lahan pertanian perkotaan di kolong tol Becakayu, Kamis .Heru juga menyampaikan bahwa pisang merupakan salah satu komoditas unggulan di Cipinang Melayu karena tidak banyak wilayah lain yang memilikinya."Pisang itu aja kurang lebih ada sekitar 15 jenis pisang, mulai dari pisang tanduk, tanduk aja saja beberapa jeni, terus kepok itu ada kepok kuning, kepok putih, banyak," jelasnya.Selain pisang, lahan urban farming juga menghasilkan berbagai sayuran seperti sawi, kangkung, singkong, cabai, jagung, tomat, hingga tanaman keras seperti tabebuya.Sementara itu, Kepala Seksi Ekonomi Pembangunan Kelurahan Cipinang Melayu, Era Hotmauli, menjelaskan bahwa hasil penjualan dimasukkan ke kas urban farming."Jadi kita itu hasil penjualan, itu biasanya kita masukkan dalam kas urban farming khusus untuk beli bibit dan biaya pupuk," jelas Era.Ia menambahkan, meski sebagian bibit dan pupuk disuplai KPKP, ada beberapa jenis pupuk yang tetap harus dibeli."Pupuknya itu, kalau yang misalnya NPK, terus Urea, itu biasanya tuh jarang, kita beli, yang sering menyuplai itu dari pihak KPKP kayak pupuk kandang, itu ada dari KPKP," tuturnya.Baca juga: 1,1 Hektar Kolong Tol Becakayu Disulap Jadi Kebun SayurSebelumnya, Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, memanfaatkan aliran air hujan dari kolong Tol Bekasi–Cawang–Kampung Melayu (Becakayu) untuk menyiram lahan urban farming yang dikelola di kawasan tersebut.Dari pantauan Kompas.com, area di bawah kolong Tol Becakayu dimanfaatkan sebagai lahan pertanian perkotaan dengan berbagai jenis tanaman.Jagung, terong, cabai, kangkung, bayam, hingga kacang koro tampak ditanam memanjang di bawah struktur jalan tol maupun di tepi Kalimalang.Tanaman-tanaman itu tersusun rapi di bedengan tanah, dilengkapi jalur air yang mengalirkan air hujan dari atas tol langsung ke area pertanian.Baca juga: Pramono Minta Lahan Urban Farming di Jakarta Dipertahankan dan DitambahAir yang tertampung diarahkan melalui parit yang disiapkan petugas PPSU agar proses penyiraman lebih mudah dan efisien.Namun demikian, penyiraman tambahan tetap dilakukan menggunakan air dari aliran Kalimalang ketika diperlukan.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#1

Sementara Samsung Music Studio 5 hadir dengan ukuran lebih ringkas. Speaker ini ditujukan bagi pengguna yang menginginkan kualitas audio mumpuni tanpa mengganggu tampilan ruangan. Music Studio 5 mendukung koneksi WiFi dan Bluetooth, layanan streaming, serta kontrol suara.Kedua speaker WiFi Music Studio juga dirancang agar mudah diintegrasikan dengan soundbar dan TV Samsung, sebagai bagian dari ekosistem audio terpadu.Samsung juga meningkatkan teknologi Q-Symphony, yang memungkinkan TV, soundbar, dan speaker WiFi bekerja sebagai satu sistem audio. Pengguna dapat menghubungkan hingga lima perangkat audio sekaligus, dengan sistem yang menyesuaikan suara berdasarkan tata letak ruangan.Selain itu, Samsung juga memperkenalkan jajaran ekosistem audio terbaru mereka dari lini soundbar Q Series.Selama lebih dari satu dekade, Samsung telah membentuk evolusi audio rumah melalui teknologi akustik canggih, fitur cerdas, dan desain yang dipikirkan secara matang, ungkap Hun Lee, Executive Vice President Visual Display Business Samsung Electronics, dikutip KompasTekno dari halaman resmi Samsung. Kami melanjutkan warisan tersebut dengan perangkat audio generasi terbaru yang dirancang untuk menghadirkan performa suara yang kaya dan ekspresif di setiap ruang dan momen, lanjut dia. Salah satu produk utama dalam ekosistem audio terbaru ini adalah soundbar flagship HW-Q990H.Baca juga: Ketika HP Lipat Tiga Samsung Galaxy Z TriFold Dibuka-Tutup Barbar 200.000 Kali...Soundbar ini hadir dengan sistem 11.1.4-channel yang menggabungkan soundbar utama, speaker belakang, dan subwoofer aktif. Samsung juga menambahkan teknologi Sound Elevation agar terdengar lebih natural, serta fitur Auto Volume untuk menjaga konsistensi suara di berbagai jenis konten.Soundbar ini juga dibekali fitur berbasis AI untuk memperluas bidang suara. Lewat fitur ini, Samsung mengeklaim pengalaman audio yang dihadirkan setara dengan sistem home theater profesional, tetapi tetap ringkas untuk penggunaan di rumah.Selain itu, Samsung memperkenalkan All-in-One Soundbar HW-QS90H. Soundbar ini bisa dipasang di dinding atau diletakkan di atas meja. Sensor di dalamnya akan menyesuaikan arah suara secara otomatis sesuai posisi perangkat. Dengan sistem 7.1.2-channel dan 13 speaker, soundbar ini mampu menghasilkan bass yang dalam tanpa perlu subwoofer tambahan.

| 2026-02-05 13:43