Sejarah Hari Hak Asasi Manusia Sedunia 10 Desember sejak Deklarasi Universal

2026-01-12 06:42:04
Sejarah Hari Hak Asasi Manusia Sedunia 10 Desember sejak Deklarasi Universal
- Dunia memperingati Hari Hak Asasi Manusia setiap 10 Desember. Dengan demikian, tahun ini peringatan itu jatuh pada Rabu . Momen ini mengingatkan kita semua akan esensi hak-hak dasar yang harus dihormati dan dilindungi bagi setiap individu.Peringatan ini menjadi ajakan global untuk lebih memahami dan memperjuangkan hak-hak tersebut dalam kehidupan sehari-hari.Sejak disahkannya Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (UDHR) pada tahun 1948, dunia menyaksikan tonggak bersejarah yang menandai pengakuan internasional terhadap hak-hak dasar setiap manusia, tanpa terkecuali.Deklarasi tersebut membuka jalan bagi perlindungan hak-hak individu secara global dan menjadi pedoman bagi negara-negara untuk mengimplementasikan hak asasi manusia dalam hukum dan kebijakan mereka.Baca juga: Deklarasi HAM dan Warga Negara, Dokumen Hasil Revolusi Perancis Dilansir dari laman resmi Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (Office of the United Nations High Commissioner for Human Rights/OHCHR), Hari HAM Sedunia mulai diperingati pada 1950. Momen ini bertepatan dengan pengesahan UDHR yang berlangsung dua tahun sebelumnya. UDHR yang disahkan pada 10 Desember 1948 oleh Majelis Umum PBB, menetapkan hak-hak dasar yang berhak dimiliki setiap orang tanpa diskriminasi. Meskipun tidak mengikat secara hukum, deklarasi ini menjadi dasar bagi lebih dari 60 instrumen internasional yang mengatur perlindungan hak asasi manusia di seluruh dunia.Menurut PBB, Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia menetapkan hak-hak dasar yang dimiliki oleh setiap individu tanpa memandang ras, agama, atau status lainnya. Baca juga: Tujuan Gerakan Non-Blok yang Berkaitan dengan HAMTema Hari Hak Asasi Manusia tahun 2025 ini adalah "Hak Asasi Manusia, Kebutuhan Sehari-hari Kita", yang bertujuan untuk menunjukkan bagaimana hak-hak tersebut terwujud dalam kehidupan sehari-hari. Dari hak untuk hidup aman hingga kebebasan berbicara, semua hak ini membentuk dasar kehidupan yang layak bagi setiap individu. Melalui tema ini, diharapkan masyarakat semakin menyadari pentingnya hak asasi manusia dalam kehidupan mereka.Kampanye itu menilai, HAM bukan hanya sesuatu yang dilindungi, tetapi juga hak yang memberi kita rasa aman, kebahagiaan, dan kesempatan untuk hidup lebih baik.Baca juga: Daftar Pelanggaran HAM Berat di PapuaPendidikan HAM menjadi sangat penting, terutama bagi generasi muda. Pemahaman yang baik tentang hak-hak dasar akan mendorong mereka untuk berperan aktif dalam membangun masyarakat yang lebih adil. 


(prf/ega)