Hari Ibu Nasional, Ibas Tekankan Peran Ibu Sebagai Pilar Utama Keluarga dan Bangsa

2026-01-15 18:14:55
Hari Ibu Nasional, Ibas Tekankan Peran Ibu Sebagai Pilar Utama Keluarga dan Bangsa
Jakarta - Wakil Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), menggelar Silaturahmi Kebangsaan dan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI bertema “Ibu Pilar Utama Keluarga, Penopang Bangsa” bersama warga Desa Sukowidi di Kabupaten Magetan.Dalam pertemuan yang juga merupakan peringatan Hari Ibu Nasional pada 22 Desember mendatang, Ibas mengajak masyarakat memanfaatkan program cek kesehatan dan makan bergizi gratis sebagai upaya menjaga kualitas hidup keluarga, khususnya ibu dan anak, sekaligus mendorong perlindungan bagi petani melalui stabilitas harga dan dukungan irigasi.Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI ini menegaskan bahwa pembangunan yang adil harus dirasakan hingga tingkat desa, termasuk pemerataan infrastruktur dasar. Menurutnya, kehadiran negara yang adil hingga tingkat desa melalui penguatan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan ketahanan pangan merupakan hal yang terpenting. Ia menyampaikan komitmen Partai Demokrat untuk mengawal aspirasi warga agar pembangunan jalan dan konektivitas desa di Magetan terus ditingkatkan, sehingga tidak tertinggal dibandingkan daerah lain di sekitarnya.Advertisement“Keadilan pembangunan harus kita perjuangkan bersama. Jalan desa yang semakin rapi, terbangun, dan saling terkoneksi adalah bagian dari keadilan sosial,” kata Ibas dalam keterangannya, Kamis .Ia juga mengingatkan bahwa Indonesia adalah negara besar dengan 38 provinsi, 514 kabupaten/kota, dan lebih dari 280 juta penduduk, yang tetap dipersatukan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dalam konteks itu, Pancasila menjadi pegangan utama kehidupan berbangsa, terutama sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.“Negara harus hadir—di tingkat pusat, provinsi, hingga kabupaten—untuk menghadirkan masyarakat yang lebih sejahtera, maju, dan bahagia,” ujarnya.Pada bidang pendidikan, Anggota Daerah Pemilihan Jawa Timur VII ini menegaskan bahwa tidak boleh ada anak-anak Indonesia yang putus sekolah karena keterbatasan ekonomi. Ia mendorong masyarakat untuk aktif menyampaikan kendala pendidikan, termasuk akses beasiswa, agar dapat dikawal bersama.“Pendidikan adalah jalan keadilan. Anak cucu kita harus sekolah, harus punya masa depan yang lebih baik,” ucap Ibas. 


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Irwan mengaku bersyukur atas penghargaan yang telah diraih. Ia menekankan bahwa fokus utama perusahaan dimulai dari internal, yaitu kebahagiaan dan kesehatan karyawan, sebelum meluas ke masyarakat.“Ketika saya ditanya dewan juri, saya sampaikan bahwa fokus utama kami adalah membahagiakan dan menjaga kesehatan karyawan terlebih dahulu. Kalau karyawan yang dekat dengan kami saja tidak sehat dan bahagia, bagaimana kami bisa mengurus masyarakat yang lebih luas.” ujar Irwan kepada Kompas.com, Rabu.Irwan menambahkan, penghargaan yang diraih pihaknya  merupakan kerja kolektif seluruh karyawan dan tim.“Persyaratannya sangat banyak, ada 17 goals dan 169 target. Mustahil dicapai tanpa komitmen bersama,” kata Irwan.Pihaknya pun senantiasa mendorong seluruh elemen perusahaan berpartisipasi dalam berbagai upaya pencapaian SDGs, terutama terkait kesejahteraan sosial dan pengentasan kemiskinan.Baca juga: Anggota Komisi IX DPR Kagumi Standar Produksi Sido MunculSido Muncul juga menegaskan komitmennya untuk membantu program nasional, melalui program penanganan stunting dan tidak mengambil bagian dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).“Kami memilih memberikan bantuan berupa dana agar ibu-ibu bisa membeli kebutuhan gizi yang sesuai. Tahun depan kontribusi kami akan ditingkatkan,” katanya./Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat memegang piala penghargaan Terbaik I kategori Badan Usaha Besar Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 berkat keberhasilan program Smartani. Program Smartani yang mengantarkan Sido Muncul meraih juara pertama merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat yang mencakup sektor hulu hingga hilir. Program ini telah diinisiasi sejak 2021 dan menyasar kelompok tani di wilayah Semarang.Saat ini, sedikitnya 3.000 petani dan peternak telah mendapat pendampingan dari Sido Muncul.“Di tingkat hilir, kami membina karyawan untuk menjadi distributor. Sekarang ada sekitar 60 hingga 70 distributor yang dulunya karyawan kami dan kini sudah mandiri,” ungkap Irwan.Baca juga: Hadirkan Terang, Sido Muncul Gelar Operasi Katarak GratisManajer Lingkungan Sido Muncul, Amri Cahyono, menegaskan bahwa komitmen perusahaan terhadap SDGs diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.Ia menyampaikan bahwa perusahaan secara konsisten memperkuat kontribusi terhadap 17 tujuan SDGs.“Program Smartani kami gagas untuk mewujudkan visi perusahaan, yaitu memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Hingga saat ini, Sido Muncul telah memenuhi seluruh 17 tujuan SDGs,” ujarnya.Amri menjelaskan bahwa Smartani di Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Semarang, dikembangkan dengan pendekatan nature-based solution. Implementasinya dimulai dengan social mapping untuk memetakan potensi lokal.“Di desa ini ada kelompok petani alpukat, peternak sapi perah, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ‘Mbok Jajan’ yang sebelumnya terdampak Covid-19. Kami memberikan pelatihan agar mereka dapat kembali produktif, dan kini produk mereka sudah memasok ke Sido Muncul,” terang Amri.Baca juga: Konsisten Bantu Tangani Katarak, Sido Muncul Kembali Raih Perdami Award/Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat bersama tim dalam ajang Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 di Jakarta, Rabu .

| 2026-01-15 17:35