Kemenko PM Pulangkan 27 Warga Jateng-Banten Terdampak Bencana di Aceh

2026-01-14 14:32:32
Kemenko PM Pulangkan 27 Warga Jateng-Banten Terdampak Bencana di Aceh
JAKARTA, - Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) memfasilitasi pemulangan puluhan warga Jawa Tengah (Jateng), Banten, dan Jawa Barat yang berprofesi sebagai tenaga kerja penderes getah pinus yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Provinsi Aceh.Mereka dipulangkan menggunakan pesawat Hercules A-1343 dari Rembele dan tiba di Halim Perdanakusuma pada Selasa ."Dengan kepulangan 27 warga ini, secara total Kemenko PM telah memfasilitasi kepulangan 119 warga terdampak bencana di Aceh," tutur Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial Nunung Nuryartono dalam keterangannya, Selasa.Baca juga: Prabowo Bakal Rayakan Malam Tahun Baru di Aceh Bareng WargaIa mengatakan, upaya pemulangan ini masih kelanjutan arahan Menko PM Muhaimin Iskandar usai mengunjungi Bener Meriah, Aceh."Pemulangan ini sebagai wujud kehadiran negara untuk mempercepat pemulihan masyarakat terdampak bencana," kata dia.Upaya fasilitasi pemulangan ini juga dilakukan melalui kolaborasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Pemprov Jateng, dan Pemprov Banten."Terdapat total 27 warga terdampak bencana yang dipulangkan. Mereka juga diberikan sejumlah bantuan sosial untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka," ucap Nunung.Saat ini, mereka tengah dalam perjalanan menuju kediaman masing-masing dengan menggunakan transportasi darat yang difasilitasi badan penghubung daerah masing-masing.Baca juga: PLN Akui Listrik di Aceh Belum Pulih 100 Persen"Kami memastikan pemberdayaan masyarakat pascabencana akan konsisten dilakukan dengan mengkoordinasikan Pemerintah Daerah dan Kementerian/Lembaga," ucapnya.Hal tersebut dilakukan untuk mengatasi terciptanya kemiskinan baru yang muncul pascabencana yang melanda sejumlah daerah di Sumatera Utara, Sumatera Barat, hingga Aceh."Masyarakat tidak akan dibiarkan sendirian pasca terdampak bencana. Kemenko PM memastikan Pemerintah akan membantu masyarakat kembali berdaya dan sejahtera," ujarnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Hans Patuwo bukan sosok baru di lingkungan GoTo. Ia telah bekerja hampir delapan tahun di ekosistem Gojek, GoPay, dan GoTo. Ia bergabung dengan Gojek pada 2018 sebagai Chief Operating Officer, dengan fokus pada penguatan operasional dan ekosistem mitra driver.Pada 2021, Hans dipercaya memimpin unit bisnis yang kemudian berkembang menjadi GoTo Financial. Di posisi tersebut, ia mengawasi peluncuran layanan pinjaman dan pengembangan aplikasi GoPay, yang kini menjadi salah satu platform fintech terbesar di Indonesia.Baca juga: KPPU Denda TikTok Rp 15 Miliar Karena Telat Lapor Akuisisi TokopediaAwal 2024, Hans ditunjuk sebagai Chief Operating Officer GoTo dan bertanggung jawab atas strategi grup serta proyek migrasi cloud perusahaan. Perannya kembali diperluas pada Juli 2025, ketika ia dipercaya sebagai Presiden On-Demand Services.Sebelum bergabung dengan Gojek, Hans memiliki pengalaman internasional dengan bekerja di Amerika Serikat, China, dan Singapura. Ia juga pernah menjabat sebagai Partner di firma konsultan manajemen global McKinsey.YouTube.com/Gojek Goto, layanan Gojek dan Tokopedia.Penunjukan CEO baru ini terjadi di tengah sorotan pasar terhadap arah strategis perusahaan hasil merger antara Gojek dan Tokopedia itu.Berdasarkan laporan Bloomberg, saham GoTo tercatat naik sekitar 20 persen sepanjang kuartal ini di Bursa Efek Indonesia, mengungguli kinerja sejumlah perusahaan ride-hailing dan pengantaran global.Kenaikan saham tersebut terjadi menjelang Rapat Umum Pemegang Saham yang menjadi momen penting bagi arah strategis perusahaan, termasuk persetujuan pengangkatan Hans Patuwo sebagai CEO baru.Meski saham GoTo menguat, valuasi perusahaan masih jauh dari masa awal IPO. Kapitalisasi pasar GoTo kini berada di bawah 5 miliar dollar AS, turun drastis dari puncaknya yang sempat menembus 30 miliar dollar AS pada 2022.

| 2026-01-14 12:31