JAYAPURA, - Gubernur Papua Matius D Fakhiri akan mengganti dua direktur rumah sakit daerah yang menolak ibu melahirkan, Irene Sokoy.Dua rumah sakit tersebut yaitu Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Yowari dan RSUD Abepura.Sementara untuk dua rumah sakit lainnya yang juga menolak Irene hingga akhirnya meninggal dunia bersama bayi yang dikandungnya, yaitu Rumah Sakit Bhayangkara dan RS Dian Harapan, Matius akan berkoordinasi dengan para pimpinan rumah sakit.Baca juga: Ironi Layanan Kesehatan di Jayapura, Kader Posyandu dan Bayinya Meninggal Setelah Ditolak 4 Rumah Sakit"Saya pastikan bahwa rumah sakit yang di bawah pemerintah, minggu depan akan saya copot semua direkturnya. Untuk rumah sakit lainnya, kita akan koordinasi untuk evaluasi terhadap direkturnya," ujar Fakhiri saat diwawancarai usai bertemu keluarga Irene di Kampung Hobong, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura pada Jumat malam.Usai mengetahui kejadian itu, Fakhiri mendatangi keluarga almarhumah Irene di Kampung Hobong pada Jumat malam.Dalam kunjungan itu, Gubernur Fakhiri mendengarkan perjuangan keluarga untuk mendapatkan pelayanan kesehatan agar melahirkan normal.Baca juga: Ditolak Sejumlah Rumah Sakit, Seorang Ibu dan Bayinya Meninggal di JayapuraNamun, alih-alih mendapat pelayanan kesehatan yang maksimal, Irene justru ditolak oleh empat rumah sakit di Jayapura. Di hadapan keluarga, Gubernur Fakhiri menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya Irene karena buruknya pelayanan kesehatan rumah sakit.Baca juga: Klarifikasi 3 Rumah Sakit Jayapura atas Kematian Ibu dan Bayinya Setelah Dioper Sana-sini"Saya baru mau memulai, tetapi Tuhan sudah memberikan satu contoh kebobrokoan pelayanan kesehatan di provinsi di Papua. Saya mohon maaf dan turut berduka yang mendalam atas kejadian dan kebodohan jajaran pemerintah mulai dari atas sampai ke tingkat bawah. Ini kebodohan yang luar biasa yang dilakukan oleh pemerintah," tegas Fakhiri.Fakhiri berjanji segera melakukan evaluasi terhadap pelayanan kesehatan di Papua. Selain itu, purnawirawan polisi itu juga mengatakan akan mengganti peralatan medis yang rusak karena diabaikan oleh para direktur. "Hal ini sudah saya minta langsung ke Menteri Kesehatan untuk memperbaiki pelayanan kesehatan di RS yang ada di Provinsi Papua. Saya yakin ada sekat-sekat yang merusak pelayanan di rumah sakit, Saya pastikan akan memperbaiki ini," ujarnya.Fakhri mengatakan, kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi pemerintah untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang prima bagi masyarakat.Dia akan memanggil semua rumah sakit pemerintah dan swasta dalam rangka menyatukan visi misi dalam melayani kesehatan di Provinsi Papua."Saya sudah berulang kali sampaikan, layani dulu pasien baru urusan yang lain. Hal ini akan saya sampaikan ulang ke seluruh direktur RS dan kepala dinas kesehatan yang ada," katanya. "Sebagai gubernur, tentunya saya tidak perlu takut dan tidak perlu malu untuk menyampaikan permohonan maaf. Ini pembelajaran yang sangat berharga kepada kami pemerintah," tuturnya. Sebelumnya, Irene dan bayi yang dikandungnya meninggal dunia pada Senin sekitar pukul 05.00 WIT.Keduanya menghembuskan napas terakhir dalam perjalanan menuju RSUD Dok II Jayapura, setelah ditolak di empat rumah sakit di Kabupaten dan Kota Jayapura.
(prf/ega)
Gubernur Papua Bakal Copot 2 Direktur RSUD Usai Irene dan Bayinya Meninggal karena Ditolak
2026-01-12 06:49:54
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 07:20
| 2026-01-12 06:55
| 2026-01-12 06:48
| 2026-01-12 05:52
| 2026-01-12 04:57










































