Batal, Pembangunan Hunian Tetap Korban Erupsi Lewotobi di Noboleto

2026-01-11 22:32:51
Batal, Pembangunan Hunian Tetap Korban Erupsi Lewotobi di Noboleto
FLORES TIMUR, - Rencana Pemerintah untuk membangun hunian tetap (huntap) bagi korban erupsi Gunung Lewotobi-laki yang berlokasi di Noboleto, Kabupaten Flores Timur, NTT, dibatalkan.Menurut Bupati Flores Timur, Anton Doni Dihen, lokasi tersebut tidak layak, baik dari aspek jarak maupun kemiringan.“Noboleto diveto tidak layak dari aspek jarak, karena masih berada dalam Kawasan Rawan Bencana (KRB) 1. Aspek kemiringan lahan juga memberatkan,” ujar Dono saat dihubungi, Selasa .Baca juga: Pemerintah Bakal Kebut Pembangunan Huntap untuk Korban Erupsi Gunung Lewatobi Laki-Laki Doni mengungkapkan, ada satu lokasi alternatif dekat Noboleto, yakni Bungawolo, yang masuk wilayah Desa Pululera. Namun, berdasarkan hasil kajian, lokasi tersebut juga tidak layak, karena masih dalam kawasan KRB 1.“Rapat kami kemarin memutuskan untuk memproses tiga calon lokasi, yakni Todo wilayah Desa Lewolaga, Kuring wilayah Desa Lewolaga, dan Kuhe masuk wilayah Desa Konga,” ungkap dia.Menurut Doni, ketiga lokasi ini masih membutuhkan pemrosesan lebih lanjut untuk dapat ditetapkan menjadi lokasi hunian tetap.Proses tersebut, kata dia, meliputi kesediaan dan penyerahan lahan oleh pemilik lahan, kepastian pembebasan lahan dari kawasan hutan, dan pengukuran luas lahan serta penyerahannya ke pemerintah daerah.Baca juga: Kepala BNPB: 250 Keluarga Masih Tinggal di Tenda Pengungsi Erupsi Gunung LewotobiDoni menambahkan, untuk tahun 2026, Pemerintah pusat melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Pemukiman sudah menyediakan anggaran sebesar Rp 90 miliar untuk pembangunan rumah hunian tetap terpusat.Sehingga, menurut dia, sebagian kebutuhan rumah diharapkan dapat terjawab.“Sebagian rumah akan dibangun dengan skema hunian mandiri yang ditangani oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana.""Sejauh ini, sudah 200 lebih kepala keluarga (KK) yang sudah mengajukan diri untuk mendapat hunian mandiri,” tandas Doni.Diberitakan sebelumnya, penyintas erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki mengeluh dan mempertanyakan kepastian pembanguan hunian tetap oleh Pemerintah.Mereka mengaku awalnya senang karena Pemerintah berencana membangun huntap di Noboleto. Namun belakangan mendapat informasi, huntap tersebut batal dibangun.Yosep Boli Lamak, penyintas asal Desa Klatanlo mengatakan, ketidakpastian ini membuat warga terdampak erupsi kecewa.Menurut Yosep, meski selama ini warga menetap di hunian sementara, namun perasaan cemas masih menyelimuti hati dan pikiran mereka.Utang yang tak kunjung dibayar, biaya anak sekolah dan kebutuhan keluarga menjadi beban yang harus dipikul. Sementara pilihan untuk pulang kampung bukanlah jalan terbaik.


(prf/ega)